Senin, Desember 23, 2019
Yamaha XSR 155 dan WR 155R Resmi Meluncur di Medan
GM-News. PT Alfa Scorpii selaku main dealer Yamaha secara resmi memperkenalkan dua produk sport terbaru yaitu All New XSR 155 dan WR 155R. Soft launcing produk terbaru Yamaha ini dilakukan di dealer Sentral Yamaha, Jalan Adam Malik, Medan, Jumat (20/12/2019).
Acara soft launching dihadiri Chief Territory V PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Eddy Hang, Koordinator Territory V PT YIMM Hendra Wijaya, staff education PT YIMM Ridwan Arifin, GM PT Alfa Scorpii Joni Lie, dan manager education PT Alfa Scorpii Agus Susanto.
Chief Territory V PT YIMM Eddy Hang mengatakan, kehadiran dua produk anyar ini tak hanya menjadi penggairah di segment pasar sport nasional. Dua produk terbaru Yamaha ini juga menjadi pelengkap varian kaluarga Sport Yamaha (The Completion of Yamaha Sport Family) yang sebelumnya telah lebih dulu diisi All New Vixion series, R series serta MT series.
“Kami Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sangat menunggu momen ini. Karena tepat di hari ini, akhirnya kami dapat mengumumkan model-model baru yang kehadirannya begitu penting untuk tahun 2020," ungkap Edy Hang.
Yamaha terang dia, sudah terbiasa menjadi challenger. Yamaha adalah challenger untuk menciptakan permintaan baru, challenger untuk menetapkan tren baru dan challenger untuk memberikan nilai yang lebih tinggi atau sesuatu yang baru bagi konsumen Indonesia.
Sementara itu GM PT Alfa Scorpii Joni Lie mengatakan, dua produk terbaru Yamaha yakni All New XSR 155 dan New WR 155R mendapat respon positif dari konsumen di Medan. “Respon konsumen sangat positif. Sudah tercatat 1.000 lebih konsumen yang inden untuk varian Yamaha WR 155, sedangkan varian XSR 155 jumlahnya ratusan,” katanya,
Joni Lie mengatakan, Yamaha XSR 155 akan menyasar konsumen-konsumen yang suka dengan motor-motor heritage, tapi dengan teknologi yang terbaru. Sementara WR 155R, ditujukan untuk mendukung aktivitas hobi berpetualang konsumen dalam mengeksplorasi beragam tempat indah, baik di jalanan on road maupun off road.
Sebagai salah satu motors sport heritage dari Yamaha yang mengusung konsep Born to be Free, All New XSR 155 adalah simbol atas ekspresi tren gaya hidup dan refleksi dari nilai kreativitas tanpa batas. Dengan perpaduan nilai warisan masa lalu serta sentuhan teknologi masa kini, All New XSR 155 diyakini mampu menyuguhkan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan melalui tampilan desain motor berkonsep sport heritage yang tak lekang oleh waktu, fitur berkendara moderen, serta performa mesin yang handal dan bertenaga.
Tampilan klasik moderen pada All New XSR 155, diwujudkan melalui beberapa sentuhan di berbagai sektor. Mulai dari model tangki Drip-Shaped yang mampu mendukung kenyamanan saat berkendara, penggunaan jok single seat dengan desain klasik yang stylish, lalu desain lampu depan dan belakang yang berbentuk bulat dengan teknologi LED moderen, hingga keberadaan Full LCD Digital Speedometer bergaya retro yang telah dilengkapi dengan Multi Information Display (MID).
Sedangkan Yamaha New WR 155R mengusung tema The Real Adventure Partner, merupakan motor handal di segala medan, Dapat digunakan di jalan perkotaan, pedesaan, maupun pegunungan. Cocok untuk berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa, pegawai perkantoran maupun pengusaha perkebunan.
Yamaha New WR dengan mesin berkapasitas 155 cc, liquid cooled, 4 langkah dengan teknologi VVA yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 12,3 kW/ 10.000 rpm dan torsi sebesar 14,3 Nm/ 6.500 rpm. Pada bagian suspensi depan Yamaha WR 155R mengaplikasikan tipe suspensi jenis teleskopik, dengan ukuran diameter 41 mm. Karakter suspensi depan ini juga diklaim rigid, sehingga menjamin motor tetap optimal baik di jalur on road maupun off road.
Yamaha WR 155R memiliki daya jelajah yang tinggi berkat kapasitas tangki besar yang mencapai 8,1 liter. Selain itu, desain jok bergaya YZ series yang rata, juga memudahkan pengendara dalam mengatur posisi duduk sehingga mendukung kelincahan saat bermanuver.
Yamaha WR 155R dibekali mesin yang identik dengan mesin All New R15, Vixion R, dan MT-15. Mesin ini punya konfigurasi 155 cc, SOHC, dengan rasio kompresi 11,6:1. Mesin tersebut sudah mengusung teknologi fuel injection, dan menggunakan pendingin cairan.
Yamaha All New XSR 155 dan New WR 155R sekarang ini bisa dipesan pada dealer-dealer resmi Yamaha. Sedangkan varian WR 155 bisa juga dipesan melalui booking online. Untuk booking online diselenggarakan di situs https://www.yamahamotoronline.co.id/booking/. Pemesanan online Yamaha WR 155R sudah dibuka mulai 2 Desember 2019 pukul 18.00 WIB sampai 31 Januari 2020, dengan booking fee sebesar Rp 2.000.000 dari total harga Rp 39.125.000 (harga booking online untuk wilayah Medan).
Kamis, November 28, 2019
PT Alfa Scorpii-Grab Jalin Kerja Sama
GM-News. PT Alfa Scorpii selaku main dealer sepeda motor Yamaha wilayah Sumbagut menjalin kerja sama dengan Grab. Yakni Benefit program berupa serah terima 40 unit Yamaha berbagai tipe kepada Mitra Grab, di Kantor Grab, komplek CBD Polonia, Medan, Selasa (26/11/2019).
Ini merupakan program tahap pertama, program kerjasama tersebut bakal dilanjutkan pada tahap-tahap berikutnya. Hadir pada acara itu Chief Marketing Special Project PT Alfa Scorpii, Harry Irwanto; Manager Edukasi PT Alfa Scorpii, Agus Susanto; perwakilan Grab Medan, Tengku Muhammad Saddam; Manager Area Medan Bussan Auto Finance, Adam Saragih.
Harry Irwanto menjelaskan, benefit program tersebut berupa serah terima puluhan unit Yamaha kepada Mitra Grab. “Hadirnya program ini bertujuan memudahkan para mitra Grab mendapat unit terbaik dari Yamaha dengan sistem pembayararan yang mudah. Sistem kerja sama tersebut berupa pemotongan harian langsung dari dompet kredit mitra Grab,” bebernya.
Disamping kemudahan sistem pembayaran, Yamaha juga memberikan potongan harga bagi para Mitra Grab. “Potongan harga yang kami berikan dengan DP sangat ringan, yaitu hanya Rp 1 jutaan,” kata Harry Irwanto.
Harry Irwanto menjelaskan, segala kemudahan yang dihadirkan dengan Yamaha bekerja sama dengan pembiayaan resmi Bussan Auto Finance (BAF).
“Persyaratan pengajuan ini mitra ke Grab di antaranya penghasilan yang tinggi, jam online yang sudah memadai (lama operasi), dan tidak ada fraud yang dilakukan selama bergabung dengan Grab,” jelasnya.
Tengku Muhammad Saddam mengatakan, melalui kerja sama ini, PT Alfa Scorpii dan Grab berkomitmen untuk menyediakan layanan mobilitas generasi lanjut dengan menerapkan solusi serta inovasi yang memanfaatkan teknologi Yamaha Motor, serta pengetahuan dalam aspek keselamatan sepeda motor untuk menciptakan rasa berkendara yang aman serta penuh percaya diri di antara para mitra pengendara Grab.
Saddam mengatakan, Grab hadir di 224 kota Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Sejalan dengan visinya sebagai everyday super app dan strategi open platform, saat ini Grab menyediakan berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat di Indonesia, mulai dari layanan transportasi roda dua dan empat, pengantaran bingkisan, pembayaran digital, hingga layanan pesan-antar makanan dan barang belanjaan.
