Rabu, Desember 29, 2021
Yamaha Aerox R1M Antarkan Modifikator Asal Malang Sabet Gelar King of MAXI
GM-News. Kompetisi “Online Customaxi 2021” telah resmi berakhir dan melahirkan deretan para juara. Sebanyak 25 modifikator dari berbagai daerah di Indonesia, dinilai sukses menampilkan hasil karya terbaik diantara ratusan peserta lainnya, baik itu pada kategori Masterclass yang menjadi palagan utama bagi para modifikator profesional dalam beradu ide dan kreativitas, hingga kelas Daily Use yang banyak diminati dan diikuti oleh konsumen serta modifikator pemula.
Dari ke-25 modifikator yang terpilih sebagai pemenang, salah satu diantaranya merupakan jawara yang meraih predikat sebagai “King of Maxi”. Juara King of Maxi sendiri hanya bisa diperebutkan oleh para pemenang Masterclass yang menempati urutan ke-1 di masing-masing kelas. Dimana hasil modifikasi motor mereka dikompetisikan kembali dari segi keunikan konsep, tingkat kesulitan, serta harmonisasi antara konsep modifikasi dengan hasil karya jadi yang dibuat.
Achmad Untung, modifikator asal kota Malang, Jawa Timur, yang turun di kategori Masterclass pada kelas Aerox, sukses merebut gelar King of Maxi melalui hasil karyanya yang diberi nama “Aerox R1M”. Berbekal pengalaman menjuarai event Customaxi 2018 region Jawa Timur dengan motor Aerox, pada ajang Online Customaxi 2021 ini, Untung mencoba menghadirkan konsep dan tren modifikasi baru yang lebih fresh dan unik dengan generasi terbaru All New Aerox 155 Connected ABS.
“Pada Customaxi tahun ini saya berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena saya lihat, kualitas motor modifikasi yang dikompetisikan teman-teman (peserta modifikator) tahun ini juga lebih kompetitif. Maka saya hadirkan konsep Aerox R1M yang unik dan berbeda, dimana skuter Matic Maxi Yamaha saya ubah tampilannya menjadi mirip dengan motor sport fairing YZF-R1M, terutama pada sektor bagian belakang. Dan saya bersyukur hasil karya ini bisa mengantarkan saya terpilih sebagai King of Maxi. Semoga bisa menginspirasi dan menjadi tren modifikasi untuk teman-teman lainnya,” ungkap Untung dalam pers rilisnya, Selasa (28/12).
Dalam proses pembuatan Aerox R1M ini, Untung mengaku menghadapi beberapa kesulitan, khususnya dalam membuat body bagian tengah dan belakang agar bisa menyerupai buritan belakang YZF-R1M. Selain itu, waktu dan persiapan yang singkat juga menjadi tantangan tersendiri.
“Proses pembuatan Aerox R1M ini cukup menantang, karena selain waktu dan persiapan yang singkat, satu setengah bulan, pembuatan body custom bagian tengah dan belakang berbahan alumunium ini sangat sulit karena kami ingin tampilannya dapat semirip mungkin seperti YZF-R1M, hingga detail bagian air shroud. konsekuensinya kami perlu membuat beberapa dummy body belakang dan memilih yang paling sempurna. Lalu cast wheel, kami juga custom pakai bahan alumunium, ini juga sulit dan memakan waktu pengerjaan yang lama karena kami cek betul kekuatan dan hasil finishing-nya,” tambah Untung.
Apresiasi Peserta
Perhelatan Online Customaxi 2021 yang berlangsung selama hampir 3 bulan, juga mendapatkan respon yang positif serta apresiasi tinggi dari para peserta. Pasalnya, selain dapat mewadahi para modifikator tanah air untuk menyalurkan hobi dan kreativitas mereka, kegiatan ini juga menjadi obat rindu bagi para pecinta modifikasi yang selama setahun terakhir absen dalam mengikuti ajang sejenis akibat badai pandemi.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Budi Rahmanto, salah seorang peserta Oline Customaxi yang merebut gelar Juara 1 pada kategori Masterclass di kelas XMAX.
