Minggu, September 17, 2017
Denai Kembali Juara Umum
Porkot Medan Terbaik di Sumut
GM News-Medan. Kecamatan Medan Denai kembali mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2017 yang ditutup Sabtu (16/8) di Stadion Teladan. Porkot ini cukup membanggakan karena terbaik di Sumatera Utara.Porkot Medan 2017 ini ditutup Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi. Dalam sambutannya, wali kota mengapresiasi pelaksanaan Porkot Medan ini. Dia mengatakan, Porkot ini merupakan sarana untuk mewujudkan Medan Kota Atlet. "Kami berharap even ini melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional," ujar Eldin.
Wali kota turut memuji para atlet yang telah bertanding di Porkot ini. Dia berharap para atlet tidak cepat puas, namun harus memiliki motivasi meraih prestasi lebih tinggi. "Teruslah berlatih, karena kalian akan menjadi wakil Kota Medan di even lebih tinggi," pesannya.
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Iswanda Nanda Ramli berpesan kepada atlet untuk tetap berlatih. "Kepada atlat yang menang harus tetap berlatih, karena masih ada even lebih tinggi. Bagi yang kalah, masih ada kesempatan di even lain," pesannya.
Sedangkan Ketua KONI Sumut Jhon Lubis mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan dan KONI Medan yang terus rutin menggelar Porkot. Para atlet ini akan bermain di Porprovsu 2018 mendatang. "Kita berharap muncul atlet berprestasi di tingkat nasional dan internasional," ucap Jhon Lubis.
Pada SEA Games 2017, atlet asal Medan turut meraih emas melalui cabang wushu. Atlet Medan juga penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Sumut di PON 2016 lalu. "Porkot Medan merupakan yang terbaik di Sumut," ungkapnya.
Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani mengucapkan selamat kepada Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi yang baru saja menerima penghargaan pada Peringatan Haornas, beberapa waktu lalu. "Semoga penghargaan itu membuat olahraga Medan semakin baik," ujarnya.
Eddy Sibarani juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan Porkot Medan 2017 ini berjalan baik. "Kepada atlet diharapkan terus berlatih dan sampai jumpa di Porkot Medan X," tegasnya.
Sementara Ketua Panitia PB Porkot Medan 2017, Drs Suirwan melaporkan, pelaksanaan Porkot Medan yang berlangsung pada 9-16 berjalan lancar dan sukses. Medan Denai berhasil mempertahankan gelar juara umum dengan raihan 44 emas, 31 perak dan 27 perunggu. Posisi kedua ditempati Medan Helvetia dengan perolehan 39 emas, 29 perak dan 27 perunggu. Peringkat ketiga ditempati Medan Tembung dengan 36 emas, 31 perak dan 31 perunggu. (dek)
Perolehan Medali Akhir
1. Denai 44-31-27
2. Helvetia 39-29-27
3. Tembung 36-31-31
4. Timur 23-18-39
5. Selayang 22-27-34
6. Marelan 20-25-21
7. Sunggal 19-21-30
8. Amplas 16-11-22
9. Deli 14-5-15
10. Area 11-21-25
Medan Selayang Kuasai Cabor Pencaksilat
GM News-Medan. Kecamatan Medan Selayang tampil menguasai dalam cabang olahraga pencaksilat, meraih juara umum dengan 4 medali emas, 1 perak dan 4 perunggu, pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan IX berakhir, Jumat (15/9) di Gelanggang Remaja Medan.Keunggulan kecamatan Medan Selayang dalam perolehan medali itu, diikuti kecamatan Medan Perjuangan yang hanya selisih satu medali emas dan perunggu yakni 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Ditempat ketiga ditempati Medan Amplas dengan raihan medali 2 emas dan 2 perak.
Ketua Pengcab IPSI Kota Medan Kompol H Enjang Bahri SH, ketika secara resmi menutup cabor pencaksilat Porkot Medan IX, Jumat (15/9) mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Koni Kota Medan yang telah melaksanakan kegiatan Porkot setiap tahunnya dengan mempertandingkan cabor pencak silat.
"Mudah- mudahan dengan adanya Porkot Medan disetiap tahunnya untuk lebih memicu seluruh perguruan silat di Kota Medan ini untuk membina atletnya, agar bisa tampil ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Apalagi, dalam waktu dekat ini, Koni Kota Medan adan dihadapi dengan even bergengsi yakni Porwilsu dan Porprovsu yang merupakan cikal bakal menuju PON 2020 di Papua," sebutnya.
Lebih lanjut Enjang menuturkan, untuk itu bagi Pengcab IPSI Kota Medan di Porkot kali ini, merupakan ajang seleksi untuk memilih pesilat yang terbaik, guna akan dibina untuk tampil di Porwilsu nanti.
"Selepas ini kami akan terus memangili pesilat yang dianggap potensi bagi para jawara untuk mengikuti seleksi dan TC 200 persen untuk menghadapi Porwilsu dengan mambawa panji Kota Medan, " ungkapnya.
Medan Tembung Juara Umum Muaythai
GM News-Medan. Kecamatan Medan Tembung menjadi pengumpul medali terbanyak dengan 2 emas pada eksebisi Porkot Medan IX/2017 cabor muaythai yang berlangsung di Jalan Sampul Medan, Jumat (15/9).Hasil itu menempatkan Tembung sebagai juara umum disusul Perjuangan dengan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Sedangkan posisi ketiga diraih Deli dengan 1 emas dan 1 perak.
Emas untuk Kecamatan Medan Tembung diraih Nasib Simbolon yang bermain di kelas 59 Kg. Di final, dia sukses mengalahkan Reda Azmu dari Medan Deli. Satu emas lagi disumbangkan Dimas Pratama yang mengalahkan Firman Tambunan dari Medan Kota di kelas 69 Kg.
Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani mengatakan muaythai merupakan satu dari tiga cabor yang menggelar laga eksebisi di Porkot Medan. Diharapkan, dari eksebisi tersebut mampu menjadikan Muaythai Medan menjadi semakin kuat sebagai persiapan menjelang Kejurda 2018.
"Dari 5 cabor yang baru masuk di KONI Medan, 3 cabor sudah ikut eksebisi di Porkot ini. Pastinya ini kesempatan bagi para atlet untuk unjuk kemampuan untuk menghadapi kejuaraan lainnya. Selain itu, dengan eksebisi ini dipastikan muaythai akan dipertandingkan resmi untuk Porkot 2018," ucap Eddy saat pembukaan yang turut dihadiri Ketua Harian Muaythai Sumut, Ali Asan dan Sekretaris Zulkifli Lubis.
Dalam kesempatan itu, Eddy juga mengacungkan jempol untuk panitia yang telah menggelar eksebisi sehingga menjadikan wadah bagi atlet bertading. "Dan kepada atlet, semangat terus berlatih, tunjukkan prestasi. Ingat, ini juga seleksi awal menuju PON 2020 di Papua nanti," sambungnya.
"Dengan eksisibishi ini, kita berharap pada Porkot tahun depan muaythai sudah bisa dipertandingkan resmi," ucapnya lagi. Selain Muaythai, dua cabor lagi juga dipertandingkan sebagai eksebisi yakni arung jeram dan cricket.
Sementara itu, Ketum Muaythai Indonesia (MI) Kota Medan, H Gumuru Harahap SSos MAP melalui Sekum AKP Bachtiar Effendi Sirait SSos mengatakan, eksebisi tersebut akan menjadi awal kebangkitan muaythai di Sumut, khususnya Kota Medan. Apalagi diakuinya, untuk Porkot selanjutnya sudah mulai dipertandingkan resmi.
"Terima kasih sebelumnya untuk Ketua KONI Medan, Eddy Sibarani yang sudah hadir langsung menyaksikan eksebisi muaythai ini. Harapannya pasti muaythai Medan lebih diminati dan bagi atlet atau pun klub-klub yang ada di Medan untuk segera bergabung dengan MI Medan untuk persiapan menghadapi kejuaraan mendatang," tambahnya.
Ketua Panitia , Amrinto Sinurat melaporkan sebanyak22 atlet ikut ambil bagian dari 9 kecamatan se-Kota Medan.
