Minggu, Juni 30, 2019

Medan Juara Umum, Wagubsu Berharap KONI Dorong Cabor Tertinggal

Tidak ada komentar :
GM-News. Kontingen Kota Medan dipastikan tampil sebagai juara umum Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) tahun 2019. Dari 14 cabang olahraga yang dipertandingkan, Medan total mengumpulkan 67 medali emas, 51 perak, 50 perunggu. Medan juga sukses kembali membawa pulang piala bergilir untuk kesekian kalinya.

Hasil ini juga lebih baik dari torehan medali Medan pada Porprovsu 2014, yang kala itu juga tampil sebagai juara umum dengan 66 emas, 34 perak, 37 perunggu. Tujuh dari 14 cabor yang dipertandingkan, Medan sukses tampil sebagai juara umum. Seperti cabang olahraga drum band, Medan juara umum dengan 5 medali emas, 1 perak, 1 perunggu. Kemudian Cabor biliar Medan kembali berjaya dengan 10 emas, 9 perak, 10 perunggu. Begitu juga di cabor angkat besi, berat, dan binaraga Medan mendominasi dengan 11 emas, 3 perak, 1 perunggu.

Selanjutnya di arena ring Tinju Medan kembali tampil sebagai juara umum dengan 4 emas, 3 perak, 2 perunggu. Bulutangkis Medan kembali perkasa dengan 5 emas, 5 perak, 2 perunggu. Begitu juga di cabor tarung, tim karate Medan juara umum usai menorehkan 10 emas, 11 perak, 6 perunggu. Serta cabor taekwondo Medan menyabet 7 keping medali emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Tim Voli putri Medan juga sukses menyumbangkan medali emas usai di final kalahkan Kabupaten Asahan.

Porprovsu tahun 2019 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, di Arena Astaka Pemprovsu Jalan pancing Medan, Sabtu (29/6) pagi. Musa Rajekshah menilai secara keseluruhan pelaksanaan Porprovsu berjalan sukses dan lancar. Menurut pria yang akrab disapa Ijeck ini, Porprovsu yang merupakan ajang pemanasan menuju Pra kualifikasi Pekan Olahraga nasional (PON) 2019, diharapkan para atlet bisa meningkatkan prestasi lebih baik daripada di ajang kali ini. Maka, Ijeck berharap Porprovsu bukan menjadi event tahunan saja, namun juga bisa melahirkan generasi atlet potensial. “Mudah – mudahan acara Porprov setiap dilaksanakan ada regenerasi atlet dan ada penambahan atlet dan medali bagi seluruh kabupaten/ kota di Sumut,” harap Ijeck.

Meski di satu sisi, Ijeck menyadari bahwa saat ini masih banyak venue cabor di Sumut belum sesuai dengan standart internasional. Menurut pria yang juga ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumut ini, keberadaan venue bertaraf internasional sangat diperlukan atlet. Selain mengangkat motivasi maupun memeacu atlet lebih giat berlatih, kehadiran venue bertaraf internasional sangat dibutuhkan Sumut sebagai persiapan menuju PON 2024 bersama Provinsi Aceh.

“Saya melihat saat ini kita sendiri bahwa Sumut venue olahraga kita belum lengkap ya dan belum standart internasional, begitu juga di Kabupaten dan Kota. Tapi, yang ada saat ini sudah cukup baik. Dengan nantinya kita akan membangun venue bertaraf internasional kita berkeyakinan pasti atlet ini lebih bersemangat dan lebih berlatih dan saya yakin atlet kita bertambah menuju PON saat kita menjadi tuan rumah menuju PON 2024,” ucap Ijeck.



Lebih lanjut dikatakan Ijeck, upaya yang terus dilakukan pemerintah provinsi agar terbangun venue bertaraf internasional adalah penyediaan lahan eks HGU seluas 200 hektar. Saat ini dikatakan Ijeck, sudah ada sinyal dari pemerintah pusat terkait penyerahan kembali lahan HGU eks PTPN II untuk pembangunan sport centre tuan rumah PON 2024.

“Sampai dengan saat ini untuk lahan eks HGU akan dikembalikan lagi kepada Pemprovsu oleh pemerintah pusat, tinggal waktu ekseskusinya aja tinggal dari pemerintah pusat. Mudah – mudahan secepatnya, karena menunggu arahan dari pemerintah pusat dan saya melihat suasananya tidak lewat dari tahun depan,” kata Ijeck.

DORONG CABOR TERTINGGAL

Selain persiapan menjadi tuan rumah yang baik dengan menyediakan sarana olahraga bertaraf internasional, proses pembinaan atlet potensial di semua cabor juga harus dilakukan sejak dini. Menurut Ijeck, sampai saat ini Sumut juga belum memfavoritkan cabor yang menjadi andalan meraup medali sebanyak – banyaknya di PON 2024. Ijeck justru berharap semua cabor bisa meraih prestasi terbaik di PON 2024, termasuk cabor yang sampai saat ini masih tertinggal dalam hal prestasi. Sehinga Ijeck berharap pada Porprovsu selanjutnya semua cabor bisa dipertandingkan agar Sumut memiliki pemerataan atlet hebat di semua cabang.

“Sampai dengan sekarang ini KONI sendiri tidak ada memfavoritkan satu cabang ya. Artinya semua cabang kita tetap optimis bisa menjuarai di kelasnya masing – masing. Mudah – mudahan cabor lain yang ketertinggalan itu yang mau kita dorong untuk dikembangkan supaya berprestasi di kancah nasional,” harap Ijeck.

PEMERATAAN MEDALI

Sementara ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, menilai Porprovsu tahun 2019  lebih baik dari sebelumnya, khususnya dari aspek persaingan untuk di sejumlah cabang olahraga. Jika sebelumnya kontingen Medan hampir mendominasi di semua cabor, namun tahun ini sudah terlihat adanya pergeseran kekuatan. Termasuk persaingan di klasemen perolehan medali salip menyalip perebutan posisi dua hingga sepuluh besar hingga hari terakhir Porprovsu terjadi.

“Yang pasti kalau kita lihat Porprovsu kali ini jauh lebih baik prestasi ateltnya. Karena pemerataan medali ktia sudah melihat. Dari ranking dua sampai sepuluh itu ada pemerataan. Medan berkurang, berati pemerataan ke seputar wilayah dekat Medan sangat besar perkembangannya. Kita lihat Deliserdang posisi dua, Karo ketiga, Binjai empat dan Tebingtinggi posisi ke lima. Ini kan daerah penyanggah Kota Medan. Saya yakin ini suatu prestasi, karena wilayah seputaran Kota Medan sudah bangkit kekuatannya,” jelasnya.

