Jumat, Desember 29, 2017
Club MAXI Ramaikan Launching New NMAX
GM News-Medan.Puluhan riders komunitas MAXI Yamaha (TMAX, XMAX, NMAX, Aerox 155) memeriahkan launching skutik gembot Yamaha New NMAX 155 2018, di Maxx Coffee Sun Plasa, Medan, Rabu (27/12).
Manajer Divisi Promotion and Motorsport PT Alfa Scorpii Joni Lie saat peluncuran skutik premium tersebut mengatakan, Yamaha NMAX 155 Model 2018 memiliki beberapa keunggulan diantaranya, Maximum Design (New Inverted LCD Digital Speedometer, New Premium Seat Design, Velg baru dibalur warna emas), Maximum Comfort (New Rear Sub Tank Suspension warna emas, Velg dan ban tubeless tapak lebar, ruang kaki yang luas), Maximum Control (Double Disc Brake, sistem pengereman ABS), Maximum Performance (Mesin 155cc berteknologi Blue Core, Teknologi VVA), dan Maximum Style (Empat pilihan warna).
Dari pilihan warna, New NMAX 155 terbaru ini menyuguhkan warna matte grey, matte black, blue dan white. “Pembaharuan dari Yamaha NMAX 155 2018 ini merupakan persembahan Yamaha untuk konsumen Indonesia.Dengan livery ini, kita harapkan konsumen bisa puas,” ucap Joni Lie.
Fitur tambahan di Yamaha NMAX 2018, di sekitar kaki-kaki mengalami upgrade sesuai tren dan permintaan konsumen. Salah satunya mengganti sok belakang tanpa tabung dengan sok tabung ‘new rear sub tank suspension’ berwarna emas yang menambah sporty Maxi scooter dari Yamaha ini.
Khusus warna matte grey dan matte black, warna pelek juga makin mewah dengan nuansa gold, yang memang jadi poin of interest NMAX baru ini, pelek emas ini dibalut ban tubeless ukuran 110/70-13 di depan dan 130/70-13 di belakang. “Memang warna pelek emas hanya di warna matte gray dan matte black, karena warna ini bisa dibilang warna andalan kita,” ujar Joni Lie.
Bukan hanya facelift tampilan, tapi fitur spidometer juga diupgrade, tetap mengusung inverted LCD mirip dengan spidometer Aerox 155 VVA dilengkapi dengan multi information display (MID). Desain baru di jok, juga disematkan di NMAX 155 edisi 2018 ini, model jok makin sporty dengan bahan berbeda yang mendapat logo NMAX dan jaitan emas yang eksklusif.
Sektor mesin, NMAX menggunakan mesin Blue Core berkapasitas 155 cc berteknologi Variable Valve Actuator (VVA) yang memberikan tenaga NMAX akan terasa yahud dari putaran bawah hingga atas. Teknologi VVA (Variable Valve Actuation) membuat Yamaha NMAX 155 Model 2018 memiliki torsi merata di setiap putaran mesin. Ke manapun perjalanan Anda, NMAX 155 Model 2018 siap menemani.
Berapa harga yang harus ditebus konsumen untuk dapat menikmati segudang kelebihan Yamaha NMAX 155 Model 2018? SPV Promotion and Motorsport PT Alfa Scorpii Riki Junaedi mengatakan, Yamaha memasarkan dalam dua pilihan. “Masing masing Yamaha NMAX 155 Model 2018 dengan teknologi pengereman Anti-lock Braking System (ABS) yang dijual seharga Rp 31.618.000 untuk area Medan dan sekitarnya. Serta, Yamaha NMAX 155 Model 2018 tipe standar yang dilepas seharga Rp 27.968.000,” kata Riki.
Riki menyebutkan, tahun 2015 adalah Yamaha pertama kali menciptakan kategori baru di Indonesia yaitu MAXI Yamaha dengan memperkenalkan NMAX. Sejak saat itu, NMAX berhasil mendapatkan tempat di hati konsumen sebagai motor untuk menunjukkan kebanggaan dan semangat dalam berkendara. Terbukti sejak awal penjualan hingga Oktober 2017 motor ini telah terjual lebih dari 560.000 unit. Yamaha Indonesia juga telah mengekspor lebih dari 140.000 unit NMAX sejak 2015 ke seluruh dunia.
Kamis, Desember 21, 2017
Review Yamaha Mio S 125
Irit, Bertenaga, dan Lincah
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing selaku perwakilan pabrikan Yamaha yang ada di Indonesia kembali mel umi jd kan matic terbarunya, kali ini hadir keluarga baru Mio yakni Mio S 125.