Tuntungan Tak Tergoyahkan di Softball/Baseball
GM News-Medan. Kecamatan Medan Tuntungan kembali menegaskan dominasinya pada cabang softball dan baseball Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2017. Tuntungan mengawinkan emas cabang ini setelah menang pada pertai final di Lapangan USU, Kamis (14/9).Tuntungan memastikan emas softball usai di final mengalahkan Medan Deli dengan skor 8-5. Medali perunggu diraih Medan Helvetia.
Keberhasilan tim putri meraih emas, ikut memotivasi tim putra Medan Tuntungan. Mereka kemudian meraih emas baseball usai di final mengalahkan Medan Petisah dengan skor telak 16-7. Medali perunggu diraih Medan Deli.
Dengan keberhasilan ini, dominasi Tuntungan di cabang softball dan baseball belum tergoyahkan. Mereka selalu mengawinkan emas cabang tersebut dalam tiga Porkot Medan terakhir.
Pertandingan final ini turut disaksikan Ketua Pengcab Perbasasi Kota Medan, Edwin A Nasution. Dia mengaku gembira karena Porkot Medan ini telah melahirkan atlet-atlet softball dan baseball berbakat. "Saya lihat banyak muncul atlet-atlet muda yang berbakat. Mereka merupakan harapan kita di sama mendatang," ujar Edwin.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perbasasi Sumut ini menambahkan, olahraga softball dan baseball sudah mulau berkembang. Hal itu terlihat dari hasil pertandingan Porkot Medan 2017 ini. "Tuntungan memang kembali juara, tapi kecamatan lain sudah mulai mengimbangi," ungkap pria yang akrab dipanggil Edwin Camat itu.
Untuk itu, Edwin berharap agar tim yang juara jangan cepat puas. Namun tetap berlatih, karena masih banyak even-even lebih tinggi di masa mendatang. "Untuk yang belum juara, teruslah berlatih. Masih ada kesempatan di masa mendatang," pungkasnya.
Medan Denai Akhiri Dominasi Medan Timur di Bulutangkis
GM News-Medan. Kontingen Kecamatan Medan Denai tampil sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) bulutangkis, di Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Medan IX/2017, yang berakhir di GOR bulutangkis Shamrock, Medan, Kamis (14/9). Medan Denai mampu mengoleksi 2 emas, 1 perak, 5 perunggu. Hasil ini sekaligus sukses mengakhiri dominasi Medan Timur yang merupakan juara bertahan pada Porkot 2016.Medan Timur harus puas berada di posisi kedua dengan 2 emas, 1 perak. Medan Johor raih 1 emas, 3 perak, 2 perunggu. Medan Amplas 1 emas, 1 perak, 1 perunggu. Kemudian Medan Belawan, Labuhan, Deli, dan Perjuangan masing 1 perunggu.
Medali emas pertama Medan Denai melalui Ganda putri pasangan Aprilian/Salsabila yang di final kalahkan pasangan Nia /Silvia (Johor) dua set langsung 21-14, 22-20. Medali perunggu bersama Shindi/ Shintia (Deli) dan Adelia/Putri N (amplas).
Emas kedua melalui nomor tunggal putra, Fadlan. Pada laga final ia kalahkan Artha dari Medan Timur dua set langsung 21-10, 21-14. Sedangkan medali perunggu bersama Satrio (Johor) dan Kelvin (Denai).
Kemudian di nomor ganda putra atas pasangan Medan Timur Yufi V/Artha Hsb yang menang atas pasangan Medan Denai Fadlan/ Kelvin dua set langsung, 21-18, 21-9. Sedangkan perunggu bersama menjadi milik pasangan Medan Belawan (Widy/Paris) dan Medan Johor (Naufal/Thoriq).
Nomor ganda campuran emas direbut pasangan Fadil T/Adelia (Amplas) setelah menang atas pasangan Satrio Wibowo/ Nia A (Johor) dengan skor 21-18, 21-17. Perunggu bersama diraih kontingen Medan Denai atas nama M Fadlan/ Aprilian dan Kelvin/Salsabila.
Sementara di nomor tunggal putri, Nia A (Johor) meraih emas usai di final menang atas Adelia (amplas) dengan skor 18-21, 21-10, 21-13. Sedangkan medali perunggu bersama menjadi milik Salsabila (Denai) dan Nurhidayah (perjuangan).
Sedangkan nomor beregu diraih Medan Timur usai di final kalahkan Medan Johor dengan skor 2-1. Sedangkan medali perunggu bersama menjadi milik Medan Denai dan Medan Labuhan.
Koordinator KONI Kecamatan Medan Denai, Widodo mengucapkan terima kasih kepada pebulutangkis yang telah meraih medali sekaligus membawa kontingen Denai tampil juara umum. Menurut Widodo, cabor ini memang dari awal Cabor andalan di Porkot tahun ini. "Dari tahun ke tahun di ajang Porkot, bulutangkis memang konsisten sumbangkan emas. Ini menandakan bahwa pembinaan atlet di klub berjalan baik. Termasuk berkat kekompakan pengurus dalam menjalankan roda organisasi." jelas Widodo.
Wakil ketua KONI Medan bidang prestasi Siegfried mengatakan, dari hasil Porkot tahun ini menunjukkan bahwa kekuatan Cabor bulutangkis di setiap kecamatan sudah merata. Hal itu dilihat dominasi Medan Timur tidak begitu jauh dengan kecamatan lainnya. "Kita patut berbangga karena hampir semua kecamatan meraih emas. Ini kan berkat pembinaan yang baik dilakukan KONi kecamatan maupun klub. Kita harapkan setelah Porkot mereka terus lakukan intens latihan untuk persiapan di ajang Porwil dan Porprovsu 2018," ucapnya.
Sementara itu, ketua PBSI Kota Medan H Thamrin mengucapkan terima kasih atas dukungan KONI Medan yang setiap tahunnya melaksanakan Porkot. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi seluruh atlet, demi meraih prestasi terbaik di even yang lebih tinggi. Termasuk kesempatan bagi PBSI untuk menjaring atlet hingga pelosok daerah, yang selama ini tidak dilirik. "Porkot merupakan salah satu ajang untuk mengevaluasi dan mengukur sejauh mana kemampuan atlet. Ini tentu salah satu bagian dari proses pembinaan yang baik. Kita berharap Porkot ini terus dilaksanakan tiap tahunnya." harap Thamrin.
Sebelumnya, pada Porkot Medan 2017, Cabor bulutangkis diikuti 120 atlet putra/putri dari 19 kecamatan Se Kota Medan. Pertandingan berlangsung mulai 11-14 September.
Medan Marelan dan Deli Juara Umum Basket Porkot
GM News-Medan. Kecamatan Medan Marelan dan Deli menjadi juara umum bersama Porkot Medan IX/2017 cabor basket yang berakhir, Kamis (14/9) di Gor Pradipa Medan Perguruan DR Wahidin Sudirohusodo. Kedua kecamatan tersebut masing-masing mengumpulkan satu emas.Emas untuk Medan Marelan didapat dari final kategori putri usia mengalahkan Polonia 45-14. Sementara emas bagi Medan Deli diraih di final kategori putra setelah mengalahkan Polonia dengan skor 56-33.
Sementara Medan Polonia harus puas di posisi 3 dengan 2 perak. Posisi tiga ditempati Area dan Barat yang masing-masing meraih 1 perunggu.
Ketua KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani didampingi Ketua panitia Porkot Medan IX/2017, Suirwan, mengapresiasi panitia yang sukses menggelar pertandingan basket di Porkot dengan sangat baik. Tidak lupa, dia juga memuji semangat dari para atlet yang terus berjuang untuk menjadi atlet terbaik.
"Selamat kepada para pemenang, jangan cepat puas dan tetap lah berlatih keras. Begitu juga bagi yang kalah, masih banyak event ke depan yang harus dihadapi, jadi tetaplah berlatih," ujarnya saat acara penutupan.
Koordinator pertandingan basket Porkot Medan, Suhaib Hasibuan melaporkan, event kali ini diikuti sebanyak 224 atlet yang terbagi 132 atlet putra dan 92 putri. Adapun tim yang bertanding terdiri dari 11 tim putra dan 8 putri.