Sementara tampil sebagai runner up di ajang Porprovsu 2019 adalah Kabupaten Deliserdang dengan mengumpulkan 26 emas, 22 perak, 40 perunggu. Sementara Kabupaten Karo yang pada Porprovsu tahun 2014 adalah runner up, namun tahun ini harus turun ke peringkat tiga dengan 25 emas, 25 perak, 28 perunggu. Posisi keempat Binjai dengan 20 emas, 16 perak, 28 perunggu, serta Tebingtinggi melengkapi posisi lima besar Porprovsu dengan torehan 19 emas, 11 perak, dan 13 perunggu. (Joko Saputra)

Ribuan Peserta Ramaikan Pembukaan Porprovsu

Tidak ada komentar :
GM-News. Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprov Sumut) Tahun 2019 berlangsung meriah di Lapangan Astaka Pemprovsu, Pancing, Sabtu (22/6) pagi.

Parade barisan (defile) ribuan peserta dari 30 kontingen Kabupaten/Kota se Sumatera Utara turut meramaikan acara pembukaan tersebut.Ajang Multi even empat tahunan ini mempertandingan 14 cabang olahraga yang akan berlangsung hingga 29 Juni mendatang.

Kadispora Sumut Baharuddin Siagian yang hadir mewakili Gubernur Eddy Rahmayadi mengatakan bahwa Porprov Sumut merupakan cikal bakal untuk memilih atlet unggulan di Sumatera Utara.
Karena itu dia menekankan pada para atlet, wasit dan offisial harus menjunjung tinggi kejujuran dalam bertanding.

"Kita hidup harus jujur, buat apa menang tapi dengan cara tidak hormat. Jangan sampai nanti diikuti oleh generasi penerus. Tunjukkan kita Kuta adalah orang-orang yang jujur," ucapnya.

Baharuddin juga mengharapkan ajang Porprovsu tidak sekadar jadi rutinitas belaka. Namun juga menjadi tolak ukur pembinaan atlet di Sumatera Utara yang dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten.

Selain itu dia juga mengharapkan daerah jangan menghalalkan segala cara untuk juara. Termasuk memutasi atlet yang selama ini menjadi preseden buruk.

"Karena itu Porprovsu harus mengandalkan potensi real dari setiap kab/kota, lebih baik apa adanya. Kalau memang potensinya belum baik ya harus melahirkan bibit-bibit yang bagus dengan mencari berdasarkan talent scouting di daerahnya masing-masing," tegasnya.

Jumat, Juni 28, 2019

Binjai Akhiri Dominasi Karo di Cabor Atletik Porprovsu

Tidak ada komentar :
GM-News. Kontingen Binjai tampil sebagai juara umum cabang olahraga atletik, di Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019, yang berakhir di lintasan atletik Universitas Negeri Medan, Jumat (28/6) sore.

Binjai tampil sebagai juara umum dengan mengemas 8 medali emas, 6 perak, 5 perunggu. Pada hari terakhir, Binjai mampu menambah 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Dua emas disumbangkan melalui Fatimah Zahra di nomor 100 meter gawang putri dengan waktu tercepat 15,73 detik. Kemudian emas kedua dipersembahkan M Khairuddin Syahputra melalui nomor 110 meter gawang putra dengan catatan tercepat 14,65 detik.

Torehan ini sekaligus mematahkan dominasi Kabupaten Karo di Cabor atletik yang merupakan juara umum pada Porprovsu 2014 silam.

Ketua Pengkot PASI Binjai Budi Anshari Nasution, mengapresiasi keberhasilan kontingen menyabet juara umum. Mengingat pada Porprovsu tahun ini kontingen Binjai hanya ditargetkan minimal meraih 5 hingga 6 emas saja. Menurut Budi, kemenangan ini berkat kerja keras para atlet dan official yang melakukan persiapan matang di daerah.

"Kita pada Porprovsu tahun ini dengan keterbatasan yang ada tetap bisa meraih hasil maksimal yakni juara umum. Ini tentu berkat kerja keras semua, baik atlet, pelatih, dan pengurus cabang PASI Binjai. Semoga ke depan kita bisa meraih hasil lebih baik lagi," ucap Budi.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah mempersiapkan bonus kepada para peraih medali di Porprovsu 2019. Bonus ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi tambahan agar atlet bisa meraih hasil lebih baik di event - event lebih tinggi. "Saya selaku ketua PASI Binjai sudah siapkan bonus bagi Peraih medali. Peraih emas kita kucurkan bonus Rp 1 juta. Kemudian perak Rp 500 ribu dan perunggu Rp 300 ribu," ujarnya.

Budi pun berharap dengan prestasi membanggakan ini pemerintah Kota Binjai bisa memberikan dorongan dalam rangka pembinaan atlet. Terutama dukungan untuk terealisasinya bantuan  Tartan lintasan atletik, demi maksimalnya latihan para atlet.

"Kita berupaya mengharapkan bantuan Tartan lintasan atletik kepada pemerintah. Ini juga dalam upaya PASI Binjai untuk kembali menjaring atlet potensial demi mewujudkan Binjai sebagai kota atletik," harap pria yang juga pemimpin Bank Sumut cabang Binjai ini.

Sementara peraih emas di nomor 100 meter gawang putri Fatimah Zahra, tidak menyangka bisa meriah emas di Porprovsu perdananya. Menurut atlet berusia 17 tahun ini bahwa persaingan di Porprovsu tentu sengit, termasuk dari Kabupaten Karo yang selalu mendominasi.

"Saya tentu bangga dan tidak sangka bisa dapat emas. Karena lawan saya juga bagus kan. Intinya, saya tadi punya motivasi harus bisa lari secepat mungkin hingga garis finish," ucap Fatimah.

Hal yang sama juga dikatakan Khairuddin Syahputra penyumbang tiga emas bagi Binjai. Menurutnya, torehan ini memang sudah sesuai target awal. Meski diakui atlet Pelatda Pra PON Sumut ini persaingan pada Porprovsu tahun ini tentu lebih sengit. "Porprovsu ini adalah ajang pemanasan bagi saya sebelum mengikuti kejurnas dan juga Pra PON. Hasilnya maksimal. Apalagi di nomor lompat gawang catatan waktu saya lebih baik dari latihan sebelumnya," ucap Khairuddin.

Usai upacara pengalungan medali ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis didampingi Sekum KONI Sumut Chairul Azmi, Wakil ketua PB Porprovsu Prof Agung Sunarno mengatakan, pada Porprovsu tahun ini terjadi kejutan untuk perolehan medali. Jika sebelumnya cabor atletik hanya didominasi Karo dan Medan, namun Porprovsu 2019, sejumlah daerah seperti Asahan dan Binjai mulai menunjukkan dominasinya.

"Kita melihat persaingan di cabor atletik pada Porprovsu tahun ini mulai terlihat ada pemerataan. Kita berharap atlet terbaik dari hasil Porprovsu bisa mewakili Sumut di Pra PON tahun ini," ucap John.