“Saya senang sekali saat pertama kali mendengar bahwa Customaxi akan kembali hadir di bulan Oktober 2021. Oleh karena itu, saat proses registrasi dibuka saya langsung mendaftar dan ikut di kategori Masterclass dengan XMAX. Bagi kami para modifikator, event seperti ini memang sudah dinanti-natikan, apalagi selama pandemi, jarang sekali ada event kontes-kontes modifikasi. Saya pikir meskipun Customaxi kali ini online, tapi antusiasme peserta tidak akan surut dan terbukti teman-teman saya sesama bengkel modifikasi banyak yang ikut juga,” jelasnya.
Rey Ratukore Akui Keunggulan Yamaha WR 155 R
GM-News. Sudah dua tahun meramaikan market Indonesia, WR 155 R membuktikan mampu bersaing di segmen motor off road. Hal itu ditunjukkan dengan makin meluasnya penggunaannya oleh konsumen maupun public figure dari kancah otomotif roda dua.
Rey Ratukore misalnya, tercatat sebagai pembalap populer di Tanah Air yang juga merupakan konsumen WR 155 R. Pembalap senior yang telah menuai banyak prestasi dan berpengalaman berkompetisi di ajang internasional itu mengungkapkan WR 155 R memiliki banyak keunggulan yang sudah dirasakan oleh dirinya.
”Ini motor trail pertama Yamaha Indonesia yang dipasarkannya di sini, jadi wajib punya. Saya sudah beli sejak awal meluncurnya di Indonesia dan langsung dipakai buat trabasan. WR 155 R punya body yang kuat dan tangguh buat berkendara di beragam trek baik berlumpur, berbatu dan lainnya. Ada radiator di mesinnya, membuat temperaturnya mesin optimal, jadi tenaga tidak drop. Body nya juga lebih rigid, dibawa di jalan rusak tetap nyaman, tidak liar karena suspensinya enak,” ungkap Rey Ratukore dalam pers rilisnya, Selasa (28/12).
Keseruan pengalaman berkendara bersama WR 155 R didapatkannya dari hobi trabasan yang kerap dilakoninya di wilayah Hambalang, Bogor. Berbagai karakter trek offroad di area tersebut sudah dijajalnya dengan mulus menggunakan motor sport adventure itu. Bahkan sampai menularkan inspirasi kepada rekan-rekannya untuk merasakan kualitas WR 155 R.
”Saya sendiri punya 3 unit WR 155 R. Lalu karyawan-karyawan di bengkel saya juga pakai WR 155 R. Kami suka trabasan bersama ke Hambalang melewati beragam trek di sana. Dengan motor ini bahkan bisa melewati salah satu tanjakan curam di area itu yang biasanya hanya dapat ditembus oleh motor built up. Memang membutuhkan skill dan nyali tapi juga harus didukung dengan motor yang performa dan tenaganya bagus seperti yang dimiliki WR 155 R,” beber Rey Ratukore, pemilik bengkel Rey Speed Shop di Cibinong, Bogor.
Selasa, Desember 28, 2021
Ini Tips Praktis Merawat Motor Matik Keyless
GM-News. Sepeda motor Yamaha 125 cc kini sudah semakin canggih dalam mendukung kepraktisan berkendara, salah satunya pada Yamaha FreeGo. Pada tipe tertinggi motor ini, Yamaha FreeGo S-ABS Version dan S Version, sudah disematkan segudang fitur canggih yang mengutamakan kepraktisan pengendara, salah satunya Smart Key System (SKS).
Fitur ini banyak digemari masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial karena sistem kunci tanpa anak kunci (Keyless) ini merupakan fitur premium yang mempermudah pengendara dalam menyalakan sepeda motor.
Seperti yang diungkapkan Dwi (39), konsumen Yamaha FreeGo S-Version yang mencari sepeda motor praktis dan canggih untuk menunjang mobilitas hariannya. “Saya sengaja pilih tipe tertinggi Yamaha FreeGo yang sudah keyless karena mau naik kelas dengan fitur keren dan fungsional. Saya tidak perlu repot membawa kunci, lebih mudah mencari motor di area parkir dan tidak perlu khawatir karena motor hanya bisa dihidupkan dengan Smart Key yang saya miliki. Jarang banget ketemu motor 125cc dengan harga terjangkau sudah punya fitur premium kaya gini" ungkapnya.
Smart Key System (SKS) memiliki 2 (dua) fungsi utama, sebagai Answer Back System untuk mempermudah pengendara dalam mencari posisi motor di parkiran dalam radius 20 meter. Selain itu, memiliki Immobilizer untuk meningkatkan keamanan sepeda motor saat diparkiran, karena motor hanya bisa menyala jika ada remote dalam radius 80 cm.