"Pertandingan berlangsung 5 hari. Dari event ini memang momennya untuk regeerasi atlet di mana atlet-atlet terbaik saat ini bermain di Popnas dan Kejurnas," katanya. "Sejauh ini hasilnya sangat bagus, banyak atlet baru yang begitu potensial. Ini bagus untuk perkembangan basket selanjutnya," tutupnya.
Medan Kota Pertahankan Juara Umum Wushu
GM News-Medan. Kontingen Medan Kota memastikan tampil sebagai juara umum cabang olahraga wushu Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan IX/2017, yang dilangsungkan di Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI) Jalan Plaju Medan, Jumat (15/9).
Kontingen Medan Kota tampil sebagai pengumpul medali terbanyak setelah meraih dua medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Hasil tersebut
sekaligus mempertahankan gelar juara umum Porkot tahun lalu, ketika itu kontingen Medan Kota tampil sebagai pengumpul medali terbanyak dengan dua medali emas, dan dua perak, dan satu perunggu Urutan kedua ditempati kontingen Medan Baru dengan dua medali emas. Kontingen Medan Maimun menempati urutan ketiga setelah meraih dua medali emas. Kontingen Medan Timur berada di urutan keempat dengan
satu medali emas, dua perak dan tiga perunggu.
Medali emas kontingen Medan Kota keduanya dipersembahkan Trisha Luvvent yang memenangi nomor taiji quan 24 putri dan taiji quan 42 putri. Untuk nomor taiji quan 24 putri, Trisha Luvvent mengumpulkan nilai 8,62, sedangkan pada nomor taiji quan 42 putri, Trisha Luvvent mengemas nilai 8,65. Medali perak nomor taiji quan 24 putri dimenangkan Fany Rahmah dari Medan Timur dengan nilai 8,52, dan medali perunggu diraih Natasha Salim dari Medan Kota dengan nilai 8,4. Medali perak nomor dan taiji quan 42 putri diraih Fany Rahmah dari Medan Timur dengan nilai 8,55, dan perunggu dimenangkan Natasha Salim dengan nilai 8,45.
Ketua Pengcab Wushu Indonesia (WI) Medan Darsen Song usai pertandingan itu mengatakan, pihaknya merasa bangga kekuatan wushu di kota Medan sekarang ini menyebar di beberapa kecamatan. "Kontingen Medan Kota memang berhasil mempertahankan gelar juara umum, tetapi untuk peringkat di bawahnya ada pergeseran. Hal ini membuktikan bahwa kecamatan-kecamatan lain lebih serius mempersiapkan atlet-atlet wushu," katanya.
Darsen Song juga merasa bangga karena pelaksanaan Porkot Medan tahun ini jumlah peserta mengalami peningkatan cukup tajam sehingga pesertanya mencapai 170 atlet. "Jumlah peserta tersebut menunjukkan bahwa atlet wushu kini sudah tersebar di hampir sebagian besar kecamatan di kota Medan," katanya.
Pelaksanaan Porkot 2017 cabang olahraga wushu juga dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Prestasi KONI Medan Sigfried, Kabid Binpres KONI Medan Bambang Riyanto, dan Wakabid Humas Faisal Pardede.
Kontingen Medan Kota tampil sebagai pengumpul medali terbanyak setelah meraih dua medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Hasil tersebut
sekaligus mempertahankan gelar juara umum Porkot tahun lalu, ketika itu kontingen Medan Kota tampil sebagai pengumpul medali terbanyak dengan dua medali emas, dan dua perak, dan satu perunggu Urutan kedua ditempati kontingen Medan Baru dengan dua medali emas. Kontingen Medan Maimun menempati urutan ketiga setelah meraih dua medali emas. Kontingen Medan Timur berada di urutan keempat dengan
satu medali emas, dua perak dan tiga perunggu.
Medali emas kontingen Medan Kota keduanya dipersembahkan Trisha Luvvent yang memenangi nomor taiji quan 24 putri dan taiji quan 42 putri. Untuk nomor taiji quan 24 putri, Trisha Luvvent mengumpulkan nilai 8,62, sedangkan pada nomor taiji quan 42 putri, Trisha Luvvent mengemas nilai 8,65. Medali perak nomor taiji quan 24 putri dimenangkan Fany Rahmah dari Medan Timur dengan nilai 8,52, dan medali perunggu diraih Natasha Salim dari Medan Kota dengan nilai 8,4. Medali perak nomor dan taiji quan 42 putri diraih Fany Rahmah dari Medan Timur dengan nilai 8,55, dan perunggu dimenangkan Natasha Salim dengan nilai 8,45.
Ketua Pengcab Wushu Indonesia (WI) Medan Darsen Song usai pertandingan itu mengatakan, pihaknya merasa bangga kekuatan wushu di kota Medan sekarang ini menyebar di beberapa kecamatan. "Kontingen Medan Kota memang berhasil mempertahankan gelar juara umum, tetapi untuk peringkat di bawahnya ada pergeseran. Hal ini membuktikan bahwa kecamatan-kecamatan lain lebih serius mempersiapkan atlet-atlet wushu," katanya.
Darsen Song juga merasa bangga karena pelaksanaan Porkot Medan tahun ini jumlah peserta mengalami peningkatan cukup tajam sehingga pesertanya mencapai 170 atlet. "Jumlah peserta tersebut menunjukkan bahwa atlet wushu kini sudah tersebar di hampir sebagian besar kecamatan di kota Medan," katanya.
Pelaksanaan Porkot 2017 cabang olahraga wushu juga dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Prestasi KONI Medan Sigfried, Kabid Binpres KONI Medan Bambang Riyanto, dan Wakabid Humas Faisal Pardede.
Selasa, September 12, 2017
Perbakin Apresiasi KONI Medan
GM News-Medan. Ketua Harian Perbakin Sumut Musa Idishah menyambut baik
dan memberi apresiasi atas konsistensi KONI Medan dalam menggelar Porkot
Medan 2017.
Menurut
pria yang akrab disapa Doddy ini, event seperti Porkot Medan sangat
besar manfaatnya bagi perkembangan atlet di kota Medan, terutama dalam
menjaring bibit-bibit atlet potensial.
Bagi Perbakin sendiri,
tambah Doddy, dengan adanya gelaran Porkot, maka akan semakin memudahkan
pengurus dalam mendapatkan atlet berbakat. "Bagi atlet tembak sendiri,
ajang Porkot menjadi ajang bagi mereka untuk mengetahui sejauh mana
hasil sarj latihan mereka selama ini. Perhelatan Porkot harus
tetapvterus dilaksanakan dan sebaiknya ditingkatkan lagi," ujar Doddy,
Selasa (12/9).
Wakil
Ketua Pengcab Perbakin Medan Wilson Haryanto didampingi Sekretaris M
Ilham dan Ketua Bidang Target Perbakin Sumut Dandy Leonardi,
menambahkan, Porkot Medan memang sudah masuk ke dalam program kerja
Perbakin Medan. karena itu, Porkot menjadi salah satu ajang seleksi bagi
atlet-atlet tembak Medan dalam menghadapi berbagai kejuaran.
"Untuk
tahun ini Porkot dijadikan salah satu ajang seleksi bagi para atlet
tembak Medan yang akan mengikuti Kejurnas Jakarta Anniversary XXIV 2017
yang berlangsung 24 September di Jakarta," kata Wilson.
Cabang
menembak Porkot 2017 dibuka Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani,
Selasa (22/9), yang juga mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan
Perbakin dalam upaya lebih memasyarakatkan olahraga menembak kepada
masyarakat terutama pada kalangan muda.
"Berbagai
kejuaraan menembak yang digelar Perbakin juga dinilai sangat positif,
selain akan menambah jam terbang atlet, juga semakin memancing animo
masyarakat untuk menggeluti olahraga ini," jelas Eddy saat meninjau
pelaksanaan pertandingan didampingi Ketua PB Porkot Medan 2017 Suirwan
serta pengurus KONI Medan Sigfried, dan Rotua Sibagariang.