Sementara juara umum Porprovsu 2014 Kabupaten Karo harus puas menduduki posisi runner up dengan 7 emas, 12 perak, 7 perunggu. Peringkat ketiga kontingen Asahan dengan 7 emas, 2 perak, 1 perunggu. Sementara tuan rumah Medan peringkat keempat dengan 3 emas, 6 perak, 6 perunggu. Tapsel posisi kelima dengan 3 emas, 2 perak, 5 perunggu. Peringkat keenam Delisersang dengan 3 emas, 2 perak, 3 perunggu. (Joko Saputra)

Medan Juara Umum Porprovsu

Tidak ada komentar :

Kontingen Kota Medan kembali mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019. Raihan medali Kota Medan jauh dari pesaing-pesaingnya.

Menurut data hingga Jumat (28/6) pukul 20.00 WIB, sebanyak 217 dari 227 medali emas telah diperebutkan. Artinya, masih ada 10 emas yang diperebutkan di sejumlah cabang olahraga.

Kota Medan telah mengumpulkan 65 emas, 50 perak dan 49 perunggu. Raihan tersebut tidak mungkin lagi dikejar oleh Deliserdang yang berada di posisi kedua dengan 26 emas, 21 perak dan 40 perunggu.

Posisi ketiga ditempati Karo dengan 22 emas, 24 perak dan 27 perunggu. Tebingtinggi berada di posisi keempat dengan 19 emas, 11 perak dan 13 perunggu. 

Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani menyambut hasil ini dengan gembira. Menurutnya, hasil ini merupakan perjuangan semua pihak.

"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kontingen Medan. Ini merupakan hasil maksimal dari pejuangan atlet Kota Medan," ujarnya.

Disebutkan, meski meraih juara umum, ada beberapa cabang meraih hasil di luar harapan. Eddy enggan menyalahkan sesorang. Menurutnya, ini merupakan pelajaran bahwa daerah lain sudah melakukan persiapan.

"Kegagalan di beberapa cabang sebagai tanda bahwa kita harus lebih baik lagi. Daerah lain juga sudah mempersiapkan diri dengan baik," ungkapnya.

Gubsu Dukung Penuh Porprovsu 2019

Tidak ada komentar :
GM-News. Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019 diharapkan menjadi ajang pembinaan bagi para atlet. Hal itu diungkapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi kepada jajaran KONI Sumut, Rabu (19/6).

Didampingi Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian, Edy menegaskan, pembinaan olahraga harus fokus. Tidak boleh setengah hati agar prestasi olahraga kian terangkat. Dirinya pun meminta kepada KONI Sumut, khusususnya panitia pelaksana harus siap bekerja keras dan mengemas event ini berlangsung dengan baik.

"Pemerintah Provinsi Sumut mendukung sepenuhnya pembinaan maupun pelaksanaan event olahraga di provinsi ini. Apalagi Sumut akan menjadi tuan rumah bersama dengan Aceh menggelar PON XXI/2024 mendatang," tuturnya.

Dihadapan Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis, Ketua PB Porprovsu 2019, Sakiruddin, Wakil Ketua Prof Agung Sunarno, Bendahara Agung Santoso, Bidang Upacara Drs M Syahrir dan Bidang Akomodasi/Komsumsi Dahliana SH MSi, berharap, Porprovsu yang digelar empat tahun sekali ini menjadi moment pembinaan. Artinya, dari pelaksanaan ini nantinya selain menetaskan prestasi juga jenjang karir bagi atlet Sumut menapak pretasi lebih tinggi.

Kontingen Karo Borong 4 emas hari pertama Cabor gulat

Tidak ada komentar :
GM-News. Kontingen kabupaten Karo berhasil memborong 4 dari 6 medali emas di hari pertama pelaksanaan Cabor gulat yang digelar di gedung serbaguna pemprovsu jl pancing Medan dan berakhir Minggu malam (23/6).

Empat emas yang diraih tanah Karo disumbangkan masing-masing oleh Faisal Lase dari kelas 57 kg gaya bebas putra, Gerry Ginting 61 kg bebas putra, Veronika Tarigan 50 kg bebas Putri dan Heka Maya Sari di kelas 53 kg bebas Putri.

Sedangkan dua medali emas tersisa direbut oleh atlet Deliserdang, Jody Tarigan yang turun di kelas greco roman dan atlet tuan rumah kota Medan Andre Silaen yang juga berlaga di kelas greco roman putra.

Pelatih tim gulat tanah Karo, Nasional barus mengatakan mereka mensyukuri kemenangan yang diraih pada hari pertama ini.

"Dengan keberadaan yang sangat terbatas sekali dari pemerintah kita tapi tetap semangat. Anak-anak tidak perduli masalah dukungan, yang penting perjuangan bisa dapat prestasi," ujarnya usai kegiatan.

Rencananya di Hari kedua kontingen Karo akan tetap tampil semaksimal mungkin. Para atlet pun akan bertanding habis-habisan dan sekuat tenaga untuk meraih juara. Dia pun tetap mengharapkan juri dan wasit tetap objektif memimpin pertandingan.

"Sebetulnya kita gak ada pakai target, kita mengalir seperti air, apa adanya kita ikuti. Ini bukan keberhasilan kami tapi berkat bimbingan dari Tuhan dan semangat anak-anak," imbuhnya. 

Sebelumnya, Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019 cabang olahraga gulat resmi dibuka oleh ketua umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumut Rajamin Sirait, SE di Gedung Serbaguna, Jalan Pancing, Medan, Minggu (23/6).

Dalam sambutannya Rajamin berharap melalui ajang Porprovsu ini dapat melahirkan atlet-atlet gulat Sumatera Utara yang nantinya dapat berprestasi di tingkat nasional. "Dengan digelarnya Porprovsu ini, saya berharap para atlet gulat yang bertanding ini harus semangat agar bisa berprestasi di tingkat nasional," jelasnya.

Dikatakan Rajamin, pada even Porprovsu inilah kesempatan bagi para atlet gulat Sumatera Utara untuk bisa tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) dan dapat mengharumkan nama Sumatera Utara di tingkat nasional nantinya.

Sementara itu Basri Sitohang selaku tehnical delegate cabor gulat mengatakan pihaknya berharap seluruh atlet agar bermain dengan sportif, dan bagi para wasit dan juri agar bertindak secara adil dalam pertandingan.

Pada Porprovsu cabor gulat tahun ini diikuti 216 atlet dari 19 Kabupaten/kota yang berlangsung mulai tanggal 23-27 Juli dan mempertandingkan 30 kelas yang terbagi atas tiga kategori yakni Gaya Grego Putra, Gaya Bebas putra, dan gaya bebas Putri.

Medan Juara Umum Cabor Taekwondo

Tidak ada komentar :
GM-News. Medan tampil sebagai juara umum cabor taekwondo Porprov 2019 setelah menyabet medali emas terbanyak dalam pertandingan yang berakhir Rabu (26/6)  di GOR Cemara Asri. 