“Riset dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics baru-baru ini juga menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 2,66 triliun terhadap perekonomian Medan pada tahun 2018,” katanya.
Saddam menyebutkan, Grab adalah super app terkemuka di Asia Tenggara, menyediakan banyak layanan harian yang paling berarti bagi konsumen. Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh sebanyak lebih dari 163 juta kali, memberikan pengguna Grab kemudahan untuk terhubung dengan 9 juta mitra pengemudi dan agen.
“Saat ini Grab memiliki armada transportasi darat yang besar dan telah mencapai lebih dari 4 miliar perjalanan sejak didirikan pada tahun 2012. Grab menyediakan layanan transportasi on-demand di Asia Tenggara, serta layanan pengantaran makanan dan barang di lebih dari 339 kota di 8 negara,” katanya.
Minggu, September 15, 2019
Medan Kota Juara Umum Wushu
GM-News. Kontingen Medan Kota memastikan tampil sebagai juara umum cabang olahraga wushu pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XI/2019 yang dilangsungkan di Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI), Jalan Wushu, Medan, Jumat (13/9).
Kontingen Medan Kota tampil sebagai pengumpul medali terbanyak dengan meraih empat medali emas, tiga perak, dan dua perunggu. Hasil ini sekaligus mempertahankan gelar juara umum Porkot tahun lalu. Urutan kedua ditempati kontingen Medan Deli dengan dua medali emas, satu perunggu. Kontingen Medan Timur menempati urutan ketiga setelah meraih satu medali emas, dua perak. Kontingen Medan Maimun berada di urutan keempat dengan satu medali emas, dua perak.
Medali emas kontingen Medan Kota keduanya dipersembahkan Trisha Luvvent yang memenangi nomor taiji quan 24 putri. Trisha Luvvent memenangi nomor ini setelah mengumpulkan nilai 8,40, sedangkan medali perak direbut Fany Rahmah dari Medan Timur dengan nilai 8,03, dan medali perunggu dimenangkan Natasha Salim dari Medan Kota dengan nilai 7,97.
Medali emas kontingen Medan Kota lainnya direbut Donald Zhuo yang turun pada nomor chang quan C putra, dan Kingsley Licent Wong (taijiquan 42 putra). Gilang Sutoyo yang turun pada nomor sanda melengkapi sukses kontingen Medan Kota dengan meraih medali emas kelas 56 kg junior putra.
Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani usai mengalungkan medali para pemenang mengatakan, untuk para peraih medali emas jangan langsung puas meraih prestasi terbaik di ajang Porkot. “Hari ini kalian juara di tingkat Porkot, namun empat tahun medatang harus juara PON. Peluang itu cukup terbuka karena PON 2024 akan dilaksanakan di Sumut dan Aceh,” kata Eddy.
Eddy berharap, cabang olahraga wushu mampu mempertahankan tradisi emas PON, dan atlet-atlet Medan tetap menjadi tulang punggung kontingen Sumut. “Dari padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonensia binaan master Supandi Kusuma ini selalu muncul atlet-atlet berprestasi internasional. Dan saya yakin di antara kalian nanti akan lahir juara-juara baru,” katanya.
Sementara Ketua Pengcab Wushu Indonesia (WI) Medan, Dono Hartono usai pertandingan itu mengatakan, pihaknya merasa bangga kekuatan wushu di kota Medan sekarang ini menyebar di beberapa kecamatan.
"Kontingen Medan Kota memang berhasil mempertahankan gelar juara umum, tetapi untuk peringkat di bawahnya ada pergeseran. Hal ini membuktikan bahwa kecamatan-kecamatan lain lebih serius mempersiapkan atlet-atlet wushu," katanya.
Pelaksanaan Porkot 2019 cabang olahraga wushu juga dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Prestasi KONI Medan Sigfried, Ketua padepokan YKWI Heriyanto, dan sejumlah koordinator KONI kecamatan.
Medan Denai Juara Porkot Medan 2019
GM-News. Medan Denai sukses pertahankan gelar juara umum untuk ke-7 kalinya di ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XI/2019, setelah raih medali terbanyak. Raihan Medan Denai atas 74 medali emas, 55 perak dan 47 perunggu tak terbendung dan kokoh dipuncak klasemen akhir Porkot kali ini.