Selain menghadirkan produk dengan fitur canggih, Yamaha juga memberikan beberapa tips perawatan yang tepat untuk Smart Key System (SKS) pada sepeda motor matik, diantaranya :
1. Hindari menekan knob secara paksa jika smart key tidak di dekat motor. Pastikan mengoperasikan knob sebagai pengganti kunci kontak dengan normal mencegah kerusakan mekanis pada knob. Selain itu, mengingat motor hanya bisa menyala jika ada remote, maka pastikan remote selalu berada di dekat motor saat menekan knob.
2. Pastikan remote tidak terjatuh dan selalu dalam kondisi kering. Remote sebagai pemberi sinyal, meskipun sudah dilengkapi seal anti air, pastikan remote selalu kering dari air sebelum dinyalakan untuk mencegah kerusakan akibat hubungan arus pendek.
3. Hindari Radiasi Elektromagnet. Hindari kebiasaan meletakkan SKS di sekitar benda dengan radiasi elektromagnet yang tinggi, seperti handphone, televisi, pemancar signal, dan sejenisnya. Hal ini berpotensi mengganggu sinyal pada remote SKS.
4. Selalu pastikan telah menekan tombol off pada remote setelah mematikan sepeda motor. Jika remote tidak dalam kondisi off atau masih menyala setelah motor mati, sinyal dari remote akan terus memancar sehingga menguras baterai remote. Pada Yamaha Gear 125, setelah motor dimatikan remote akan memberikan notifikasi pengingat kepada pengendara untuk mematikan remote.
5. Selalu cek baterai remote. Jika radius remote dengan sepeda motor terlalu pendek saat digunakan maka disarankan untuk segera mengganti baterai pada remote.
6. Pastikan selalu mengingat / menyimpan nomor pin smart key. Hal ini mempermudah konsumen untuk menginformasikan kepada dealer jika terjadi kehilangan kunci.
7. Hindari menyimpan remot di bagasi motor atau rak pada motor. Hal ini agar tidak tidak tertinggal ataupun hilang. Jika kehilangan kunci, konsumen harus mengganti smart unit, SGCU, dan remote control.
8. Selalu cek kebersihan socket dan jalur kabel pada smart unit sebagai penerima sinyal untuk menghindari terjadinya korsleting
Perawatan sepeda motor matik dengan fitur Smart Key System (SKS) cukup mudah, karena dimulai dari kedisiplinan pengendara sendiri.
Rabu, Desember 15, 2021
Libas Jalan Berkelok dan Tanjakan Tajam Bukti Performa Yamaha FreeGo
GM-News. Motor skutik 125 cc dari keluarga generasi 125 Yamaha semakin diminati seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Selain karena memiliki harga terjangkau, desain menarik, beragam fitur fungsional, juga memiliki performa yang handal. Terbukti dengan hadirnya beragam cerita menarik dari pengalaman para penggunanya. Salah satunya Bu Tini (45) asal Kediri yang telah membuktikan kehandalan Yamaha FreeGo dengan melibas jalur berkelok dengan tanjakan tajam Pujon, Malang.
Ibu rumah tangga dari empat orang anak ini mengaku nyaman menggunakan motor skutik Yamaha FreeGo untuk menemani rutinitas harian baik jarak dekat maupun jarak jauh. Beragam pengalaman bersama Yamaha FreeGo menjawab keraguannya terhadap performa motor skutik. Salah satu pengalaman yang paling menantang ketika Bu Tini menggunakan sepeda motor Yamaha FreeGo untuk pulang pergi ke Malang dari tempat tinggalnya di Kediri.