Dalam 16 kelas kyorugi dan 5 kelas poomsae yang dipertandingkan,  Medan mendulang 7 emas 4 perak dan 2 perunggu. 

Dalam pertandingan hari terakhir yang mempertandingkan nomor poomsae,  Medan menambah perolehan 1 emas dari nomor pertandingan beregu putra. 

Tebing Tinggi gemilang di hari terakhir dengan menyabet 3 nomor poomsae single putri,  pair dan beregu putri. Satu emas poomsae nomor single putra direbut Deliserdang. 

Tanah Karo menempatkan diri sebagai juara umum kedua taekwondo Porprovsu dengan perolehan 6 emas 3 perak 10 perunggu. 
Tebingtinggi peringkat ketiga dengan perolehan 3 emas 2 perak.  Binjai peringkat keempat 3 emas 1 perak dan 2 Perunggu. Deliserdang peringkat kelima dengan 1 emas 5 perak dan 4 Perunggu. 
Ketua panitia cabor taekwondo DR Rahma Dewi merasa gembira pertandingan cabor taekwondo berlangsung sukses.  "Juara Porprov nantinya akan mengikuti Pelatda untuk menghadapi Pra PON, " kata DR Rahma Dewi.

Asahan Gandengkan Emas Seni Beregu, Binjai 3 Medali

Tidak ada komentar :
GM-News. Kabupaten Asahan berhasi menggandengkan medali emas pencak silat beregu nomor seni pada hari keempat Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Poprov Sumut) 2019. Bertanding di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Asahan menguasai regu putra dan putri.

Emas pertama Asahan dipersembahkan Andreas Nababan, Kusnara, dan Idris pada nomor beregu putra. Trio ini sukses mengumpulkan 445 poin. Perak direbut Binjai lewat Zulfan, Hafizin, M Nur Affandi, dan M Irfansyah (444 poin), serta perunggu menjadi milik Langkat melalui M Rahman Jaya, M Asri, dan Khiril Amri (433 poin).

Sementara untuk beregu putri, Asahan meraih emas lewat Vidia Sari, Ayu Adri Hsb, Ely Agustina (445 poin). Medali perak direbut Binjai yang diisi Iin Sati, Nur Isna, dan Rika Oktaviani (438 poin), serta perunggu diraih Deliserdang lewat Adella Afrilia, Juwita Oktaviani, dan Rini Sofia (430 poin).

Sementara Kontingen Binjai meraih 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Emas didapat lewat seni ganda putra Frenko dan M Sihan asal Binjai (559 poin), perak Riki Cahyan dan A Munif asal Tanjungbalai (553 poin), dan 
Akmal dan Putra  dari Medan (541 poin). 

Nomor seni ganda putri menjadi milik Adella/Afriska asal Deliserdang (546 poin), perak milik Isyana/Khairani asal Binjai (538 poin), dab perunggu untuk Sri Rohana/Sri Rohani asal Tanjungbalai (513 poin).  

Adapun untuk nomor seni tunggal putra, emas diraih Tri Rahmat asal Tebingtinggi  (443 poin), Andreas Nababan asal Asahan (441 poin, dan Fandi Ahmad asal Medan (427 poin). Sektor tunggal putri, emas Tessa Windari Medan (448), perak Vidia Sari Asahan (436), dan Africa Putri Deliserdang (433).

Pelatih silat Binjai  Risman mengatakan, hasil 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu sudah maksimal. Bahkan raihan tersebut sudah memenuhi target mereka di Porpriv Sumut tahun ini. "Saya apresiasi perjuangan para atlet. Cuma saya sedikit kecewa pada penilaian wasit/juri. Atlet kami banyak dicurangi masalah poin. Ini jadi masalah besar bagi silat Sumut demi prestasi di Pra-PON maupun PON nantinya," jelasnya.

Deliserdang Juara Umum Pencak Silat Porprovsu, Medan Posisi Tiga

Tidak ada komentar :
GM-News. Kontingen pencak silat Kabupaten Deliserdang merebut juara umum Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019 yang berakhir di Gedung Serbaguna Pemprovsu, Kamis (27/6).  Deliserdang mengumpulkan medali terbanyak dengan torehan 6 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.

Posisi kedua ditempati Asahan dengan 4 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Medan berada di urutan ketiga dengan raihan 4 emas, 2 perak dan 5 perunggu. Sementara Tebingtinggi  3 emas, 1 perak, 1 perunggu serta Binjai mengumpulkan 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu di posisi lima besar.

Adapun emas Deliserdang dipersembahkan Siti Syahnaya, Febriyanto, Rizka Andini, Zumidar Oktina, dan M Angga Syahputra untuk kelas tarung serta Adella Afrilia Syahputri (seni). Medali perak dipersembahkan Paradiba Ardana, Dani Pradana, dan Dwi Fitriani, Irfandi. Untuk perunggu diraih  M Farisy Akbar, Depi Shinta, Jukhairiyah untuk kelas tarung serta Africa Putri (tunggal putri seni) dan Adella Afrilia, Juwita, Rini (regu putri).

Pelatih Deliserdang, Jumono Sutrisno justru tidak terlalu puas meski para atletnya menjadi penyumbang medali terbanyak. Pasalnya target medali tidak tercapai untuk 24 atlet yang dia boyong.

"Target awal dari KONI itu 8 emas, jadi kami kurang dua. Jadi sedikit kecewa juga. Persaingan memang ketat karena banyak atlet pelatda juga jadi lawan di final," terangnya.

"Persiapan kami juga kurang. Perhatian Pemkab masih minim, jadi gak ada bantuan selama TC. Semoga ke depan para atlet ini lebih diperhatikan lagi," sambung dia.

Sementara Ketua IPSI Sumut, Dahliana saat menutup event tersebut mengucap yukur karena Porprovsu cabor silat selesai dengan baik. Kalaupun ada riak-riak, katanya, itu biasa dalam sebuah event karena yang terpenting cedera atlet dapat diminimalisir. 

Dalam kesempatan itu, Dahliana pun menegaskan Poprovsu merupakan seleksi terakhir atlet untuk masuk Pelatda Sumut menuju Pra-PON. "Bagi atlet pelatda yang kalah akan dipertimbangkan. Kalau atlet pelatda kalah di babak awal, otomatis akan terdegrasi. Saya sudah bentuk tim pemantau untuk itu," jelasnya seraya mengatakan akhir Juli mendatang akan ada open tournament sehingga diminta untuk perguruan menyiapkan atlet terbaiknya untuk kelas usia dini, pra remaja, remaja, dan dewasa.


- Medan Posisi 3

Medan berada di urutan ketiga dengan raihan 4 mas, 2 perak dan 5 perunggu. Emas disumbangkan M Pranata, Rahmadayanti, dan Hidayat
semalam Tessa Windari (emas tunggal putri seni). Sedangkan perak Amirul Hafiz, Salsabila serta  perunggu  Yolanda Sri, Fakri, Adek Arifin, dan Fandi Ahmad, Akmal/Putra.

Ketua IPSI Medan, Kompol H Enjang Bahri SH, MH didampingi  Ketua Harian Ismarthoni Ismail mengaku hasip 4 emas sejatinya sudah memenuhi target. Namun pihaknya belum cukup puas dengan hasil tersebut apalagi Medan berada di posisi 3 akhir klasemen. 

"Target memang tercapai karena melebihi perolehan medali dari Poprovsu sebelumnya. Pastinya akan ada pembenahan lagi, evaluasi dari segi pembinaan juga harus  lebih ditingkatkan," terangnya. Meski demikian, pihaknya tetap optimis mampu meloloskan atlet ke Pra-PON. "Target pasti meloloskan atlet sebanyak-banyaknya ke Pelatda persiapan Pra-PON," jelasnya.

Gulat Porprovsu 2019

Tidak ada komentar :

Rebut Tiga Emas, Medan Patahkan Dominasi Karo

GM-News. Kontingen Kota Medan sukses merebut tiga medali emas pada pelaksanaan pertandingan Cabor gulat hari ketiga yang berlangsung di gedung serbaguna pemprovsu Jl Pancing Medan, Selasa  (25/6).

Masing-masing medali emas tersebut sumbangkan pegulat Andre Tampubolon yang turun di kelas 79 bebas putra setelah mengalahkan atlet Langkat, Putra Tua.

 Kemudian Siti Aminah Matondang yang turun di kelas 59 kg bebas Putri juga sukses merebut emas setelah menang melawan Restatuhu Sitepu dari tanjungbalai. Terakhir Belinda Manalu di kelas 62 kg bebas Putri juga meraih medali emas setelah mengalahkan atlet Karo Vikha Ginting. 

Raihan tiga medali emas ini sekaligus mematahkan dominasi kontingen kabupaten Karo yang sudah merajai peroleham medali emas cabor gulat selama dua hari berturut-turut.

Bahkan Medan sebenarnya berpeluang merebut  medali emas keempat lewat Ahmad Rohid di kelas 74 bebas putra .  Namun Rohid gagal di final dan harus puas meraih medali perak.

Sementara itu, tiga medali emas lainnya masing-masing diraih oleh Muqsit Redha (Langkat), Armana Barus (Karo), dan Musa Dayanus (Deliserdang).

Ketua pengcab PGSI Medan Mangasi Simangunsong mengatakan cukup puas dengan hasil hari ketiga. Dengan Raihan tiga emas maka Medan berhasil kembali mendominasi.

"Ya memang Belinda dan Siti Aminah itu masuk di tim pelatda. Hanya Andre yang di luar pelatda," ujarnya.

Namun Mangasi juga mengaku kecewa kota Medan gagal meraih medali emas di nomor 72 kg greco roman. Hal ini dikarenakan  M Rizki Siregar yang tadinya diharapkan mampu mendulang emas namun justru mengalami kekalahan. 


"Ya karena si Rizki tadi kecolongan pertama. Memang di gulat ini mob pertama itu yang menentukan. Saya lihat dia postur lebih bagus tapi karena kecolongan itu. Jadi hanya perunggu dia, karena dua kali kalah," katanya.


Sebanyak 18 medali emas sudah langsung diperebutkan pada hari pertama dan kedua pelaksanaan cabang olahraga (cabor) gulat Porprovsu 2019. Enam medali emas lainnya akan kembali diperebutkan pada pertandingan hari, rabu (26/6/2019).

Gulat Porprovsu

Tidak ada komentar :

Karo Kembali Dominasi Raihan Emas


GM-News. Setelah sebelumnya memborong 4 emas, kontingen gulat kabupaten Karo kembali mendominasi pertandingan hari kedua, Senin (24/6) dengan merebut 3 keping gold medal.

Masing-masing medali emas tanah Karo disumbangkan oleh Efraim Ginting dari kelas 65 kg gaya bebas putra, M Husaini Barus 79 kg bebas putra, dan Elvita Ersama di kelas 57 kg bebas Putri.

Sedangkan kontingen kota Medan yang sebelumnya hanya meraih 1 medali emas, di hari kedua berhasil merebut 2 emas lewat Pegulat almario Naibaho di kelas 63 kg greco roman dan Delvina Siregar yang turun di kelas 57 kg bebas Putri.

Sementara itu, 1 medali tersisa disabet atlet asal Deliserdang , Febrianto Sembiring yang mengalahkan Pegulat tanah Karo, Sekda Barus di kelas greco roman.

Pelatih gulat kabupaten Karo Nasional barus yang ditemui usai pertandingan mengatakan kunci pembinaan atlet yang dilakukannya terletak pada disiplin. Dia mengatakan atlet gulat Karo tidak ada yang merokok maupun yang  terkena narkoba. Dia pun bersikap tegas, jika ada yang kedapatan makan akan langsung dikeluarkan.

"Kami latihan juga bukan sebegitu keras kali. Bisa dikatakan seperti yang saya bilang semalam mengalir santai saja, ikuti aturan main. Kita gak berambisi kali cuma segala upaya dan kemampuan kita ya kita pergunakan," ucapnya saat ditemui di gedung serbaguna pemprovsu Jl Pancing Medan.

Setelah hasil yang diraih anak asuhnya, Pelatih berkepala plontos ini berharap nantinya akan ada perhatian dari pemerintah kabupaten Tanah Karo kepada para atlet. Apalagi para atlet sudah berjuang keras untuk meraih medali juara.

"Harapan maunya terbukalah mata hatinya melihat atlet-atlet karo yang berjuang mati-matian di sini," katanya.

Biliar Porprovsu

Tidak ada komentar :

Medan Pastikan Juara Umum 

GM-News. Kontingen biliar Kota Medan dipastikan meraih juara umum cabor biliar pada Porprovsu 2019 dengan perolehan sementara 8 medali emas. Medan masih berpeluang menambah medali minimal dua emas dari 4 nomor sisa yang akan dimainkan, Jumat (28/6).

Dari 8 emas yang dikemas Medan saat ini, tiga diantaranya diraih pada pertandingan, Kamis (27/6) masing-masing dari nomor six red snooker single putra melalui Chandra Wijaya, caroom libre single putra melalui Jhonnny Chandra dan single bola 10 putra melalui M Fadly.

Empat partai final yang dimainkan Medan kemarin, satu diantaranya gagal meraih medali emas setelah Rome Pance Tampubolon kalah atas pebiliar Asahan Elly Harefa.Kekalahan Rome Pance yang akrab disapa Biring ini cukup menyakitkan dimana dia sudah liding 5-2, namun ternyata harus menelan kekalahan dengan skor akhir 7-5.

Dengan hasil tersebut untuk sementara Medan telah mencapai target minimal dengan meraih 8 emas, 9 perak dan 5 perunggu, peringkat kedua ditempati Langkat denghan 2 emas dan 2 perunggu, urutan ketiga Dairi 1 emas dan 1 perunggu.

4 nomor sisa yang akan dimainkan pada hari terakhir, Jumat (28/6) adalah nomor english biliar poin, double bola 8 dan 10, single bola 10 putri.

Bola Voli Porprovsu

Tidak ada komentar :

Kalahkan Binjai, putri Medan pastikan langkah ke final 


GM-News. Tim putri Kota Medan akhirnya memastikan langkah ke final cabang olahraga bola voli Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Utara 2019 setelah mengalahkan tim Binjai di partai semi final.

Di partai semi final yang digelar di GOR Futsal Dispora Sumut Jalan Pancing Medan, Kamis, tim putri Kota Medan mampu menyudahi permainan tim Binjai dengan skor 3-1 (25-14, 25-17, 24-26, 25-16).

Sang pelatih Sofyan Irawan usai pertandingan tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas keberhasilan melangkah ke partai final, terlebih lagi sepanjang laga anak-anak asuhny amenunjukkan permainan yang cukup impresif dan lebih baik dari permainan sebelum-sebelumnya.

Hanya saja menurut dia ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki seperti pertahanan yang terkadnag masih sering bobol saat diserang lawan.

"Secara umum anak-anak semakin baik dari sebelum-sebelumnya. Artinya mereka lebih ngotor dan lebih terkoordinir serta lebih kompak secara tim," sebutnya.

Terkait kecolongan di set ke tiga, ia menilai hal itu sebenarnya tidak terlalu masalah, selain timnya sudah mempimpin keunggulan dua set, pada set ketiga tim Medan lebih banyak menerapkan pertahanan sambil menjaga irama permainan.

"Memang set ketiga anak-anak agak sedikit kurang bagus mainnya. tapi itu tidak masalah karena set keempat kembali bisa kita rebut dan memenangkan pertandingan," katanya.

Menghadapi Asahan pada partai final yang akan digelar Jumat di GOR Futsal Dispora Sumut, ia menilai tim tersebut cukup baik dan semua pemainnya perlu diwaspadai terutama penyerang-penyerangnya.

"Siapapun yang sudah smapai final tentunya adalah tim terbaik, Jadi sekarang ini adalah bagaimana anak-anak tetap stabil selama bermain nanti, dan jangan sampai merasa ada beban, karena partai final adalah partai menentukan bagi setiap tim," katanya.

Sementara pelatih tim Binjai Sujono mengatakan pihaknya mengakui anak-anak asuhnya memang masih dibawah level tim Medan, selain diperkuat pemain yang berpengalaman, persiapan tim Medan juga dinilai lebih matang untuk menghadapi Porprov kali ini.

Apalagi, lanjut dia, sebagian besar pemain Binjai adalah pemain muda yang memang sengaja diturunkan selain untuk menambah jam terbang juga untuk menambah kekompakan tim.

"Kalau melihat materi pemain, secara teori memang kita tidak akan bisa menang dari Medan. Tapi kita bisa mencuri satu set sudah sangat bagus dan itu cukup membanggakan," katanya.

Partai final yang digelar Jumat soer ( 28/6) ditempat yang sama, tim bola voli putri Medan akan menghadapi Asahan. Asahan sendiri melaju ke partai final setelah di semi final mengalahkan Labuhan Batu 3-1 (20-25, 25-12, 25-19-25-16).

Sementara di kelompok putra, partai final mempertemukan Batubara melawan  Labuhanbatu. Batubara di semifinal mengalahkan  Labuhanbatu Utara dengan skor 3-1 ( 14-25, 20-25, 25-17, 18-25) dan Labuhanbatu di semifinal mengalahkan Pematang Siantar 3-1 (25-23, 25-21, 21-25, 25-12).

Enazo Zega Sumbang Emas Nias

Tidak ada komentar :
GM-News. Pecatur Nias Utara Enazo Zega berhasil meraih medali emas pada pertandingan terakhir babak VII Catur Cepat U-60 Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu), Kamis (27/6) di Hotel Garuda Citra Medan. Enazo berhasil mengatongi point 5,5 setelah mengalahkan pecatur Karo Cipta Sembiring.

Untuk medali Perak disabet pecatur Labuhan Batu Selatan, Imbang Daeng Gasing dengan point 5 yang berhasil mengalahkan pecatur Padang Sidimpuan, Syamsul Lubis di babak VII itu. Sementara Perunggu diraih pecatur Langkat, Mahmud karena lawannya by.

Sementara untuk catur putra dan putri masih berlangsung ketat. Hingga kemarin baru menyelsaikan V babak dan Jum'at (28/6/2019) menyelesaikan VII babak, demikian disampaikan Tehnical Delegate Erhan Tarmizi bersama wasit kepala Ir.Agus Siallagan,Msi, WN, Dra. Chori Mujannah, WN, Drs. H. Khairul Irwan Lubis,Msi, WN, Juremi Sirear, Sag,WNP dan Dr.Sahdin Hasibuan MA, WNP, M.Rendika Nainggolan, S.Kom dan Khalila Mumtaz Mahliyah.

Hingga babak V, pecatur putra, Rudi Hartono (Deliserdang) mengumpulkan point 4,5 setelah mengalahkan Roy Carles Marpaung, (Medan), Bakhori Nasution(P.Sidimpuan) meraih point 4 hasil imbang dengan Ibrahim (Taput) yang sebelumnya sama-sama meraih point 3,5. Peraih point 4 lagi, pecatur Labuhan Batu GA Tambunan atas kemenangan melawan pecatur Edu Tambahan (Labuhan Batu).

Sementara untuk catur putri, pecatur Medan, Maria Siahaan meraih point 4,5 atas kemanangannya dari pecatur Batubara Bulan Nainggolan. Point yang sama dengan Maria Siahaan, pecatur pecatur Batubara Tiodoras Nainggolan atas kemenangan dari pecatur Maulina Simanjuntak. Sementara untuk point 4, Delima Pardede (Medan) yang menang atas Tuty Rahayu Sinuhaji, MNW (Karo).

Binjai dan Asahan Bersaing di Atletik

Tidak ada komentar :
GM-News. Kontingen Binjai dan Asahan bersaing ketat pada hari kedua cabang atletik Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2019 di Lintasan Atletik Unimed, Kamis (27/6). Kedua daerah ini sama-sama mengoleksi enam emas.

Binjai mengoleksi 6 emas, 2 perak dan 4 perunggu. Sedangkan Asahan mengumpulkan 6 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Pada hari kedua, Binjai berhasil menambah dua emas melalui Khairuddin Syahputra dari nomor lari 400 meter gawang dan tim estafet 4x100 meter putra.

Sedangkan Asahan berhasil menambah tiga medali emas pada hari kedua. Tiga emas tersebut disumbangkan Syafwan Hafiz dari lompat tinggi, Agustina Manik dari nomor lari 800 meter putri dan nomor estafet 4x100 meter putri.

Karo yang meraih hasil buruk pada hari pertama, berhasil bangkit di hari kedua. Kontingen Bumi Turang tersebut akhirnya meraih 3 medali emas. Tambahan emas itu membuat Karo untuk sementara berada di posisi ketiga dengan 3 emas, 9 perak dan 6 perunggu.

Tuan rumah Kota Medan yang juga gagal pada hari pertama, berhasil meraih 2 medali emas. Medan sementara berada di posisi kelima dengan 2 emas, 6 perak dan 4 perunggu, dibawah Tapsel dengan 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Teknikal Delegate Atletik Porprovsu 2019, Suharjo MPd menjelaskan, persaingan di cabang atletik masih bakal sengit. Sebab, untuk perlombaan hari terakhir, Jumat (28/6) hari ini, masih ada 10 emas yang diperebutkan.

"Besok (hari in) masih ada 10 nomor yang diperlombakan. Artinya raihan di cabang atletik masih bisa bergeser. Karo dan Medan masih bisa naik posisi," ujarnya singkat. 

Binjai    6-2-4
Asahan 6-1-1
Karo      3-9-6
Tapsel   3-2-2
Medan  2-6-4

Medan Pertahankan Juara Umum Tinju

Tidak ada komentar :
GM-News. Kontingen Kota Medan tampil sebagai juara umum cabor tinju di Porprovsu 2019 yang berakhir digelar di Gelanggang Remaja, Medan, Kamis (27/6) malam. Prestasi ini pun membuat Medan mempertahankan gelarnya.

Tambahan dua emas dihari terakhir final, menambah koleksi medali Medan, 4 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Posisi kedua ditempati Tapanuli Utara dengan torehan 3 emas dan 1 perunggu. Asahan amankan tempat ketiga dengan koleksi 2 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Turut hadir pada prosesi pengalungan medali, Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis, Kadispora  Sumut, Baharuddin Siagian, dan Ketua KONI Medan, Eddy H Sibarani. 

Raihan emas Medan dipersembahkan dari kategori putra, Daniel Pasaribu kelas 81 kg menang TKO dari Abdul Hamid Siregar (Labusel) dan kelas 64 kg, Rahman Husein (Medan) yang menang angka dari Denais Natanel (Tebingtinggi). Kategori putri, Mutiara Putri Suliva kelas 54 kg putri yang menang WO, serta kelas 51 kg, Lutfi Lisandri menang angka dari lawannya Amelia Ramadhani (Batu Bara), 

Emas yang gagal diraih petinju putri Medan, Cindi Khairani Lubis yang kalah angka dari lawannya, Elda Dara Sirait (Langkat). Begitu pula kelas 48 kg, Murni Ayu Lestari (Medan) kalah angka dari petinju Samosir, Elviarni Sijabat. Kategori putra, kelas 69 kg, Kahfi Ichwan Batubara (Medan) harus mengakui ketangguhan yang kalah TKO dari Saroha Tua Lumban Tobing (Taput).

Ketua Pengprov Pertina Sumut, Ir Romein Manalu, MT mengatakan, hasil Porprovsu ini selanjutnya pihaknya menyiapkan petinju untuk tampil di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera di Bengkulu, November mendatang. Romein bertekad kembalikan masa kejayaan tinju di Sumut. "Kami akan langsung melakukan TC yang akan dimulai Juli untuk kesiapan Porwil. Kita akan kembalikan kejayaan tinju di Sumatera Utara," harapnya.

Sedangkan Ketua Pertina Kota Medan, Sabam Manalu mengatakan, prestasi yang ditorehkan para atletnya menunjukkan jika prestasi tinju di Sumut masih didominasi Medan. "Hasil ini sebagai bukti bahwa tinju Medan masih yang terbaik dibandingkan daerah lain," bangga Sabam.

Dirinya pun mengaku bangga dan harapkan para atlet peraih medali di Porprovsu ini melaju tampil ini PON 2020 Papua mendatang. Sabam pun menyiapkan bonus bagi atlet peraih medali diajang ini. "Harapan kami, para juara dan peraih medali lainnya ini lolos ke PON. Saya akan siapkan bonus sebagai bentuk penghargaan dan motivasi," pungkasnya. 

10 Emas, Bawa Karo Juarai Gulat Porprovsu

Tidak ada komentar :


GM-News. Kontingen gulat Kabupaten Karo sukses tampil sebagai juara umum Porprov Sumut 2019 yang tuntas dihelat di Gedung Serbaguna Pemprovsu, Kamis (27/6) petang.

 Para pegulat Karo mengumpulkan medali terbanyak dengan torehan 10 emas, 8 perak, dan 7 perunggu. Satu medali emas di hari terakhir pertandingan yang diraih Wandes Sembiring dari kelas 97 kg bebas putra, melengkapi gelar juara umum karo di Cabor tersebut.

Raihan tersebut berhasil mengungguli torehan kontingen Deliserdang diposisi kedua yang meraup 7 emas, 3 perak dan 6 perunggu. Sedangkan kota Medan harus puas di tempat ketiga dengan 6 emas , 4 perak dan 10 perunggu.

Tanda-tanda akan jadi juara, sebenarnya sudah tampak sejak hari pertama pelaksanaan cavor gulat. Kontingen Karo berhasil merebut 4 emas. Bahkan di hari kedua kembali mampu merebut 3 emas.

Sementara itu, Kontingen Deliserdang dan Medan yang dianggap jadi pesaing, hingga hari terakhir tetap tak mampu menyalip perolehan medali emas kontingen Karo.

Atas prestasi atlet Gulat in, Ketua umum KONI Karo Kelion Depari mengharapkan pemerintah kabupaten Karo bisa memberi perhatian lebih bagi para atletnya. Karena itu dia juga mendorong Pemkab untuk tetap memberikan bonus bagi atlet berprestasi di Porprovsu.

"Karena ini akan memotivasi atlet kita untuk mengikuti event-event selanjutnya," tambahnya.

Sementara itu, Kadispora kabupaten Karo Robert Perangin-angin juga mengatakan Pemkab Karo akan menyiapkan bonus bagi alet ynag meraih juara.

"Kita pada atlet berprestasi itu, pemerintah Karo melalui Dispora, ada memberikan tali asih dan penghargaan setiap tahun," ujarnya.

Robert menjelaskan biasanya para atlet berprestasi akan menerima bonus yang diberikan pada saat perayaan hari olahraga Nasional. 

Pihaknya pun akan terus memotivasi atlet Karo. Meski prasaran dan sarana saat ini masih minim namun dia berharap tertp berusaha meraih prestasi. Sinergi dengan KONI kabupaten Karo maupun Pengcab cabor pun terus dilakukan untuk peningkatan pembinaan atlet.