Salah
satu bukti semakin berkembangnya olahraga itu adalah dengan banyaknya
peserta yang turut bertanding pada Porkot Medan cabor yang saat ini
sedang berlangsung. "Kita sangat mengapresiasi Perbakin Medan yang
terus secara berkesinambungan melakukan pembinaan kepada atlet. Itu
tentunya sangat potensial melahirkan atlet berkualitas karena dengan
makin banyak mereka mengikuti pertandingan, maka kemampuan mereka
semakin terasah," katanya.
Porkot Catur 2017
Medan Tembung Pertahankan Juara
GM News-Medan. Kecamatan Medan Tembung berhasil mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2017 cabang olahraga catur di Gedung Barasokai (Aula Kantor Camat Medan Area) Jl Rahmadsyah Medan, Selasa (12/9).
Medan Tembung tampil sebagai juara umum setelah mengoleksi 3 medali emas, 4 medali perak, dan 3 perunggu. Posisi kedua ditempati kecamatan Medan Maimun dengan 2 emas dan 1 perunggu. pada posisi ke tiga ditempati kecamatan Medan Denai dengan 1 emas dan 3 perak.
Selanjutnya, diposisi keempat dihuni kecamatan Medan Helvetia dengan 1 emas. Sedangkan diposisi kelima dan keenam ditempati kecamatan Medan Johor dan Medan Petisah dengan mengoleksi masing-masing 2 medali perungggu.
Ketua Panitia pelaksana yang juga sekretaris Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Medan Widodo mengatakan, pelaksanaan Porkot 2017 cabor catur pada tahun ini berjalan lancar dan tertib, para peserta terlihat bersemangat dan antusias. "Semua peserta terlihat begitu bersemangat dan antusias," kata Widodo.
Dikatakan Widodo, melalui Porkot ini pihaknya akan terus berusaha untuk menggali bibit atlet catur berkualitas, yang nantinya akan mengharumkan nama kota Medan sebagai kota atlet.
Adapun jumlah peserta pada Porkot 2017 cabor catur ini yakni 94 atlet dan mempertandingkan nomor catur klasik putra senior, nomor senior putra cepat, nomor junior putra, nomor junior putri, senior putri catur cepat, dan senior putri catur klasik.
Senin, September 11, 2017
Helvetia Dominan di Kempo
GM News-Medan. Kecamatan Medan Helvetia tampil dominan pada cabang kempo Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2017 yang digelar di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo Ujung, Minggu (10/9). Helvetia berhasil mengumpulkan 8 emas, 4 perak dan 9 perunggu.Medali emas Helvetia disumbangkan Rahmad Ramadiansyah dari randori putra kelas 50-55 kg, Ridho Saragih di nomor randori putra kelas 55-60 kg, Raditya Ismoyo di nomor randori kelas 60-65 kg. Emas lainnya disumbangkan Khoirunisa di nomor randori putri 51-54 kg senior, Megananda di nomor randori kelas plus 54 kg senior, Cherly Marlily di nomor randori putri kelas 45-48 kg, Maya Andini di nomor randori kelas 51-54 kg dan embu beregu campuran.
Raihan Medan Helvetia ini unggul jauh dari Medan Perjuangan dengan 2 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Medan Sunggal berada di posisi ketiga dengan raihan 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Medan Tuntungan berada di posisi keempat dengan 2 emas dan 1 perunggu.
Ketua Pengcab Perkemi Medan, Jovan Imanta Kristia yang hadir menyaksikan pertandingan mengaku gembira melihat antusias peserta. "Kita sangat senang, karena para atlet sangat antusias bertanding. Mereka sangat bersemangat meraih juara," ujar Jovan didampingi sekretaris Jhon Piter.
Jovan mengungkapkan, dia juga gembira karena peserta Porkot kali ini meningkat tajam. Tahun ini, cabang kempo diikuti 120 atlet dari 13 kecamatan. "Ini menunjukkan kempo semakin berkembang dan diminati masyarakat Kota Medan," paparnya.
Dia berharap meningkatnya jumlah peserta ini, ikut berpengaruh dengan munculnya atlet-atlet berbakat. "Kita berharap even ini bisa memunculkan atlet-atlet berbakat, yang nantinya dibina dan mengharumkan nama Kota Medan," pungkasnya.
Medan Timur Juara Umum Tinju Porkot
GM News-Medan. Torehan 3 emas, 5 perak dan 3 perunggu mengantarkan Kecamatan Medan Timur sebagai juara umum Porkot Medan IX/2017 cabang olahraga tinju yang berakhir Senin (21/9) di PPLP Sumut. Runner-up diisi oleh Medan Denai dengan 3 emas dan 2 perunggu, diikuti Medan Helvetia 2 emas dan 3 perak.
Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani yang hadir langsung menyaksikan dan mengalungkan medali, mengapresiasi suksesnya Porkot Medan cabor tinju di mana antusias para peserta cukup baik dalam bersaing merebut medali. Diharapkan, dari pegelaran tersebut mampu melahirkan petinju-petinju berbakat yang nantinya meraih prestasi pada Porprovsu mendatang.
"Banyaknya potensi petinju yang muncul akan menjadi modal bagus untuk pembinaan ke depannya. Saya ingatkan untuk terus berlatih mengejar prestasi karena ke depan akan banyak event lainnya," ucap Eddy yang juga Sekum Pertina Sumut itu.
Dalam kesempatan itu, Eddy juga memuji kinerja panitia pelaksana yang mampu menggelar Porkot cabor tinju sehingga selesai dengan baik. "Semoga event selanjutnya tetap dan akan selalu baik," lanjutnya.
Sementara Pelatih tinju Medan Timur, Nazaruddin Lubis mengaku puas dengan keberhasilan anak didiknya meraih prestasi maksimal dalam event tersebut. Dia pun melihat motivasi atlet sangat baik sehingga itu kunci keberhasilan menjadi juara umum sekaligus mempertahankan prestasi pada Porkot sebelumnya.
"Sebelumnya tanpa target, saya cuma motivasi atlet agar terus fokus dalam berlatih. Itu lah persiapan yang kami lalukan, latihan dan latihan sehingga mereka memang benar-benar siap," jelasnya.
Adapun petinju Medan Timur yang meraih medali emas yakni, Rasyidin Angkat (46 Kg), Yusuf Harifa (49 Kg) dan Andi Siregar (56 Kg) untuk peraih emas. Sementara perak diraih Julius Sibarani (60 kg), Pungu Sintinjah (69 Kg), Rano Karno Siburian (81 Kg), Tri Yola (45 Kg pi) dan Dea Ananda (54 Kg pi). Perunggu diraih oleh Jeremia Purba (52 kg), Dimas Pratama (75 kg) dan Murni Ayu Mendrofa (48 kg).
Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani yang hadir langsung menyaksikan dan mengalungkan medali, mengapresiasi suksesnya Porkot Medan cabor tinju di mana antusias para peserta cukup baik dalam bersaing merebut medali. Diharapkan, dari pegelaran tersebut mampu melahirkan petinju-petinju berbakat yang nantinya meraih prestasi pada Porprovsu mendatang.
"Banyaknya potensi petinju yang muncul akan menjadi modal bagus untuk pembinaan ke depannya. Saya ingatkan untuk terus berlatih mengejar prestasi karena ke depan akan banyak event lainnya," ucap Eddy yang juga Sekum Pertina Sumut itu.
Dalam kesempatan itu, Eddy juga memuji kinerja panitia pelaksana yang mampu menggelar Porkot cabor tinju sehingga selesai dengan baik. "Semoga event selanjutnya tetap dan akan selalu baik," lanjutnya.
Sementara Pelatih tinju Medan Timur, Nazaruddin Lubis mengaku puas dengan keberhasilan anak didiknya meraih prestasi maksimal dalam event tersebut. Dia pun melihat motivasi atlet sangat baik sehingga itu kunci keberhasilan menjadi juara umum sekaligus mempertahankan prestasi pada Porkot sebelumnya.
"Sebelumnya tanpa target, saya cuma motivasi atlet agar terus fokus dalam berlatih. Itu lah persiapan yang kami lalukan, latihan dan latihan sehingga mereka memang benar-benar siap," jelasnya.
Adapun petinju Medan Timur yang meraih medali emas yakni, Rasyidin Angkat (46 Kg), Yusuf Harifa (49 Kg) dan Andi Siregar (56 Kg) untuk peraih emas. Sementara perak diraih Julius Sibarani (60 kg), Pungu Sintinjah (69 Kg), Rano Karno Siburian (81 Kg), Tri Yola (45 Kg pi) dan Dea Ananda (54 Kg pi). Perunggu diraih oleh Jeremia Purba (52 kg), Dimas Pratama (75 kg) dan Murni Ayu Mendrofa (48 kg).
Amplas Pertahankan Juara Senam Porkot 2017
GM News-Medan. Para pesenam Kecamatan Medan Amplas berhasil mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan IX 2017 cabang olahraga (cabor) senam, yang berakhir Minggu (10/9), di Gedung Senam Prof Drs Jepta Hutabarat, Jalan GM Panggabean, Teladan Medan.
Kecamatan Medan Amplas tampil sebagai juara umum setelah mengoleksi 14 medali emas, 4 perak dan 7 perunggu. Posisi kedua diraih Medan Denai dengan raihan 3 emas, 10 perak dan 6 perunggu, kemudian disusul Medan Kota ditempat ketiga dengan 2 emas, 7 perak dan 2 perunggu.
Kemudian di posisi keempat Medan Tembung dengan 2 emas, 3 perak dan 1 perunggu, Medan Area di tempat kelima dengan raihan 2 emas, 1 perak dan 7 perunggu serta posisi keenam Medan Polonia dengan 2 emas. Sedang Medan Petisah belum mampu mendulang medali.
Porkot Medan IX 2017 cabor senam yang berlangsung sehari penuh ini diikuti sebanyak 50 pesenam putra dan putri berasal dari 7 kecamatan yakni Medan Amplas, Medan Denai, Medan Tembung, Medan Petisah, Medan Kota, Medan Area, dan Medan Polonia, serta mempertandingkan 19 nomor yakni Artistik putra 8 nomor, artistik putri 5 nomor serta ritmik 6 nomor.
Sekretaris Panitia Pelaksanakan Porkot Medan IX 2017 Cabor Senam Safrizal mengucapkan terimakasih kepada para orang tua, wasit, pelatih serta atlet yang telah berpartisipasi, sehingga penyelenggaraan even ini berlangsung sukses.
“Selamat kepada pesenam yang tampil sebagai juara, dan yang belum berhasil anggaplah ini keberhasilan yang tertunda dan terus berlatih yang giat agar kelak mampu meraih prestasi yang diinginkan,” katanya.
Dikatakan, pihaknya juga akan terus berusaha untuk menjadikan Kota Medan sebagai “Kota Atlet” sesuai harapan Walikota Medan serta KONI Medan. “Ini kita buktikan dimana kontingen senam Sumut yang akan tampil di Popnas Semarang semua pesenam Kota Medan,” ujarnya.
Untuk itu, Safrizal berharap agar insentif para atlet yang selama ini telah diberikan KONI Medan hendaknya dipertahankan. Karena hal ini sebagai pelejut bagi atlet untuk terus berlatih.
Kecamatan Medan Amplas tampil sebagai juara umum setelah mengoleksi 14 medali emas, 4 perak dan 7 perunggu. Posisi kedua diraih Medan Denai dengan raihan 3 emas, 10 perak dan 6 perunggu, kemudian disusul Medan Kota ditempat ketiga dengan 2 emas, 7 perak dan 2 perunggu.
Kemudian di posisi keempat Medan Tembung dengan 2 emas, 3 perak dan 1 perunggu, Medan Area di tempat kelima dengan raihan 2 emas, 1 perak dan 7 perunggu serta posisi keenam Medan Polonia dengan 2 emas. Sedang Medan Petisah belum mampu mendulang medali.
Porkot Medan IX 2017 cabor senam yang berlangsung sehari penuh ini diikuti sebanyak 50 pesenam putra dan putri berasal dari 7 kecamatan yakni Medan Amplas, Medan Denai, Medan Tembung, Medan Petisah, Medan Kota, Medan Area, dan Medan Polonia, serta mempertandingkan 19 nomor yakni Artistik putra 8 nomor, artistik putri 5 nomor serta ritmik 6 nomor.
Sekretaris Panitia Pelaksanakan Porkot Medan IX 2017 Cabor Senam Safrizal mengucapkan terimakasih kepada para orang tua, wasit, pelatih serta atlet yang telah berpartisipasi, sehingga penyelenggaraan even ini berlangsung sukses.
“Selamat kepada pesenam yang tampil sebagai juara, dan yang belum berhasil anggaplah ini keberhasilan yang tertunda dan terus berlatih yang giat agar kelak mampu meraih prestasi yang diinginkan,” katanya.
Dikatakan, pihaknya juga akan terus berusaha untuk menjadikan Kota Medan sebagai “Kota Atlet” sesuai harapan Walikota Medan serta KONI Medan. “Ini kita buktikan dimana kontingen senam Sumut yang akan tampil di Popnas Semarang semua pesenam Kota Medan,” ujarnya.
Untuk itu, Safrizal berharap agar insentif para atlet yang selama ini telah diberikan KONI Medan hendaknya dipertahankan. Karena hal ini sebagai pelejut bagi atlet untuk terus berlatih.
Denai Kuasai Judo Porkot IX 2017
GM News-Medan.Medan Denai sukses menguasai cabang judo Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan ke IX yang digelar di Gor SPN Sampali, Minggu (10/9). Pejudo Medan Denai berhasil meraih 5 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Medali emas pertama Medan Denai diraih dikelas -40 kg putri melalui pejudonya Rania Syahida, perak direbut Adella Lira dari Medan Tembung dan perunggu Andini Dwi Ramadhani dari Medan Timur.
Emas kedua kedua Medan Denai disumbangkan Novi Miranda Tanjung dikelas -52 kg putri yang mengalahkan pejudo Suci Chalista dari Tembung yang harus puas dengan medali perak. Medali perunggu dikelas ini diraih Aisya dari Medan Timur.
Di putra kelas -40 kg, Medan Denai menempatkan medali emas melalui pejudonya Jonathan Vigo Marbun, perak direbut Daffa Zendriano dari Medan Perjuangan. Sedangkan perunggu bersama masing-masing direbut Burju A Nainggolan (Medan Denai) dan Naufal Raihan Iskandar (Medan Timur).
Dikelas -55 kg putra dominasi Medan Denai semakin tidak terbendung dengan keberhasilan M Okky W merebut emas disusul perak oleh Yehezkiel Dwi Febrian Luwe (Medan Marelan) dan perunggu bersama yang direbut Lulu Fajar Simare-Mare (Medan Tembung) dan Timotius A Purtra (Medan Area).
Puncaknya dikelas +73 kg putra pejudo Medan Denai, Hartawan Darmawangsa berhasil menuntaskan perlawanan atlet Medan Marelan, Muhammad S yang harus puas dengan medali perak. Sedangkan perunggu diduduki M Reyhan Fuady (Medan Kota) dan Muhammad Arif (Medan Barat).
Tambahan 1 perak Medan Denai dipersembahkan Yona Tasya P Lubis dikelas +70kg putri. Runer up cabang Judo IX 2017 ini diraih Medan Marelan dengan 4 emas, 3 perak.
Disusul Medan Timur 1 emas, 1 perak dan 8 perunggu. Medan Kota 1 emas 1 perak dan 1 perunggu. Disusul diperingkat 5 besar yang diduduki Medan Barat dengan 1 emas dan 4 perunggu. Dan Medan Tembung diposisi 6 dengan 3 perak dan 2 perunggu.
Sedangkan Medan Amplas, Medan Perjuangan dan Medan Sunggal menempati posisi 7 hingga 9 dengan mengemas masing-masing 1 perak. Menyusul Medan Area dan Medan Helvetia yang meraih 1 perunggu. Untuk Kecamatan Medan Petisah, Medan Selayang dan Medan Tuntungan gagal mendapatkan medali.
Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Medan, Hugeng didampingi sekertaris Andreas Yus mengatakan, hasil yang telah diraih pejudonya diajang Porkot tahun ini akan dijadikan evaluasi guna mempersiaplan tim dalam menghadapi Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) pada November 2017 mendatang.
"Kita tengah mempersiapkan atlet dan diharapkan dengan pencapaian yang didapat di Porkot kali ini, Pengkot PJSI Medan siap melakukan pembenahan dan penambaham skill bagi atlet yang akan kita turunkan diajang Kejurwil se-Sumatera,"ucapnya.
Medali emas pertama Medan Denai diraih dikelas -40 kg putri melalui pejudonya Rania Syahida, perak direbut Adella Lira dari Medan Tembung dan perunggu Andini Dwi Ramadhani dari Medan Timur.
Emas kedua kedua Medan Denai disumbangkan Novi Miranda Tanjung dikelas -52 kg putri yang mengalahkan pejudo Suci Chalista dari Tembung yang harus puas dengan medali perak. Medali perunggu dikelas ini diraih Aisya dari Medan Timur.
Di putra kelas -40 kg, Medan Denai menempatkan medali emas melalui pejudonya Jonathan Vigo Marbun, perak direbut Daffa Zendriano dari Medan Perjuangan. Sedangkan perunggu bersama masing-masing direbut Burju A Nainggolan (Medan Denai) dan Naufal Raihan Iskandar (Medan Timur).
Dikelas -55 kg putra dominasi Medan Denai semakin tidak terbendung dengan keberhasilan M Okky W merebut emas disusul perak oleh Yehezkiel Dwi Febrian Luwe (Medan Marelan) dan perunggu bersama yang direbut Lulu Fajar Simare-Mare (Medan Tembung) dan Timotius A Purtra (Medan Area).
Puncaknya dikelas +73 kg putra pejudo Medan Denai, Hartawan Darmawangsa berhasil menuntaskan perlawanan atlet Medan Marelan, Muhammad S yang harus puas dengan medali perak. Sedangkan perunggu diduduki M Reyhan Fuady (Medan Kota) dan Muhammad Arif (Medan Barat).
Tambahan 1 perak Medan Denai dipersembahkan Yona Tasya P Lubis dikelas +70kg putri. Runer up cabang Judo IX 2017 ini diraih Medan Marelan dengan 4 emas, 3 perak.
Disusul Medan Timur 1 emas, 1 perak dan 8 perunggu. Medan Kota 1 emas 1 perak dan 1 perunggu. Disusul diperingkat 5 besar yang diduduki Medan Barat dengan 1 emas dan 4 perunggu. Dan Medan Tembung diposisi 6 dengan 3 perak dan 2 perunggu.
Sedangkan Medan Amplas, Medan Perjuangan dan Medan Sunggal menempati posisi 7 hingga 9 dengan mengemas masing-masing 1 perak. Menyusul Medan Area dan Medan Helvetia yang meraih 1 perunggu. Untuk Kecamatan Medan Petisah, Medan Selayang dan Medan Tuntungan gagal mendapatkan medali.
Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Medan, Hugeng didampingi sekertaris Andreas Yus mengatakan, hasil yang telah diraih pejudonya diajang Porkot tahun ini akan dijadikan evaluasi guna mempersiaplan tim dalam menghadapi Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) pada November 2017 mendatang.
"Kita tengah mempersiapkan atlet dan diharapkan dengan pencapaian yang didapat di Porkot kali ini, Pengkot PJSI Medan siap melakukan pembenahan dan penambaham skill bagi atlet yang akan kita turunkan diajang Kejurwil se-Sumatera,"ucapnya.
Medan Selayang Juara Umum Cabor Sepatu Roda
GM News-Medan. Kontingen Kecamatan Medan Selayang berhasil keluar sebagai juara umum cabang olahraga sepatu roda Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2017, yang berkahir Minggu (10/9) sore di Lintasan Speatu Roda Cadika, Medan Johor.Medan Selayang tampil sebagai kampiun dengan menyabet medali 5 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Pundi-pundi emas Medan Selayang itu diraih Farrel Mohammad Al Ghazali dari nomor ITT 300 meter putra dan Farrahany Diva Az Zahra dari nomor ITT 300 meter putri.
Sementara emas Medan Selayang lainnya diraih Zahra Nabila di nomor sprint 1.000 meter putri, dan Rafa Anindya di nomor 1.000 meter putra. Sedang emas terakhir disumbangkan lewat nomor final 5.000 meter putra melalui M. Raihan Tambunan.
Tempat kedua diraih kontingen Kecamatan Medan Sunggal dengan torehan 3 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, sedangkan peringkat ketiga dengan torehan 2 emas, dan 1 perak diraih kontingen Kecamatan Medan Perjuangan.
Lalu peringkat keempat diraih Medan Area (1 emas, 2 perak), diikuti Medan Johor di tempat kelima (1 emas, 1 perak), dan Medan Helvetia di posisi keenam. Sedangkan peringkat ketujuh ditempati Medan Kota dan Medan Amplas dengan sama-sama meraih 2 perunggu, dan posisi terakhir ditempati Medan Tembung dengan 1 perunggu.
Perolehan medali cabor sepatu roda Porkot Medan 2017.
1. Medan Selayang (5-5-4)
2. Medan Sunggal (3-1-3)
3. Medan Perjuangan (2-1-0)
4. Medan Area (1-2-0)
5. Medan Johor (1-1-0)
6. Medan Helvetia (0-2-0)
7. Medan Kota dan Medan Amplas (0-0-2)
8. Medan Tembung (0-0-1)
KONI Medan Apresiasi Forki Medan
GM News-Medan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan memberikan apresiasi kepada Federasi Olahraga Karate-do Indonesia
(Forki) yang secara konsisten terus melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu mengharumkan nama daerah dikancah nasional maupun internasional.
Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H. Sibarani di Medan, Minggu, mengatakan, Forki dapat menjadi contoh bagi induk cabang olahraga lainnya di daerah itu, yang dengan konsisten terus secara berkesinambungan melakukan pembinaan, baik atlet senior terutama atlet usia dini.
"Kita pantas merasa bangga dengan Forki dibawah kepemimpinan Hasrul Benny Harahap SH MHum mampu terus melahirkan atlet berkualitas," katanya saat membuka Porkot Medan Cabang olahraga karate di GOR Mini Futsal Jalan Pancing Medan.
Ia juga mengatakan konsistensi Forki Medan juga ditunjukkan dengan banyaknya peserta yang mengikuti even tersebut yang berasal dari 21 kecamatan di Kota Medan.
Hal tersebut, lanjut dia, cukup membanggakan karena tujuan dari Porkot iitu semula adalah untuk lebih memasyarakatkan karate melalui tumbuh kembangnya berbagai dojo yang ada di kota itu yang muaranya adalah lebih banyak lagi lahir karateka-karateka handal dan berprestasi.
Ia berkeyakinan dengam banyaknya kejuaraan digelar, maka akan semakin menumbuhkembangkan minat kalangan muda untuk mendalami karate serta lebih mendongkrak prestasi dikemudian hari, baik tingkat daerah, nasional maupun internasional.
"Forki telah menyahuti apa yang Koni inginkan dalam melahirkan atlet berkualitas dan berprestasi. Namum kami harap jangan cepat merasa puas dengan apa yang telah divapai selama ini. Teruslah berbuat demi terwujutnya harapan kita bersama menjadikan Medan Kota Atlet," katanya.
Sementara pada kesempatan yang sama Ketua Forki Medan Hasrul Benny Hararap mengatakan kejuaraan tersebut diikuti 301 karateka dari 21 kecamatan yang hasilnya akan dijadikan acuan untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porwil dan Porprov tahun 2018.
"Seleksi masih tetap akan kita lakukan untuk menyiapkan atlet menghadapi Porwil dan Porprov nantinya. Namun tentunya atlet yang meraih medali di Porkot ini memiliki nilai tambah untuk lolos seleksi nantinya," katanya.
Hasrul juga menyampaikan apresiasinya kepada KONI Kota Medan yang terus secara rutin menggelar Porkot setiap tahun, yang tentunya sangat berdampak positif dalam upaya melahirkan bibit-bibit atlet handal terutama cabang olahraga karate.
"Karate telah jadi olahraga masyarakat di Medan dan itu semua tentunya berkat kerja keras kita semua dan kai akan terus berkoordinasi dengan KONI selaku pembina kami," sebutnya.
Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H. Sibarani di Medan, Minggu, mengatakan, Forki dapat menjadi contoh bagi induk cabang olahraga lainnya di daerah itu, yang dengan konsisten terus secara berkesinambungan melakukan pembinaan, baik atlet senior terutama atlet usia dini.
"Kita pantas merasa bangga dengan Forki dibawah kepemimpinan Hasrul Benny Harahap SH MHum mampu terus melahirkan atlet berkualitas," katanya saat membuka Porkot Medan Cabang olahraga karate di GOR Mini Futsal Jalan Pancing Medan.
Ia juga mengatakan konsistensi Forki Medan juga ditunjukkan dengan banyaknya peserta yang mengikuti even tersebut yang berasal dari 21 kecamatan di Kota Medan.
Hal tersebut, lanjut dia, cukup membanggakan karena tujuan dari Porkot iitu semula adalah untuk lebih memasyarakatkan karate melalui tumbuh kembangnya berbagai dojo yang ada di kota itu yang muaranya adalah lebih banyak lagi lahir karateka-karateka handal dan berprestasi.
Ia berkeyakinan dengam banyaknya kejuaraan digelar, maka akan semakin menumbuhkembangkan minat kalangan muda untuk mendalami karate serta lebih mendongkrak prestasi dikemudian hari, baik tingkat daerah, nasional maupun internasional.
"Forki telah menyahuti apa yang Koni inginkan dalam melahirkan atlet berkualitas dan berprestasi. Namum kami harap jangan cepat merasa puas dengan apa yang telah divapai selama ini. Teruslah berbuat demi terwujutnya harapan kita bersama menjadikan Medan Kota Atlet," katanya.
Sementara pada kesempatan yang sama Ketua Forki Medan Hasrul Benny Hararap mengatakan kejuaraan tersebut diikuti 301 karateka dari 21 kecamatan yang hasilnya akan dijadikan acuan untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porwil dan Porprov tahun 2018.
"Seleksi masih tetap akan kita lakukan untuk menyiapkan atlet menghadapi Porwil dan Porprov nantinya. Namun tentunya atlet yang meraih medali di Porkot ini memiliki nilai tambah untuk lolos seleksi nantinya," katanya.
Hasrul juga menyampaikan apresiasinya kepada KONI Kota Medan yang terus secara rutin menggelar Porkot setiap tahun, yang tentunya sangat berdampak positif dalam upaya melahirkan bibit-bibit atlet handal terutama cabang olahraga karate.
"Karate telah jadi olahraga masyarakat di Medan dan itu semua tentunya berkat kerja keras kita semua dan kai akan terus berkoordinasi dengan KONI selaku pembina kami," sebutnya.
Minggu, September 10, 2017
Porkot Medan 2017 Dibuka
Pemko Pertimbangkan Tambah Anggaran KONI Medan
GM News-Medan. Gong Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan IX/2017 resmi dibuka melalui upacara pembukaan di Stadion Teladan Medan, Sabtu (9/9/2017). Porkot kali ini, spesial karena digelar bersamaan dengan Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September.
Tak hanya itu, spesial juga milik KONI Kota Medan karena Pemko Medan pertimbangkan menambah anggaran tahun 2018 mendatang. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri. Mewakili Walikota Medan, T Dzulmi Eldin, dirinya membuka asa tambahan anggaran bagi KONI Medan 2018 mendatang. "Anggaran KONI Medan, kiranya dapat ditambah, tahun depan dapat dipertimbangkan dan itu saya kira tidak mustahil," ungkapnya saat membuka Porkot Medan IX/2017.
"Mati kita berdoa bersama, kiranya hal tersebut terwujud. Amin," tambahnya.
Sedangkan sambutan tertulis Walikota Medan, T Dzulmi Eldin yang disampaikannya, Porkot adalah perhelatan satu tahun sekali yang telah berlangsung kesembilan kalinya. Porkot ini juga perhatian pemerintah bersama KONI Medan, memperkenalkan Medan ditingkat nasional bahkan dunia. "Porkot titik kulminasi pembinaan olahraga sekaligus juga gambaran pembinaan bersama-sama yang dilaksanakan tiap kecamatan," ujarnya.
Katanya, Porkot kali ini juga menjadi spesial bagi atlet. Sebab, para juara menjadi wakil ibukota Sumatera Utara ini untuk tampil di Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu). "Ini sudah menjadi tradisi bagi Kota Medan, mengirimkan atletnya di tingkat provinsi," akunya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRR Kota Medan, Iswanda Nanda Ramli SE mengatakan, sudah sepatutnya anggaran pembinaan atlet oleh KONI Medan ditambah. Mengingat, pembinaan yang dilakukan demi terwujudnya cita-cita Kota Medan menjadi Kota Altet. "Kiranya, Walikota Medan agar memperhatikan anggaran KONI Medan. Karena Medan sebagai kota ketiga terbesar, memiliki anggaran yang jauh berbeda dibandingkan kota lain," sebut pria ya g akrab disapa Nanda itu.
"Saat ini, anggaran KONI Medan Rp9 miliar, sedangkan daerah lain seperti Surabaya sudah mencapai Rp20 miliar. Kiranya ini bisa menjadi pertimbangan," harapnya.
Apresiasi Walikota Medan
Porkot Medan yang telah digelar untuk ke-9 kalinya membuktikan perhatian Pemko Medan dan pembinaan atlet oleh KONI Medan berjalan maksimal. Tak ayal, apresiasi tinggi pun mengalir dari KONI Sumut.
Wakil Ketua Umum II, Sakiruddin SE mengatakan, pihaknya mengapresiasi tinggi Porkot Medan yang telah berlangsung ke-9 kalinya. Porkot Medan yang menjadi kalender tetap KONI Medan yang digelar tiap tahunnya juga berbeda dengan daerah lainnya. "Hanya kota Medan yang laksanakan Porkot yang sudah 9 kali. Kab/kota lain mengelar dua atau empat tahun sekali. Kami mengapresiasi yang tinggi kepada Walikota dan KONI Medan atas perhatian dan juga pembinaan terhadap olahraga," ujar Sakiruddin.
Katanya, dengan digelarnya Porkot Medan tiap tahunnya menjadikan ketatnya persaingan para atlet dan juga perkembangan dari pembinaan. "Porkot titik kulminasi tertinggi untuk melihat pembinaan atlet di kecamatan, akan tumbuh kembang klub-klub dan otomatis kompetisi olahraga akan lebih banyak," akunya.
Sakiruddin pun mengakui, jika atlet Medan mendominasi kontingen Sumut di PON Jawa Barat 2016 lalu, menjadi bukti bahwa Porkot Medan titik menghasilkan atlet berkualitas. "PON 2016 Medan menyumbangkan 60 persen atlet bagi kontingen Sumut. Ini merupakan bukti bahwasanya cita-cita Medan menjadi Kota Atlet ini sudah tampak langkah yang menghasilkan," pungkasnya.
Sedangkan Ketua KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani mengatakan ajang Porkot yang telah memasuki edisi ke 9 ini berkat dukungan walikota Medan dan semua pihak dalam membangun kebersamaan sudah terlaksana. Sejak Porkot pertama , elah berhasil lahirkan atlet Medan yang membela Sumut di nasional dan Indonesia di internasional. "Kepada dua atlet Medan Lindswell dan Juwita dapat emas Sea Games 2017 di Malaysia. Awalnya kita hadirkan, tapi mereka mengikuti Pelatnas untuk persiapan di kejuaraan dunia September ini," ujarnya.
Katanya, prestasi yang diperoleh ini, kiranya menjadi motivasi bagi atlet lainnya dan lebih baik di masa mendatang. "Apalagi Walikota Medan saat ini berada di kota Magelang dalam rangka menerima penghargaan olahraga tingkat nasional. Itu artinya penilaian pusat terhadap kota Medan secara umum telah menggeliat. Tapi kita jangan berpuas diri, dan meningkat di masa mendatang," harapnya.
