Rabu, Maret 15, 2017

Cricket Sumut

Tidak ada komentar :
Maruli Silitonga Pimpin Cricket Sumut

GM News-Medan. Maruli Silitonga terpilih sebagai ketua umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Sumatera Utara periode 2017/2021. Maruli unggul satu suara atas kompetitornya, B Gurning pada Musyawarah Cabang PCI Sumut yang berlangsung di Aula KONI Sumut, Rabu (15/3). Maruli meraih 3 suara, sementara Gurning 2 suara. Sedangkan Asima Sibarani yang sebelumnya juga mencalonkan diri sebagai ketua umum terpilih sebagai sekretaris melalui musyawarah mufakat.

Muscab dihadiri sejumlah pengcab kabupaten/kota seperti Medan, Binjai, dan Pematang Siantar. Kemudian Kabid olahraga prestasi Disporasu Joshua Sinurat, serta perwakilan dari sejumlah klub cricket pelajar.

Ketua terpilih PCI Sumut Maruli Silitonga mengharapkan dukungan dari seluruh stakeholder olahraga seperti KONI Sumut bersama - sama berjuang dan berbuat demi kemajuan cricket Sumut. Termasuk meneruskan program kerja kepengurusan sebelumnya yang dinilai baik. " Kami tidak bisa bekerja maksimal tanpa dukungan semua pihak. Harapan ke depan tentu kita bisa selangkah lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Meski diakuinya selama ini prestasi PCI Sumut di kejuaraan nasional belum begitu memuaskan, dirinya tetap optimistis dengan kepengurusan yang solid akan mendorong kemajuan cricket Sumut ke depan. Dirinya juga mengharapkan kiran ya tiap Kabupaten/Kota aktif melaksanakan kejuaraan dan pembinaan atlet agar tidak tertinggal dengan daerah lain.

“Tanpa melibatkan dunia usaha, program kerja pengurus terutama dalam melaksanakan even memang banyak yang tidak terlaksana ya. Apalagi dana dari KONI terbatas. Karena itu kita akan libatkan perusahaan untuk turut memajukan cricket di Sumut. Kita juga akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan kiranya setiap sekolah bisa membentuk klub cricket di sekolah – sekolah,” ucapnya.

Wakil ketua PCI Pusat Abhiram Singh Yadav mengatakan jika potensi atlet cricket di Sumut khususnya di Binjai sangatlah besar. Namun hal itu tidak dibarengi dengan kesediaan lapangan pertandingan. Karena itu pihaknya mendorong agar pengurus yang terpilih untuk segera beraudinesi dengan pemerintah provinsi agar pemenuhan fasilitas lapangan bisa terealisasi. Untuk lapanagan yang berstandar internaaional luasnya kira – kira 2,5 hektar. Karena kalo sudah tersedia lapangan, atlet Sumut akan jadi tim kuat untuk di ajang PON mendatang. Kalo tak ada lapangan justru membuat semangat atlet malah drop." pintanya.

Demi kemajuan dan berjalannya roda organisasi dengan baik, dirinya sangat berharap besar untuk menghindarkan perpecahan atau dualisme kepengurusan. Karena tugas ke depan yang sangat penting adalah memperbaiki sistem organisasi dan menyolidkan di jajaran pengurus.

“Saat ini PCI Pusat sudah mengikuti aturan ICC dalam berorganisasi. Kami juga punya rencana kepengurusan di daerah harus mengikuti aturan ICC,” jelas Abhiram.

Ketua bidang organisasi KONI Sumut M Syahril menginginkan setiap KONI Kabupaten/Kota membentuk cabor cricket. Meski terbilang cabor binaan baru di KONI Sumut sejak 2016, namun tim cricket Sumut pada laga eksibisi PON 2012 mampu menempati peringkat keempat.

“Tidak ada salahnya cricket ini masuk melalui jalur sekolah. Makanya kepada pengurus terpilih harus berkoordinasi dengan dinas pendidikan supaya di tiap sekolah olahraga ini bisa dijadikan bahan ajar untuk materi olahraga.”harapnya.

Lebih lanjut dikatakan mantan ketua PWI Sumut ini, memperbaiki tata kelola manajemen organisasi juga tidak kalah penting. Terutama untuk menyongsong PON 2020 di Papua.

“Kalau memungkinkan cabor cricket bisa tampil di PON. Tapi setidaknya kita melihat bagaimana tata kelola manajemen orgsnisasi ini. Karena tidak ada jaminan tata kelola  organisasi berjalan baik, meskipun prestasi cabor itu baik. Apalagi mengurusi olahraga adalah sebuah pengorbanan bukannya mencari sesuatu. Minimal mengorbankan waktu." harapnya.

Diakuinya, anggaran olahraga untuk KONI Sumut jumlahnya sangat terbatas. Karena itu dirinya juga mengharapkan kepada pengurus terpilih berperan aktif untuk menggandeng perusahaan swasta maupun BUMN dan BUMD menjadi bapak asuh.

“ Saya yakin kalau manajemen kepengurusan baik, pasti banyak perusahaan besar mau menjadi bapak asuh. Saya juga yakin, dengan adanya bapak asuh maka cabor cricket bisa berbicara di tingkat nasional,”ucapnya.

Selanjutnya tim Formatur yang diketuai langsung oleh Maruli Silitonga dibantu Romanta Tarigan (Pengcab Binjai), dan Bosfer Gurning (pengurus demisioner) diharapkan secepatnya menyusun susunan kepengurusan sebelum rakernas PCI pusat dimulai. Begitu juga usai rakernas, PCI Sumut langsung agendakan rakerda salah satunya membahas kejuaraan daerah untuk lima tahun ke depan. Usai Muscab, PB PCI pusat juga memberikan bantuan bola latihan kepada Pengprov PCI Sumut untuk dibagikan ke sejumlah pengcab.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar