Minggu, Desember 02, 2018

Medan Denai Jauara Umum Porkot 2018

Tidak ada komentar :

Untuk keenam kalinya, Medan Denai tampil sebagai juara umum Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan X/2018. Gelar juara umum ini diraih Denai sejak 2013, hingga 2018.

Diajang yang digelar KONI Medan itu, Denai berhasil mengoleksi 24 emas, 13 perak dan 7 perunggu. Posisi kedua, menjadi milik Selayang setelah berhasil raup 20 emas, 23 perak dan 25 perunggu dan Medan Helvetia harus puas dirangking ketiga, atas raihan 20 emas, perak dan perunggu masing-masing 13 medali.

Ajang yang yang diikuti  2.620 atlet dan 748 official dari 21 kecamatan se-Kota Medan, tampil di 19 cabor yang berlangsung sejak 25 November hingga 1 Desember ini pun ditutup Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution mewakili Walikota Medan, T Dzulmi Eldin.

Dalam sambutannya, Akhyar mengatakan, jika para atlet yang tampil berprestasi diajang ini, sebagai langkah awal untuk menjadi atlet masa depan Medan. "Jika Porkot adalah titik awal untuk menentukan masa depan, apakah melanjutkan diri sebagai atlet atau tidak. Selamat kepada juara dan yang belum beruntung terus berusaha," tutur Akhyar.

Dihadapan Turut hadir, Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis, Kadispora Medan, Marah Husin Lubis, Ketua KONI Medan, Eddy H Sibarani, Kabid Prestasi Dispora Medan, Azam Nasution, Ketua PB Porkot X/2018, T Daniel Mozard, serta camat se-Kota Medan, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Akhyar mengatakan, jika kondisi sekarang, profesi sebagai atlet tak hanya sekedar bertanding tanpa adanya perhatian dari pemerintah.

Bonus besar dan perhatian masa depan atlet, pemerintah untuk masuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). "Kalau kalian punya cita-cita jadi atlet teruskan. Karena satu harga medali Asian Games Rp1,5 miliar. Ini menjadikan profesi masa depan. Banyak atlet kita berkontribusi untuk bangsa dan negara," jelasnya.

Sedangkan Ketua KONI Medan, Eddy H Sibarani mengatakan, jika banyak terjadi kejutan. Dimana, munculnya atlet baru yang mengalahkan seniornya. Eddy menegaskan, jika perhelatan Porkot 2018 ini sangat strategis. Dimana 2019, menjadi prakualifikasi PON 2020 Papua, dan dalam hal ini pihaknya telah menyiapkan atlet nantinya masuk dalam kontingen Sumut.

Kata yang, hasil Porkot ini pun dipersiapkan untuk menghadapi PON 2024. "Porkot kali ini, hasil kami memperoleh data, ada beberapa cabor yang memunculkan atlet baru mengalahkan seniornya. Porkot 2018 ini sangat strategis. Mengingat tahun 2024 Sumut bersama Aceh tuan rumah bersama PON," jelasnya.

Katanya, para atlet yang menorehkan prestasi diajang ini, akan menjalani sejumlah rangkaian tes untuk masuk program pembinaan KONI Medan. "Para atlet juga KONI Medan akan  lakukan tes fisik dan kesehatan, untuk mengevaluasi dan menganalisa para atlet," tegasnya

Peringkat Porkot Medan X

1. Medan Denai 24 13 7
2. Medan Selayang 20 23 25
3. Medan Helvetia 20 13 13
4. Medan Timur 17 7 8
5. Medan Tembung 15 16 21
6. Medan Sunggal 10 11 14
7. Medan Perjuangan 10 7 19
8. Medan Marelan 7 11 11
9. Medan Kota 6 4 6
10. Medan Johor 5 7 9
11. Medan Barat 5 3 5
12. Medan Baru 4 11 15
13. Medan Petisah 4 9 13
14. Medan Maimun 4 5 3
15. Medan Tuntungan 4 3 9
16. Medan Labuhan 3 3 5
17. Medan Amplas 2 8 14
18. Medan Area 2 6 8
19. Medan Deli 2 0 6
20. Medan Polonia 1 3 1
21. Medan Belawan 0 2 3

Medan Labuhan dan Medan Timur Juara Basket

Tidak ada komentar :
Kecamatan Medan Labuhan menjadi juara umum cabor basket pada Porkot Medan IX/2017 yang berakhir, Jumat (30/11) di Gor Pradipa Medan Perguruan DR Wahidin Sudirohusodo. Labuhan mengumpulkan 1 emas 1 perunggu.

Emas untuk Medan Labuhan didapat dari final kategori putra usai mengalahkan Perjuangan 74-40. Sementara perunggu cabor yang terakhir di pertandingkan di arena Porkot Medan X ini diraih usai menaklukkan Medan Kota 35-31 pada perebutan tempat ketiga kategori putri.

Medan Timur di posisi kedua setelah merebut  1 emas dari nomor putri usai  menang atas  Marelan 47-41 di final putri. Adapun posisi tiga diraih Perjuangan dilanjutkan Marelan dan Kota.

Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani, mengapresiasi panitia yang sukses menggelar pertandingan basket di Porkot dengan sangat baik. Tidak lupa, dia juga memuji semangat dari para atlet yang terus berjuang untuk menjadi atlet terbaik. 

"Selamat kepada para pemenang, jangan cepat puas dan tetap lah berlatih keras. Begitu juga bagi yang kalah, masih banyak event ke depan yang harus dihadapi, jadi tetaplah berlatih," ujarnya saat penutupan.

Koordinator pertandingan basket Porkot Medan, Suaib Hasibuan melaporkan, event kali ini diikuti sebanyak 300 atlet terbagi atas 15 tim putra dan 10 putri. "Peningkatan jumlah peserta terjadi signifikan pada event kali ini. Event Porkot memang sudah ditunggu, apalagi momen pas saat atlet tidak ujian di sekolah" tutupnya.
Penutupan.

Sementara Sabtu (1/12) sore ini kegiatan Porkot Medan X yang berlangsung sejak sepekan lalu akan berakhir ditandai dengan acara penutupan.

Ketua Umum KONI Medan di sela-sela menyaksikan gladi bersih acara penutupan di Gelanggang Remaja Medan, Jumat (30/12) sore menyebut, penutupan Porkot Medan X berlangsung Sabtu sore mulai pukul 14.00 dan rencananya dihadiri Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH bersama jajaran Forkorpimda, OPD dan para camat se Kota Medan. 

Menuru Eddy, acara penutupan tetap dikemas ramai dan meriah seperti halnya acara pembukaan.  Puncak prosesinya adalah penyerahan Piala Bergilir Wali Kota Medan beserta trofi juara umum kepada kontingen juara umum dan penyerahan 1 unit sepeda motor Honda Revo.

Ketua Panpel HT Daniel Mozard menambahkan, juga ada hiburan band bersama artis penyanyi kenamaan, kemudian atraksi dari cabor karate, dansa, free style sepatu roda, dan tak lupa lucky draw yang menyediakan banyak hadiah menarik. 

Selayang Terbaik Cabor Panahan

Tidak ada komentar :
Kecamatan Medan Selayang keluar sebagai kontingen terbaik di cabang olahraga panahan setelah menjadi peraih medali terbanyak dengan meraih 5 medali emas, 10 perak dan 2 medali perunggu.

Medan Selayang unggul dari Medan Timur yang berada di peringkat kedua berkat total raihan medali 4 emas, dengan Medan Denai di tempat ketiga setelah mendapat 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Tembung juga meraih 3 medali emas, namun hanya 1 medali perak dan menduduki peringkat keempat.

Dalam pertandingan yang berlangsung Minggu (25/11 tersebut), medali emas Medan Selayang didapat melalui M. Hafiz di nomor kualifikasi dan Nor Standar Bow SMA Putra, kemudian Nurul Amirah di nomor Standar Bow SMA Putri, Aizah Azzara di nomor Nor Standar Bow SMA Putri, serta Shelssy Revioza di nomor kualifikasi Standar Bow SMP Putri. 

Ketua Pengpcab Perpani Medan Fadilah Hutri didampingi Ketua Panpel Robby C SPd mengatakan, terdapat peningkatan peserta di cabor panahan Porkot X dibanding tahun-tahun lalu, dan hal ini sebutnya, tentu sangat menggembirakan. Panahan Porkot X memperlombakan 19 nomor.

Sementara Ketua Umum KONI Medan yang menyaksikan langsung para atlet bertanding, berharap dari ajang Porkot X ini bisa lahir atlet-atlet potensial yang nantinya bisa diperisapkan menjadi cikal bakal atlet PON 2024.
"PON XXII tahun 2024 nanti berlangsung di Sumut dan Aceh. 

Sebagai tuan rumah PON, kita tentu tidak ingin hanya menjadi penonton, namun bisa ikut menyumbangkan medali. Berlatihlah lebih giat dari sekarang, karena kami ingin pada enam tahun nanti, adik-adik bisa menjadi bagian dari kontingen Sumut yang bertanding di PON," harap Ketua Umum KONI Medan. 

Medan Tembung Pertahankan Dominasi Anggar

Tidak ada komentar :
Kecamatan Medan Tembung mempertahankan dominasinya di cabang olahraga (cabor) anggar pada Porkot Medan 2018 yang digelar di SMK Tritech, Jl. Bhayangkara, Mesa, pada Minggu-Senin, (25-26/11).

Tampil sebagai juara umum setelah kontingen Medan Tembung berhasil mengumpulkan 3 emas, 5 perak dan  7 perunggu. Tiga emas tersebut diraih dari nomor Floret Beregu Putra, Degen Beregu Putra dan Floret Beregu Putra.

Di posisi kedua ditempati Medan Amplas yang juga meraih tiga medali emas, namun hanya 4 perak dan 3 perunggu. Medan Helvetia dengan 2 emas, 2 perak, 2 perunggu di peringkat 3. Cabor anggar pada Porkot 2018 ini diikuti 80 atlet dari 14 kecamatan dan memperebutkan 8 medali emas. 14 Kecamatan yang ikut yakni Medan Amplas, Medan Area, Medan Barat, Medan Baru, Medan Deli, Medan Denai, Medan Helvetia, Medan Perjuangan.

Kemudian Medan Petisah, Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Timur dan Medan Tuntungan.

Partai final yang dilaksanakan Senin (26/11) sore, turut disaksikan  Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy Sibarani yang menyatakan perkembangan olahraga anggar di Kota Medan sudah semakin baik. “Saya yakin dengan kekompakan dan keseriusan pengurus, cabor anggar akan bisa menjadi andalan bagi Kota Medan dan Sumut nantinya,” ujarnya.

H. Muhammad Rivai, selaku Sekum IKASI Kota Medan mengatakan, pertandingan cabor anggar setiap porkot Kota Medan berlangsung ketat dan jumlah peserta serta kecamatan yang ikut sudah bertambah. “Jumlah atlet dan kecamatan setiap tahunnya terus bertambah. 

Ini membuktikan olahraga anggar semakin diminati di Kota Medan ini. Namun kami berharap dukungan dan bantuan donator terutama untuk alat sarana dan prasarana latihan yang masih minim saat ini,” ujarnya.

Sementara Ketua KONI Kecamatan Medan Tembung, Ramsidah br Simangunsong mengaku sangat bangga atas kerja keras atletnya sehingga bisa mempertahankan gelar. “Saya sangat senang, para atlet bisa mempertahankan gelar juara,” ujarnya.

Denai Kawinkan Emas Cricket

Tidak ada komentar :
Tim Kecamatan Medan Denai berhasil mengawinkan medali emas putra dan putri cabang olahraga (Cabor) Cricket Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan X/2018, yang berakhir Jumat (30/11)sore, di lapangan SMP Negeri 23, Jl Menteng Raya/Pasar Merah Ujung, Medan.
Tim putra Medan Denai tampil sebagai juara setelah mengumpulkan total nilai 84 sekaligus berhak atas medali emas. Sedang medali perak diraih Medan Perjuang dengan total nilai 76. Medali perunggu bersama diberikan kepada Medan Kota dan Medan Tembung yang sama-sama mengoleksi total nilai 68.

Sementara di bagian putri, Kecamatan Medan Denai juga berhak atas medali emas dengan koleksian nilai 76, disusul Medan Amplas dengan total nilai 72 yang berhak atas medali perak. Sedang medali perunggu bersama digenggam oleh Medan Kota dan Medan Tembung yang sama-sama mengumpulkan 64.

Cabor cricket yang baru pertama kali digelar pada pesta olahraga se-Kota Medan ini diikuti sebanyak enam kecamatan yakni Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Amplas.

Sekum Pengcab Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Medan B Gurning memberi apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap KONI Medan yang telah mengikutkan cabang cricket pada pagelaran Porkot tahun ini, dengan demikian penjaringan atlet dapat terus berjalan. Apalagi cricket merupakan cabor baru di Kota Medan.

"Saya berharap ke depan akan banyak lagi kompetisi yang digelar, sehingga atlet yang berlatih memiliki target yang ingin dicapai. Ini juga bagian dari persiapan kita untuk menghadapi yang lebih tinggi ke depannya," ujar B Gurning yang merupakan pendiri cabor cricket di Sumatera Utara.

ISSI Memuji KONI Medan

Tidak ada komentar :
Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Medan Feri Dhika Wardhana Erwan memuji KONI Kota Medan yang menyelenggarakan Pekan Olahraga Kota (Porkot) setiap tahunnya. Even ini tak hanya membantu pihaknya dalam memperbanyak even, tapi juga menjadi kesempatan yang baik dalam menjaring atlet.

"Porkot ini betul-betul luar biasa karena kita menjaring atlet yang terbuka bagi siapa saja," ujar Feri disela pelaksanakan balap sepeda Porkot di Sirkuit BMX Jalan Tuasan, Medan, Kamis (29/11).

Feri memberi perhatian khusus untuk nomor BMX. Rencananya, mereka akan menggelar kejuaraan di kecamatan-kecamatan dan selanjutnya para juara kecamatan akan dilibatkan pada Kejurda 2019. "Untuk event antar kecamatan ini akan kita buat lebih besar dan lebih kontiniu tiga bulan sekali," tuturnya didampingi Ketua Panitia Ilham Dani.

BMX sendiri menurut Feri merupakan basisnya olahraga sepeda. Pembinaan BMX dimulai dari usia 13, selanjutnya secara bertahap diarahkan ke MTB dan road (jalan raya).

Di Medan, potensi untuk mengembangkan balap sepeda cukup baik. Ia mencontohkan di beberapa kecamatan masih banyak anak-anak yang bermain sepeda. "Lihat sendiri di Johor kadang kita susah jalan karena anak-anak naik sepeda. Jadi saya sangat yakin kita akan mencetak atlet handal," tuturnya.

Di pentas internasional, ada atlet freestyle BMX asal kota Medan, Ardika Winata. Teja - sapaan akrabnya, merupakan atlet freestyle BMX yang malang melintang di berbagai kejuaraan BMX. Dia juga meraih juara di beberapa kejuaraan internasional. Mulai dari juara International Youth 2012 di Ancol, Jakarta; juara 3 FISE 2015 di Langkawi, Malaysia; peringkat 4 FISE World Series 2016, dan terakhir, pada Juli 2018, Teja meraih juara 1 Kejurnas BMX Freestyle 2018 di nomor Park, Kelas Men Elite.

Selama ini Teja, berdomisili di Jakarta untuk mengikuti lomba dan bertahan hidup dari kejuaraan demi kejuaraan disana. ISSI Medan dan Sumut kini pun mulai memperhatikannya. Sekarang sudah kontrak sama sponsor dan jadi artis. Instagramnya full endorse," ucap Feri sambil tertawa. "BMX memang sangat seksi, banyak orang buka toko sepeda sekarang. dari situ aja kita lihat barometernya."katanya.

Sementara itu Ketua Umum KONI Medan mengapresiasi penyelenggaraan balap sepeda Porkot. Ia menilai antusiasme pengurus dan peserta cukup baik yang ditandai dengan keseriusan selama proses pelaksanaan pertandingan.

"Hari ini kami menyaksikan pertandingan balap sepeda untuk nomor lomba BMX. Kami lihat kesiapan melaksanakan pertandingan ini cukup baik. Atlet-atlet ini juga cukup serius mengikuti pertandingan. Hal-hal seperti ini harus bisa dipertahankan supaya lebih baik ke depannya," tutur Eddy H Sibarani.

Eddy juga berharap ISSI Kota Medan bisa memperbanyak event agar para atlet semakin giat berlatih. Sehingga lahir atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.

Sementara kontingen Kemacatan Medan Denai mendominasi pertandingan dengan merebut 3 medali emas. Johor dan Selayang masing-masing membawa pulang 1 medali emas. 

Hasil Porkot Balap Sepeda:
BMX: Emas; Jufri Pratama (Denai), Perak; Ardiansyah (Denai), Perunggu Achmad Husni (Selayang).

Road:
Putri- Emas Khansa Nayra (Denai), Perak; Dara Latifah (Selayang), Perunggu; Fazila Nadia (Tuntungan).
Putra- Emas : M Davin Nasution (Johor), Perak; Ardiansyah (Denai), Perunggu; Jupri Pratama (Denai). (hai)

MTB: Putra; Emas Wimbi Dibyo (Denai), Perak;, M. Davin Nasution, Perunggu; Rendy (Johor). Putri; Dara Latifah (Selayang), 2. Feby (Johor), 3 Lita Putri (Deli).

Medan Kota Pertahankan Juara Umum Wushu

Tidak ada komentar :
Kontingen Medan Kota memastikan tampil sebagai juara umum cabang olahraga wushu pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan X/2018 yang berakhir Selasa (27/11) malam, di Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI), Jalan Wushu, Medan.
Kontingen Medan Kota tampil sebagai pengumpul medali terbanyak dengan meraih tiga medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Hasil ini sekaligus mempertahankan gelar juara umum Porkot IX tahun lalu. Ketika itu kontingen Medan Kota tampil sebagai pengumpul medali terbanyak dengan dua medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Urutan kedua ditempati kontingen Medan Timur dengan tiga medali emas, dan satu perak. Kontingen Medan Area menempati urutan ketiga setelah meraih satu medali emas, tiga perak dan satu perunggu. Kontingen Medan Petisah berada di urutan keempat dengan satu medali emas, satu perak dan satu perunggu.
Medali emas kontingen Medan Kota dipersembahkan Janrio Kristoper Saragi (satu emas), dan Trisha Luvvent (dua emas).  Trisha Luvvent memenangi nomor advance taiji putri dan taiji 42 putri. Untuk nomor advance taiji putri, Trisha Luvvent mengumpulkan nilai 8,5, sedangkan pada nomor taiji 42 putri, Trisha Luvvent mengemas nilai 8,57.
Sedangkan medali emas ketiga Medan Kota dipersembahkan Janrio Kristoper Saragi, setelah menjuari nomor sanda 56 kg putra. Pada pertandingan final, Janrio Kristoper Saragi berhasil menundukkan Daud Revantus Sitanggang.
Pelaksanaan pertandingan final Porkot 2018 cabang olahraga wushu juga dihadiri Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Darsen Song, Ketua Umum KONI Medan Eddy H Sibarani, Bidang Prestasi KONI Medan Sigfried, Wakil Ketua Umum Pengcab WI Medan Darno Hartono, Ketua Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI) Heriyanto, Ketua panpel Bobby Lim, dan sejumlah pengurus KONI Medan.
Ketua Umum KONI Medan Eddy H Sibarani mengaku bangga terhadap aroma pertandingan yang berlangsung pada cabang olahraga wushu, dimana banyak orangtua yang memberikan support kepada anaknya yang sedang bertanding. “Support orangtua seperti ini luar biasa, dan sangat berperan dalam melahirkan seorang atlet berprestasi,” katanya.
Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Darsen Song usai pertandingan mengatakan, pihaknya merasa bangga kekuatan wushu di kota Medan sekarang ini menyebar di beberapa kecamatan. "Kontingen Medan Kota memang berhasil mempertahankan gelar juara umum, tetapi untuk peringkat di bawahnya ada pergeseran. Hal ini membuktikan bahwa kecamatan-kecamatan lain lebih serius mempersiapkan atlet-atlet wushu," katanya.
Darsen Song juga merasa bangga karena pelaksanaan Porkot Medan tahun ini mempertandingkan nomor sanda, setelah tahun lalu absen. "Denyut pembinaan nomor sanda di kota mulai ada denyutnya, dan mudah-mudahan tidak lama lagi Medan kembali merajai nomor sanda di ajang Kejurda," katanya.

Porkot Medan X/2018

Tidak ada komentar :

Renang Milik Helvetia


Kecamatan Helvetia tampil sebagai juara umum cabor renang Porkot Medan X/2018 yang digelar di Kolam Renang Selayang, Jalan dr Mansur, Medan, Rabu (28/11).

Raihan medali Helvetia jauh dari kontingen lainnya, dengan 9 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Medan Selayang mengunci posisi kedua setelah meraup 4 emas, 9 perak dan 10 perunggu dan Medan Denai harus puas rangking ketiga dengan 4 emas dan 1 perak.

Apresiasi tinggi dilontarkan Ketua Umum KONI Medan, Eddy H Sibarani terhadap pagelaran pertandingan cabor renang ini. Ia melihat, jika banyaknya atlet usia dini bentuk terwujudnya target Porkot. "Kita cukup bahagia dengan target Porkot kali ini pencarian bibit baru, berhasil di renang. Kita berharap ini berkelanjutan, dengan ini ada lapisan di renang ini," tutur Eddy.

Didampingi Ketua Pengcab PRSI Medan, Syahriandi dan Ketua Panitia, Reza Pahlevi, Eddy pun berharap, jika pembinaan para atlet ini harus fokus dilakukan klub maupun Pengcab. "Kita berharap, kedepannya pembinaan lebih ditingkatkan lagi. Karena dengan usia dini, mereka inilah yang menjadi harapan renang kedepannya," jelasnya.

Sedangkan Ketua Panitia, Reza Pahlevi mengatakan, mengatakan, Porkot renang kali ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Dimana, jumlah bertambah 45 atlet, begitu juga dengan kontingen yang ambil bagian. "Total peserta 135 didominasi atlet junior, ini bertambah 45 atlet dari Porkot tahun lalu. Sedangkan kontingen berjumlah 19 kecamatan," ungkapnya.

Cabor Menembak Porkot X Milik Selayang

Tidak ada komentar :
Kecamatan Medan Selayang berhasil mencatatkan dirinya sebagai peraih terbanyak cabang menembak Porkot Medan ke-10 tahun 2018.

Hingga hari terakhir cabang menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak Perbakin Sumut, Rabu (28/11) Medan Selayang berhasil mengumpulkan dua emas dan dua perunggu.

Dua emas disumbangkan oleh Rufian Rizal dari nomor Air Rifle Hunting Putra dan nomor Metal Silhouette Tripost 27 meter Pompa dan perunggu dipersembahkan Alfi Nafais dari nomor Air Pistol Putri dan Marbun dari nomor tembak reaksi AA IPSC Non Serti putra.

Di posisi kedua ditempati kecamatan Helvetia dengan 1 emas, 3 perak dan 1 perunggu, bersama Medan Sunggal yang juga  dengan 1 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

Ketua KONI Medan Eddy H Sibarani saat penyerahan medali didampingi sejumlah pengurus mengatakan, pihaknya mengucapkan selamat kepada pemenang namun jangan berpuas diri dengan keberhasilan tersebut, karena kedepan masih banyak kejuaraan-kejuaraan lagi yang harus diikuti.

Apalagi Sumut tahun 2024 bersama Aceh akan menjadi tuan rumah PON yang tentunya persiapannya harus mulai dilakukan sejak hari ini, terutama persiapan para atlet.

Artinya waktu yang enam tahun lagi menuju tahun 2024 harus benar-benar dimaksimalkan bagi atlet untuk terus mengasah kemampuannya, sehingga nantinya Sumut tidak hanya menjadi penonton pada perhelatan olahraga terakbar di Indonesia itu, khususnya cabor menembak.

"Kita tentunya snagat mengharapkan cabor menembak dapat menajdi salah satu lumbung emas bagi Sumut nantinya. nah untuk itu persiapkannlah diri dari sekarang, banyak even yang harus diikuti sebagai salah satu upaya semakin mengasah kemampuan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perbakin Medan yang terus secara serius melakukan pembinaan kepada atlet dan terbukti dari tahun ketahun atlet yang mengikuti Porkot terus bertambah jumlahnya demikian juga prestasi yang diraih juga terus meningkat.

"Kami mendengar baru ini atlet menembak kita berhasil meraih tiga perunggu di kejurnas. Itu tentunya menjadi modal bagi kita untuk persiapan awal menuju PON. kami ucapkan terimakasih kepada semua pengurus perbakin yang bekerja keras mensukseskan Porkot cabang menembak ini," katanya.

Sementara Sekretaris Perbakin Medan Muhammad Ilham mengungkapkan apresiasi tingginya terhadap KONI Medan yang konsisten menggelar Porkot, karena dengan demikian penjaringan atlet dapat terus berjalan. 

"Saya berharap ke depan akan banyak lagi kompetisi yang digelar, sehingga atlet yang berlatih memiliki target yang ingin dicapai. Ini juga bagian dari persiapan kita untuk menghadapi PON mendatang selain itu juga untuk mencari bibit-bibit potensial," katanya.

Medan petisah Juara Tenis Lapangan Porkot 2018

Tidak ada komentar :
Kontingen Medan petisah pastikan gelar juara umum cabor tenis lapangan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2018 usai meraih 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu, Rabu (28/11/2018).

Para petenis Medan Petisah yang meraih medali diantaranya emas melalui ganda campuran Rizky Hadish Sihotang/Indah Safira Sihotang dan ganda putra Rizky Hadish Sihotang/Darma Jaya.

Sedangkan medali perak diraih Indah Safira Sihotang lewat tunggal putri dan perunggu diraih Rizky Hadish Sihotang di tunggal putra.

Sedangkan di posisi runner up, Medan Labuhan dan Medan Selayang harus puas berbagi 1 emas lewat tunggal putra Riski Nursasongko (Labuhan) dan tuntgal putri Aulia Nazlita Daulay (Selayang).

Ketua Panitia Porkot 2018, HT Daniel Mozard mengatakan para jawara yang berhasil meraih medali harus bisa menjadi atlet yang memperkuat Sumut di PON.

"Hasil ini tetap akan kita bina dengan program rutin sehingga mempersiapkan atlet PON sebagai utusan dari kota Medan," katanya seusai laga.

Baginya semua atlet harus memiliki keyakinan kuat pada dirinya mampu menembus gelaran bahkan di tingkat nasional.

"Dalam olahraga harus punya optimisme. Karena tanpa semangat seorang atlet tidak akan pernah menjadi atlet unggulan yang selanjutnya dipersiapkan di pertandingan setingkat nasional bahkan internasional," tegasnya.

Sementara, Ketua KONI Medan Petisah, Sigit mengaku bangga dengan raihan juara umum yang telah ditorehkan para atletnya.