Kehadiran Motor Yamaha Mio S 125 ini menambah daftar keluarga mio sehingga merk matic Yamaha ini tidak terbatas akan pilihannya. Jika melihat perkembangannya, keluarnya Yamaha Mio S ini cukup cepat pasalnya pada beberapa waktu yang lalu pabrikan yamaha Indonesia telah mengeluarkan Yamaha Mio M3 dan Mio Z di bursa motor matic dalam negeri yang saat ini peminatnya pun sangat bagus.
Berbeda dari para pendahulunya tampilan Mio S ini terlihat lebih simpel, namun kaya akan fitur didalamnya.
Dibekali headlamp yang futuristik dengan mamakai lampu LED, Answer Back Sistem, ban tubles, lampu hazard, dan mesin tangguh 125cc, Mio S dirasa cukup menjawab segala kebutuhan bagi pecinta matic Yamaha.
Beberapa waktu lalu para jurnalis Medan, vlogger, dan komunitas klub motor Yamaha diberi kesempatan menjajal "Tantangan 1 Liter” yang menempuh rute Medan-Tanjung Pura, Langkat, Rabu (20/12) lalu.
Pengujian konsumsi BBM yang dikemas apik dalam lomba irit-iritan tersebut menggunakan BBM pertalite, dengan metode pengisian BBM 1 liter dan pengoperasian motor layaknya pemakaian motor harian.
Dengan jarak atau rute yang dilewati kurang lebih 70 km, para rider menggeber tunggangannya. Hasil dari lomba tersebut telah didapati konsumsi BBM paling irit diraih Hadi Iswanto, jurnalis Media 24 Jam dengan rata rata konsumsinya 64.6 km/liter.
Posisi kedua ditempati Joe ketua YRFI dengan konsumsi BBM 62 km/liter, dan posisi ketiga diraih Vito (vlogger) dengan konsumsi BBM 60 km/liter.
Selain itu saya yang juga langsung menjajal motor Mio S tersebut kaget merasakan performa motor yang tangguh dan enak untuk diajak bermanuver. Tidak hanya itu saat saya menggeber kecepatan diatas 70 km/jam motor tidak terasa goyang, sangat nyaman sekali, tidak hanya itu Mio S terbukti sangat irit.

Bila kebanayakan motor matic agak kurang stabil saat diajak menikung, berbeda dengan Mio S. Mio S sangat stabil saat menikung, mungkin karena dibekali body ramping dan berat yang 94 kg, Mio S dirasa sangat lincah sekali.
Hal senada juga disampaikan Manajer Divisi Promotion and Motorsport PT Alfa Scorpii Joni Lie, dengan body yang ramping dikombinasikan dengan lampu depan LED dan desain bernuansa berlian, berkendara makin terlihat elegan dan stylish. "Desain bodi yang dinamis sangat mendukung untuk berkendara di padatnya lalu lintas perkotaan. Bodi yang ramping membuat berkendara makin lincah," imbuhnya.
Dinamakan Mio S, beberapa teknologi sudah disematkan sehingga sangat cocok untuk wanita sekarang yang hobi menggunakan motor untuk kesehariannya. Meski telah merancang Mio S untuk wanita, Yamaha tak menutup kemungkinan bahwa motor tersebut digunakan oleh pria. "Memang komunikasi pertamanya atau target pertamanya itu ke wanita. Bila dipresentasikan, sekitar 70 sampai 80 persen lah. Tapi tak menutup kemungkinan digunakan oleh laki-laki juga," ucap Joni Lie.
Selain itu, penggunaan ban tubeless juga tepat karena konsumen dari kaum hawa masih bisa mengendarai Yamaha Mio S sampai rumah jika ban tertusuk paku di jalan. Walau velg yang digunakan terhitung baru dan didesain khusus untuk ban tubeless, namun secara desain masih nampak seperti generasi Yamaha Mio lawas.
Beberapa fitur lain yang hadir di motor ini adalah answer bagasi yang cukup luas, gantungan di sisi depan, dan dek yang juga cukup lega.
Yamaha Mio S yang dibanderol Rp 17-an ini sekarang sedang laris manis diburu konsumen Medan. Hal ini karena dengan membayar DP Rp 1 juta saja, konsumen akan mendapatkan sepeda motor berkualitas.
Mio S Tubeless & Ban Lebar memilki tenaga yang lebih besar dengan mesin 125cc. Motor ini tetap irit karena adanya teknologi Blue Core.
Motor dengan power (cc) besar umumnya boros bahan bakar. Namun hal ini tidak berlaku dengan Mio S. Dengan mengusung tema SMART & SOPHISTICATED, Mio S dirasa sangat cocok sebagai pilihan utama motor matic harian.