"Itu (nilai bonus) sudah ada ketentuannya dari Pemkab Karo sesuai dengan tupoksi baik PON, Porprovsu, dan yang lainnya sudah ada kriterianya dan berbeda-beda nilainya. Kalau tidak salah saya untuk Porprovsu Rp 5 juta atau Rp 10 juta emas, jadi urutannya ke bawah lah , perak Rp 5 juta, perunggu Rp 2,5 juta," ungkapnya.

Pelatih Gulat Deliserdang, Dashlan Gultom juga mengapresiasi keberhasilan para atletnya yang berjuang mati-matian mengharumkan nama Deliserdang. 

Menurut dia, kunci sukses terletak pada semangat dan kekompakan.

"Hasil ini sungguh luar biasa karena sudah melebihi target awal yang hanya 3 emas. Prestasi ini sangat membanggakan. Terima kasih saya ucapkan kepada atlet yang sudah mau melaksanakan perintah pelatih. Begitu juga kepada orangtua atlet, terima kasih atas dukungannya," katanya.

"Prestasi ini tidak terlepas dari dukungan mereka terutama Pemkab Deliserdang yang sudah mendukung pembinaan atlet," tambah dia.

Gulat Porprovsu

Tidak ada komentar :

Deliserdang Tempel Ketat Medan

GM-News. Kontingen Kabupaten Deliserdang berhasil mendominasi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) cabang olahraga gulat dengan memperoleh 3 medali emas, dan 1 perak di Gedung Serbaguna, Jalan Pancing, Medan, (26/6).

Masing masing medali emas deliserdang diperoleh dari Melati Panjaitan yang turun dikelas 65 kg nomor bebas putri yang mengalahkan Cathrin Tarigan dari Dairi.

Selanjutnya di kelas 82 kg greco roman Kalep Gea berhasil menambah koleksi emas Deliserdang setelah berhasil mengalahkan Tri Bayu Fahlevi dari Binjai.

Doni C Sembiring berhasil mencatatkan diri sebagai peraih medali emas ketiga Deliserdang pada kelas 87 kg greco roman dengan menumbangkan pegulat dari Amirudin Saeb Rangkuti dari Serdang Bedagai. Sementara, atlet deliserdang lainya Oktavianus Tarigan harus puas meraih medali perak setelah kalah dari Atlet Karo Junaidi Sembiring.

Berikutnya, dari sisa medali emas yang tersisa diraih oleh Leonard Sitohang kelas 92 kg bebas putra dari Binjai dan Sthepanie Sinaga kelas 68 kg bebas putri. 

Dengan hasil ini Deliserdang berhasil menyamai perolehan medali emas kota Medan dengan masing-masing memperoleh 6 medali emas. Sedangkan Karo masih kokoh diurutan pertama dengan 9 medali emas.

Pertandingan gulat Porprovsu masih berlangsung hingga 27 juni diakhiri dengan penutupan dan upacara penyerahan medali atlet.

Raih Emas, Tim sepak bola Asahan Cetak Sejarah

Tidak ada komentar :
GM-News. Tim sepak bola Asahan untuk pertama kalinya sukses meraih emas cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprov Sumut) 2019. Kemenangan 2-0 atas Dairi di Stadion Mini USU, Rabu (26/6) cukup untuk memboyong emas.

Pada laga itu Asahan tampil full team. Mengandalkan Andriansyah, Rama Setiawan dan Faisal di depan, mereka langsung menggempur pertahanan Dairi. Hasilnya menit ke-24, Asahan membuka keunggulan lewat Rama Setiawan.

Rama Setiawan kembali menjadi momok bagi pertahanan Dairi. Berselang tujuh menit, Rama kembali membobol gawang Dairi. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Dairi coba memberi perlawanan. Beberapa peluang mereka ciptakan, namun belum mampu menggetarkan jala Asahan yang dikawal Raja Khatulistiwa. Asahan juga masih berupaya mencetak gol tambahan. Namun berbagai peluang emas gagal berbuah gol. Skor 2-0 pun menjadi hasil akhir laga.

Dengan kemenangan ini Asahan mengoleksi 10 poin hasil dari tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Sebelumnya mereka menumbangkan Medan (2-1), Labura (4-0) dan ditahan imbang Binjai (0-0).

Sementara Medan berada di urutan kedua dengan koleksi enam poin. Mereka akan berebut perak dengan Labura di tempat ketiga dengan koleksi empat poin. Labura meraih kemenangan 5-2 atas Binjai di Stadion Mini USU, Rabu (26/6). Keduanya akan bentrok Jumat (28/6). Sebelumnya Porprov Sumut cabang sepak bola ini diikuti lima tim dengan sistem kompetisi.

Kemenangan ini sangat disyukuri seluruh awak tim Asahan. Pelatih Asahan Abdul Rahman Marasebessy mengatakan anak asuhnya bermain sesuai instruksi. "Anak-anak main maksimal dan menjalankan strategi dengan baik. Sangat puas dengan capaian ini karena memang kami menargetkan emas," kata Marasebessy.

Sementara itu Ketua KONI Asahan Nur Karim Nehe mengapresiasi capaian positif tim sepak bola Asahan. "Ini sejarah bagi Asahan. Untuk pertama kalinya kami meraih emas sepak bola. Mudah-mudahan kami juga bisa mendulang emas dari cabor-cabor lain," kata Nehe.

Sementara itu  Ketua Askot PSSI Asahan, Armen Margolang SP, mengaku bersyukur tim sepakbola binaannya membuat sejarah baru menjuarai Porprov Sumut 2019. Ini membuktikan pembinaan sepakbola di Asahan berjalan dengan baik dengan melahirkan pemain-pemain berkualitas.

"Dengan sejumlah prestasi yang sudah diraih, Asahan membuktikan sebagai daerah yang paling sukses melakukan pembinaan sepakbola di Sumut. Sebelumnya Asahan menjuarai Piala Soeratin U-15 Provinsi Sumut tahun 2018 dan menjadi juara di tingkat Nasional," ujar Armen.

Sebelumnya Sepakbola Asahan juga mengukir prestasi internasional dengan menjuarai turnamen Singa Cup tahun 2017 di Singapura dan runner-up turnamen internasional di Barcelona. "Sejumlah prestasi itu tentu tidak terlepas dari peran dan dukungan berbagai pihak, khususnya pelatih maupun pembina SSB dan klub sepakbola di Asahan yang sudah melakukan pembinaan pemain. Dalam hal ini Askab PSSI Asahan mengucapkan terima kasih," ucap Armen.(*)


Klasemen sementara cabor sepak bola
1. Asahan 4 3 1 0 8-1 10
2. Medan   3 2 0 1 11-3 6
3. Labura 3 1 1 1 6-7 4
4. Binjai 3 0 1 2 2-6 1
5. Dairi 3 0 1 2 2-12 1