"Target kita tetap menjadi juara umum di tiap tahunnya. Karena ini sudah program bersama pelatih kita juga yakin dengan seluruh atlet yang sudah kita bina," jelasnya.

Berikutnya, ia hanya meminta perhatian lebih dari Pengurus Pelti Medan maupun Sumut untuk lebih memberikan perhatian pada masa depan para atlet.

"Kita memang berharap ada perhatian khusus, karena setelah ini mereka mau jadi apa?. Di ibukota atlet seumuran ini yang mendapat perhatian lebih karena ini bibit unggul menuju perhelatan di tingkat nasional maupun internasional," tutupnya.

Porkot Medan X

Tidak ada komentar :

Helvetia Kuasai Kempo

Kontingen Medan Helvetia berhasil menguasi cabang kempo pada Pekan Olahraga (Porkot) Medan X tahun 2018 di Sekolah GB Josua, Minggu (25/11). Mereka mengumpulkan 9 emas, 3 perak dan 2 perunggu.

Koleksi medali emas Helvetia jauh dari persaing terdekatnya, Medan Perjuangan yang mengumpulan 3 emas, 1 perak dan 6 perunggu. Posisi ketiga ditempati Medan Baru dengan 1 emas, 3 perak dan 7 perunggu.

Pertandingan cabang kempo dibuka oleh Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani. Dalam sambutannya, Eddy memberikan apresiasi kepada cabang kempo yang terus berkembang di Kota Medan. Dia berharap agar pembinaan lebih ditingkatkan.

"Kami memberikan apresiasi kepada Perkemi Medan yang terus giat mengembangkan kempo. Kita juga memberikan apresiasi kepada panitia cabang kempo yang lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Eddy berharap pelaksanaan cabang kempo Porkot Medan ini bejalan baik. Kemudian mampu melahirkan atlet-atlet berbakat, yang akan nanti mengharumkan nama Kota Medan.

Hal sama juga dikatakan Ketua Perkemi Medan, Jovan Imanta. Dikatakan, Porkot Medan merupakan ajang untuk mencari atlet berbakat. Mereka akan dibina untuk dikirim ke even lebih tinggi.

"Untuk itu, bagi yang juara agar tetap meningkatkan kemampuan, karena masih banyak even lebih tinggi. Bagi yang belum juara, juga terus berlatih karena kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda," pesannya.

Sedangkam Ketua Panitia Syaiful Amri SSos melaporkan, pertandingan cabang kempo Porkot Medan X digelar di Sekolah GB Josua pada 24-25 November. Even ini mempertandingkan 14 nomor, yang diikuti 80 atlet dari 12 kecamatan Kota Medan.

"Kami berharap Porkot Medan ini bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi," pungkasnya. (dek)

Perolehan Medali Kempo

1. Helvetia       9-3-2
2. Perjuangan   3-1-6
3. Baru            1-3-7
4. Timur           1-0-1
5. Petisah         0-5-6

Porkot X 2018

Tidak ada komentar :

Medan Denai Kuasai Cabor Dayung

Diluar dugaan kontingen kecamatan Medan Denai tampil sebagai penguasa cabor dayung Porkot X/2018 yang digelar di Lantamal I Belawan, Minggu (25/11). Tim asuhan Widodo berhasil menyabet 4 medali emas dan 4 perak.
Emas Medan Denai diraih, Leni dan Elsa di nomor kayak 2 putri jarak 200 meter, Wawan dan Dimas di nomor kayak 2 putra jarak 200 meter, Renaldi pada nomor C-1 jarak 500 meter dan nomor TBR (beregu)
Peringkat kedua diraih Medan Marelan dengan raihan 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Peringkat ketiga milik Medan Timur dengan torehan 2 emas dan 2 perunggu.
Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Medan Letkol Marinir Ismail E Rambe mengatakan perhelatan Porkot Kota Medan yang telah memasuki tahun ke sepuluh merupakan ajang prestasi bagi atlet, khususnya cabor dayung. Kegiatan yang diikuti 50 atlet berjalan dengan lancar dan sukses.
"Sebanyak 5 kecamatan, yakni Medan Denai, Medan Timur, Medan Marelan, Medan Belawan dan Medan Deli. Untuk tahun ini Kecamatan Medan Denai dan Medan Timur merupakan pendatang baru. Diluar dugaan Medan Denai sebagai pendatang baru berhasil menjadi juara umum" jelasnya.
Ia menambahkan prestasi yang diraih para atlet merupakan kerja keras yang selama ini mengikuti latihan secara rutin. Hal ini tentunya dirasakan atlet saat latiham saling berangkulan, namun untuk unjuk prestasi harus gigih untuk menjadi yang terbaik.
Ia menuturkan bagi atlet yang telah menuai prestasi jangan cepat berbangga hati. Selain itu, bagi yang belum berhasil menuai prestasi jangan putus asa. Kegagalan yang diraih merupakan kesuksesan yang tertunda.
"Untuk kedepannya para atlet lebih giat lagi untuk latihan dalam rangka mewujudkan Medan sebagai kota atlet. Kejuaraan-kejuaraan masih menanti para atlet dayung kota Medan sehingga dapat menuai prestasi regional, nasional dan internasional" tandasnya.
Sementara itu, koordinator KONI Kecamatan Medan Denai Widodo yang meninjau langsung cabor Dayung memberikan apresiasi kepada para atlet yang tampil dengan semangat tinggi berhasil menyingkir atlet kecamatan lain.
"KONI Medan Denai memberikan apresiasi kepada para atlet. Padahal cabor Dayung baru pertama kali diikuti selama Porkot digelar" terangnya.
Dia menuturkan raihan 4 emas dan 4 perak merupakan medali perdana yang diraih Medan Denai. Hal ini diharapkan kesuksesan yang diraih atlet dayung memberikan motivasi kepada atlet lainnya yang berjuang untuk menambah pundi-pundi Medan Denai untuk tampil juara umum tahun ini. 