Yamaha Buktikan Keiritan Mio S 125
Teknologi Blue Core Yamaha yang ditanamkan pada motor matik Yamaha Mio S telah menunjukkan hasil konsumsi BBM yang begitu efisien. Kali ini sejumlah anak klub, vlogger, dan awak media Medan telah berhasil membuktikan kehandalan teknologi Blue Core Yamaha dengan hasil pengujian konsumsi bahan bakar dalam acara “Tantangan 1 Liter” yang melibas rute Medan-Tanjung Pura, Langkat, Rabu (20/12) lalu.
Pengujian konsumsi BBM yang dikemas apik dalam lomba irit-iritan tersebut menggunakan jenis BBM pertalite, dengan menggunakan metode pengisian BBM 1 liter dengan pengoperasian motor layaknya pemakaian motor harian. Dengan jarak atau rute yang dilewati kurang lebih 70 km, para rider menggeber tunggangannya. Hasil dari lomba tersebut telah didapati konsumsi BBM paling irit diraih Hadi Iswanto, jurnalis Media 24 Jam dengan rata rata konsumsinya 64.6 km/liter.
Posisi kedua ditempati Joe ketua YRFI dengan konsumsi BBM 62 km/liter, dan posisi ketiga diraih Vito (vlogger) dengan konsumsi BBM 60 km/liter.
“Motor yang saya gunakan sangat nyaman, kencang dan mantap tarikannya, tapi kok irit banget ya?”, ceplos sang juara. Dari pernyataan tersebut disela-sela kemenangannya, pria yang lebih akrab dipanggil Hadi tersebut telah membeberkan gaya berkendaranya yang membuat konsumsi BBM dari Yamaha Mio S menjadi lebih efisien dari para peserta lainnya.
“Teknik penggunaan motor juga menjadi salah satu faktor penting yaitu
hindari penggunaan motor Stop & Go, dan gunakan kecepatan konstan
sehingga konsumsi bahan bakar akan lebih irit. Kalau pakai sepeda
motor Yamaha apalagi varian matik terbarunya kan ada eco indicator
tuh. Kalau lampu eco indicator masih nyala berarti konsumsi bahan
bakar bisa dipastikan irit,” ujar Hadi.
Manajer Divisi Promotion and Motorsport PT Alfa Scorpii Joni Lie
mengatakan, varian Yamaha Mio S yang dibanderol Rp 17-an ini sekarang
sedang laris manis diburu konsumen Medan. Hal ini karena dengan
membayar DP Rp 1 juta saja, konsumen akan mendapatkan sepeda motor
berkualitas.
Mio S Tubeless & Ban Lebar memilki tenaga yang lebih besar dengan
mesin 125cc. Motor ini tetap irit karena adanya teknologi Blue Core.
"Motor dengan power (cc) besar umumnya boros bahan bakar. Namun hal
ini tidak berlaku dengan Mio S Tubeless & Ban Lebar. Motor ini tetap
irit seperti halnya matik dengan CC yang lebih kecil. Hal ini terjadi
karena adanya teknologi Bluecore," papar Joni Lie.
Keunggulan lain motor ini, kata Joni Lie, terletak pada desain yang
lebih elegan. Dengan bodi yang ramping dikombinasikan dengan lampu
depan LED dan desain bernuansa berlian, berkendara makin terlihat
elegan dan stylish. "Desain bodi yang dinamis sangat mendukung untuk
berkendara di padatnya lalu lintas perkotaan. Bodi yang ramping
membuat berkendara makin lincah," imbuhnya.
Dinamakan Mio S, beberapa teknologi sudah disematkan sehingga sangat
cocok untuk wanita sekarang yang hobi menggunakan motor untuk
kesehariannya. Meski telah merancang Mio S untuk wanita, Yamaha tak
menutup kemungkinan bahwa motor tersebut digunakan oleh pria. "Memang
komunikasi pertamanya atau target pertamanya itu ke wanita. Bila
dipresentasikan, sekitar 70 sampai 80 persen lah. Tapi tak menutup
kemungkinan digunakan oleh laki-laki juga," ucap Joni Lie.
Selain itu, penggunaan ban tubeless juga tepat karena konsumen dari
kaum hawa masih bisa mengendarai Yamaha Mio S sampai rumah jika ban
tertusuk paku di jalan. Walau velg yang digunakan terhitung baru dan
didesain khusus untuk ban tubeless, namun secara desain masih nampak
seperti generasi Yamaha Mio lawas. Beberapa fitur lain yang hadir di
motor ini adalah answer back system, bagasi yang cukup luas, gantungan
di sisi depan, dan dek yang juga cukup lega.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)