Ketua panitia Suirwan mengatakan Porkot Medan diikuti 3.786 atlet dari 21 kecamatan dengan pertandingan 32 cabang olahraga serta cabang cricket sebagai laga eksibisi. "Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Porkot sesuai aturan dan tataran pelaksanaan," akhirnya.
Tak hanya itu, spesial juga milik KONI Kota Medan karena Pemko Medan pertimbangkan menambah anggaran tahun 2018 mendatang. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri. Mewakili Walikota Medan, T Dzulmi Eldin, dirinya membuka asa tambahan anggaran bagi KONI Medan 2018 mendatang. "Anggaran KONI Medan, kiranya dapat ditambah, tahun depan dapat dipertimbangkan dan itu saya kira tidak mustahil," ungkapnya saat membuka Porkot Medan IX/2017.
"Mati kita berdoa bersama, kiranya hal tersebut terwujud. Amin," tambahnya.
Sedangkan sambutan tertulis Walikota Medan, T Dzulmi Eldin yang disampaikannya, Porkot adalah perhelatan satu tahun sekali yang telah berlangsung kesembilan kalinya. Porkot ini juga perhatian pemerintah bersama KONI Medan, memperkenalkan Medan ditingkat nasional bahkan dunia. "Porkot titik kulminasi pembinaan olahraga sekaligus juga gambaran pembinaan bersama-sama yang dilaksanakan tiap kecamatan," ujarnya.
Katanya, Porkot kali ini juga menjadi spesial bagi atlet. Sebab, para juara menjadi wakil ibukota Sumatera Utara ini untuk tampil di Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu). "Ini sudah menjadi tradisi bagi Kota Medan, mengirimkan atletnya di tingkat provinsi," akunya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRR Kota Medan, Iswanda Nanda Ramli SE mengatakan, sudah sepatutnya anggaran pembinaan atlet oleh KONI Medan ditambah. Mengingat, pembinaan yang dilakukan demi terwujudnya cita-cita Kota Medan menjadi Kota Altet. "Kiranya, Walikota Medan agar memperhatikan anggaran KONI Medan. Karena Medan sebagai kota ketiga terbesar, memiliki anggaran yang jauh berbeda dibandingkan kota lain," sebut pria ya g akrab disapa Nanda itu.
"Saat ini, anggaran KONI Medan Rp9 miliar, sedangkan daerah lain seperti Surabaya sudah mencapai Rp20 miliar. Kiranya ini bisa menjadi pertimbangan," harapnya.
Apresiasi Walikota Medan
Porkot Medan yang telah digelar untuk ke-9 kalinya membuktikan perhatian Pemko Medan dan pembinaan atlet oleh KONI Medan berjalan maksimal. Tak ayal, apresiasi tinggi pun mengalir dari KONI Sumut.
Wakil Ketua Umum II, Sakiruddin SE mengatakan, pihaknya mengapresiasi tinggi Porkot Medan yang telah berlangsung ke-9 kalinya. Porkot Medan yang menjadi kalender tetap KONI Medan yang digelar tiap tahunnya juga berbeda dengan daerah lainnya. "Hanya kota Medan yang laksanakan Porkot yang sudah 9 kali. Kab/kota lain mengelar dua atau empat tahun sekali. Kami mengapresiasi yang tinggi kepada Walikota dan KONI Medan atas perhatian dan juga pembinaan terhadap olahraga," ujar Sakiruddin.
Katanya, dengan digelarnya Porkot Medan tiap tahunnya menjadikan ketatnya persaingan para atlet dan juga perkembangan dari pembinaan. "Porkot titik kulminasi tertinggi untuk melihat pembinaan atlet di kecamatan, akan tumbuh kembang klub-klub dan otomatis kompetisi olahraga akan lebih banyak," akunya.
Sakiruddin pun mengakui, jika atlet Medan mendominasi kontingen Sumut di PON Jawa Barat 2016 lalu, menjadi bukti bahwa Porkot Medan titik menghasilkan atlet berkualitas. "PON 2016 Medan menyumbangkan 60 persen atlet bagi kontingen Sumut. Ini merupakan bukti bahwasanya cita-cita Medan menjadi Kota Atlet ini sudah tampak langkah yang menghasilkan," pungkasnya.
Sedangkan Ketua KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani mengatakan ajang Porkot yang telah memasuki edisi ke 9 ini berkat dukungan walikota Medan dan semua pihak dalam membangun kebersamaan sudah terlaksana. Sejak Porkot pertama , elah berhasil lahirkan atlet Medan yang membela Sumut di nasional dan Indonesia di internasional. "Kepada dua atlet Medan Lindswell dan Juwita dapat emas Sea Games 2017 di Malaysia. Awalnya kita hadirkan, tapi mereka mengikuti Pelatnas untuk persiapan di kejuaraan dunia September ini," ujarnya.
Katanya, prestasi yang diperoleh ini, kiranya menjadi motivasi bagi atlet lainnya dan lebih baik di masa mendatang. "Apalagi Walikota Medan saat ini berada di kota Magelang dalam rangka menerima penghargaan olahraga tingkat nasional. Itu artinya penilaian pusat terhadap kota Medan secara umum telah menggeliat. Tapi kita jangan berpuas diri, dan meningkat di masa mendatang," harapnya.
Ketua panitia Suirwan mengatakan Porkot Medan diikuti 3.786 atlet dari 21 kecamatan dengan pertandingan 32 cabang olahraga serta cabang cricket sebagai laga eksibisi. "Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Porkot sesuai aturan dan tataran pelaksanaan," akhirnya.
Jumat, September 08, 2017
Porkot Medan IX/2017
3.876 Atlet Rebutkan 2.394 Medali
GM News-Medan. Sebanyak 2.394 medali diperebutkan 3.876 atlet yang tampil di Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan IX/2017 yang berlangsung 9 sampai 16 September dengan acara pembukaan di Stadion Teladan Sabtu sore.
Ketua Umum KONI Kota Medan Drs Eddy H Sibarani dalam keterangan persnya menyebutkan, 2.394 medali tersebut diperebutkan dari 460 nomor yang dipertandingkan. Sedangkan cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan sebanyak 32 cabor, ditambah arung jeram mengelar partai eksebisi.
"Dari total medali 2.394 total medali yang diperebutkan di Porkot nanti, dengan rincian 742 emas, 743 perak dan 910 medali perunggu," ungkap Eddy didampingi Ketua Panitia, Suirwan dan Ketua Humas KONI Medan Armansyah Thahir, di Aula KONI Medan, Komplek Stadion Teladan, Kamis (7/9/2017).
Eddy menyebutkan, Porkot kali ini, pihaknya menjadikan seleksi bagi atlet untuk memperkuat kontingen Kota Medan tampil Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) dan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2018. "Porkot kali ini dijadikan salah satu evaluasi atau penjaringan bagi atlet Medan untuk menghadapi kedua event tersebut," jelasnya.
Ketua Panitia, Suirwan menambahkan, ke-3.876 atlet tersebut merupakan kontingen dari 21 kecamatan se-Kota Medan. Jumlah ini belum termasuk official pertandingan mencapai 1.000 orang. "Mereka bertanding di 32 cabor yang dipertandingkan ditambah eksibisi arung jeram sebagai cabang yang baru bergabung di KONI Medan," jelasnya.
Soal pembukaan nanti, lanjutnya, akan dimeriahkan marching band, sejumlah artis Kota Medan, dan pertunjukan free style dari komunitas BMX. Hingga puncak acara, dimeriahkan artis dangdut ibukota, Sofia Dwi. "Juga dimeriahkan dengan senam massal 1.000 pelajar dan juga lucky draw untuk pengunjung yang hadir langsung menyaksikan acara pembukaan dengan hadiah utama satu unit sepeda motor," pungkasnya.
Persiapan acara pembukaan ungkap Suirwan dilakukan maksimal demi lancar dan sukses kegiatan, di mana pada Kamis (6/9) sore berlangsung gladi kotor dan akan berlanjut dengan gladi bersih pada Jumat (8/9) sore. “Kita berharap acara berjalan sukses dan tentu atas dukungan semua pihak, karena Porkot sudah menjadi ikon Kota Medan dan akan digelar untuk ke sembilan kalinya beruntun,” tandas Suirwan.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)