“Biasanya saya pakai motor bebek, saat saya pertama kali beralih ke motor skutik Yamaha FreeGo saya memberanikan diri untuk antar jemput anak dari Kediri ke Malang. Tapi pake motor ini ternyata kuat nanjak jadi saya tetap tenang, malah lebih nyaman, kaki tidak terasa capek punggung juga tidak terlalu pegal padahal boncengan sama anak melewati jalan berkelok-kelok dan sangat menanjak di daerah Ngantang sampai Pujon. Dari situ saya selalu berani pake motor ini, buat pulang kampung ke Probolinggo, jalan-jalan ke Bromo, Malang, dan Alhamdulillah tidak ada kendala sampai saat ini,”ungkapnya
Pembuktian performa Yamaha FreeGo, khususnya saat ditanjakan dikarenakan menggunakan sudah mesin 125 cc Blue Core. Hal ini membuat sepeda motor lebih bertenaga saat membawa beban dan handal untuk melibas segala medan, baik di jalan datar maupun menanjak. Selain itu, Ban lebar dan tubeless, membuat Bu Tini lebih stabil saat bermanuver melewati jalan berkelok. Kenyamanan yang dirasakan Bu Tini saat pergi jarak jauh karena Yamaha FreeGo memiliki jok yang lebih panjang dan pijakan kaki yang luas sehingga penumpang juga akan lebih nyaman dan rileks saat berkendara.
Selain memiliki performa yang unggul di kelasnya, Yamaha FreeGo juga disempurnakan dengan beragam fitur fungsional yang semakin mendukung kenyamanan berkendara, seperti bagasi luas sehingga dapat menampung barang bawaan lebih banyak, Smart Front Fuel untuk pengisian bahan bakar dari depan, tanpa perlu membuka jok, Electric Power Socket pada Yamaha FreeGo untuk mengisi daya baterai smartphone saat berkendara, lampu Hazard yang biasanya hanya ada pada motor kelas 150 cc ke atas, Smart Key System (SKS) sebagai sistem kunci tanpa anak kunci (Keyless).
“Tidak hanya nyaman buat nanjak di perjalanan jauh dan ekstrem, saya nyaman pake Yamaha FreeGo untuk sehari-hari karena praktisnya. Bagasi sangat luas jadi kalau ke pasar semua juga masuk, tidak ribet. Anak saya juga suka pake buat sekolah karena tas dan helmnya bisa masuk ke bagasi,”tambahnya
Motor Yamaha Freego semakin lekat dengan masyarakat Indonesia yang dibuktikan dengan pengalaman berkendara penggunanya. Buktikan sendiri kehandalan motor ini dengan mengunjungi dealer Yamaha terdekat atau melalui website Yamaha Indonesia (www.yamaha-motor.co.id).
Rabu, Desember 01, 2021
Tenis Meja Piala Wali Kota Medan Digelar
GM-News. Wali Kota Medan diwakili Kadispora Medan Pulungan Harahap SH MSi membuka kejuaraan Piala Wali Kota Medan 2021 cabor Tenis Meja di GOR Cikal USU,Sabtu (27/11). Kejuaraan yang diikuti 92 peserta dari 25 klub ini berlangsung sampai Senin (29/11).Dalam kata sambutannya Kadispora menekankan kembali komitmen Pemko Medan dalam pembinaan dan pengembangan olahraga di kota ini. Dia menyebut akan menggelar kembali kejuaraan pada tahun depan.“Pemko mendukung penuh pembinaan atlet dan olahraga. Tahun depan akan kita gelar kejuaraan usia dini, untuk menjaring bibit-bibit atlet di kota ini,” ucap Pulungan Harahap, seraya berpesan kepada para atlet untuk tetap menjaga protokol kesehatan.Sementara Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani memberi apresiasi kepada PTMSI Medan yang menggelar kegiatan dan disambut antusias peserta.Eddy Sibarani mengharapkan dari kejuaraan Piala Wali Kota Medan 2021 ini bisa lahir atlet-atlet andal Kota Medan untuk seterusnya dipersiapkan mengikuti Porprovsu 2022 yang dijadwalkan berlangsung November tahun depan.“Rangkaian kejuaraan Piala Wali Kota Medan 2021 ini memang bagian dari persiapan untuk menjaring atlet ke Porprovsu 2022. Maka manfaatkan peluang ini, karena dengan menjadi juara di Porprovsu peluang untuk tampil di PON 2024 juga menjadi terbuka,” ungkap Ketua Umum KONI Medan.Dia juga berharap cabor tenis meja nantinya bisa mengulang sukses seperti di Porprovsu 2014. Ketika itu, Kota Medan memborong semua 7 medali emas yang dipertandingkan. “Tenis meja memang menjadi salah satu cabor andalan kita di Porprovsu mendatang. Karenanya, para atlet yang menjadi juara di sini terus giat berlatih,” tutup Eddy H Sibarani.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