Porkot Medan X 2018

Tidak ada komentar :

Lahirnya Cikal Bakal Atlet PON

Gong Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan X/2018 resmi dibuka Walikota Medan, Drs T Dzulmi Eldin M.Si, M.SH di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo, Medan, Sabtu (24/11).

Porkot kali ini diikuti 2.620 atlet dan 748 official dari 21 kecamatan se-Kota Medan, tampil di 19 cabang olahraga dan ambil bagian di 400 lebih nomor lomba yang dipertandingkan. Atlet berprestasi diajang yang berlangsung hingga 1 Desember mendatang ini, menjadi harapan dan cikal bakal Kota Medan untuk mempekuat Sumatera Utara di PON 2020 Papua maupun saat Sumut menjadi tuan rumah PON 2024 mendatang.

"Saya sangat berharap melalui Porkot tahun ini kita dapat menyaksikan atlet atlet hasil binaan selama ini berlaga dan menjadi jaya sehingga nantinya menjadi perwakilan kota Medan dalam mengikuti pekan olahraga tingkat provinsi dan PON mendatang," ujar Eldin dalam sambutannya.

Eldin menegaskan, jika pembenahan terus dilakukan KONI Medan, Dispora Kota Medan bersama pihak untuk terus meningkatkan prestasi atlet. "Sudah tradisi setiap tahunnya atlet Medan menjadi harapan bagi Sumut ditingkat nasional maupun internasional. Hal ini membuktikan bahwa Kota Medan sedang dan akan terus membenah menjadi kota atlet yang handal," tegas Eldin.

Eldin juga mengakui, jika olahraga tak hanya soal prestasi semata, tapi juga memiliki peran penting dalam mempromosikan apa yang menjadi kebanggaan ibukota provinsi Sumut ini. "Kita semua sadar, jika olahraga bisa mempromosikan Medan kepada khalayak nasional maupun internasional," pungkas Eldin.

Ketua Umum KONI Kota Medan, Drs Eddy H Sibarani dalam sambutannya mengatakan, jika pelaksanaan Porkot Medan kali ini istimewa dari sebelumnya. Mengingat, Porkot Medan 2018 ini merupakan pencapaian satu dasawarsa ajang pencarian bakat atlet sejak digelar 2009 lalu.

Eddy juga menyebutkan, jika tahun 2018 ini pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap 600 atlet yang dilakukan melalui proses seleksi. Ke-600 atlet inilah yang menjadi wakil Kota Medan diajang yang lebih prestisius. "Tahun 2018 ini, kami telah melakukan pembinaan terhadap 600 atlet dan juga 120 pelatih. Ini terus menerus dilakukan sejak 2009 hingga 2018 ini, Porkot berhasil dilaksanakan dan membuahkan hasil yang baik," jelas Eddy.

Dikatakannya, jika Porkot inilah titik start bagi atlet untuk menjadi tulang punggung Medan berprestasi ditingkat provinsi, regional, nasional hingga internasional. "Porkot ini hasil evaluasi untuk pembinaan atlet Kota Medan untuk kedepannya," pungkasnya.

Turut hadir, Wakil Ketua KONI Sumut, Prof Agung Sunarno, Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Nanda Ramli, Kadispora Kota Medan, Marah Husin Lubis, Ketua Panitia Besar Porkot Medan X/2018, T Daniel Mozard, serta Muspida plus dan Forpimda Kota Medan.