Cabor yang menjadi lumbung Denai, yakni, atletik 13 emas, renang dan sepatu roda masing-masing 10 emas, serta gulat 8 emas. Sedangkan posisi kedua, ditempati Medan Tembung atas perolehan medali 36 emas, 25 perak dan 40 perunggu. Cabor gulat memberikan sumbangsih besar bagi Tembung atas perolehan 13 emas.
Posisi ketiga untuk Medan Helvetia atas perbendaharaan 31 emas, 28 perak dan 37 perunggu. Pundi-pundi emas Helvetia didominasi dari cabor kempo dengan 9 emas. Medan Marelan kunci tempat keempat setelah koleksi 24 emas, 14 perak dan 23 perunggu dan Medan Selayang bertengger dirangking lima besar atas raihan 20 emas, 24 perak dan 33 perunggu.
Ajang yang diikuti 3.892 dari 21 kecamatan Kota Medan ini pun berakhir dan ditutup Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi di Stadion Teladan Medan, Sabtu (14/9).
Dalam sambutannya, Akhyar mengapresiasi perjuangan kontingenedan yang berhasil mempertahankan gelar juara umum. Bahkan, pesta olahraga Kota Medan ini, Denai tasbihkan diri menjuarai Porkot hingga ketujuh kalinya berturut-turut.
Di hadapan, Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis, Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Ramli, Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani dan Forkopimda Medan, dia berharap kesuksesan Denai ini menjadi motivasi bagi kontingen lainnya untuk merebut gelar juara umum Porkot kedepannya.
"Selamat kepada Medan Denai yang telah menjuarai Porkot 7 kali berturut-turut. Kepada kontingen lain yang belum juara, semoga Porkot kedepannya bisa tampil sebagai juara," kata Akhyar yang menutup Porkot yang telah digelar selama sepekan itu.
Sedangkan Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani mengatakan, berakhirnya Porkot XI ini, menjadi tugas pihaknya untuk melakukan pembinaan para atlet yang tampil sebagai juara untuk menjadi andalan Kota Medan diajang yang lebih prestisius. "Dari 35 cabor kita telah lakukan evaluasi dan analisa. Atlet lapisan kedua yang berlaga di event ini berhasil imbangi lapisan pertama," ujarnya.
Eddy menegaskan, sedangkan atlet lapisan pertama kita ketahui, tidak diikutkan karena dipersiapkan mengikuti Pra PON dan Porwil bawa nama Sumut di tingkat nasional.
Katanya, jika hasil Porkot ini diproyeksikan menjadi kekuatan Medan tergabung dalam kontingen Sumut di PON 2024 mendatang. "Rencana para atlet hasil Porkot ini akan diproyeksikan untuk PON 2024 dengan Sumut -Aceh menjadi tuan rumah," jelas Eddy.
Medan Baru Kuasai Arung Jeram Porkot
GM-News. Kecamatan Medan Baru sukses keluar sebagai juara umum pada Porkot Medan 2019 cabang olahraga arung jeram, yang dilangsungkan di Kanal Titi Kuning, Medan Johor, Jumat (13/9). Mereka sukses mengantongi 3 medali emas dan 1 perunggu.
Jumlah emas Medan Baru diraih dari tim arung jeram putri yang sukses menjadi yang terbaik setelah mengoleksi 3 emas dari nomor sprint, head to head, dan slalom, dan ditambah 1 medali perunggu dari tim putra melalui nomor sprint.
Posisi kedua ditempati oleh kecamatan Medan Marelan dengan 2 emas dan 1 perak, posisi ketiga ditempati oleh kecamatan Medan Amplas dengan 1 emas dan perak. Posisi keempat ditempati oleh Medan Selayang dengan 2 perak dan 2 perunggu. Posisi kelima ditempati Medan Area dengan 1 perak dan 1 perunggu.
Selanjutnya diposisi keenam dan ketujuh diisi oleh kecamatan Medan Johor dan Medan Kota dengan meraih masing-masing 1 medali perunggu.
Pada Porkot Medan 2019 cabor arung jeram ini mempertandingkan 3 nomor lomba yakni, nomor sprint, head to head, dan slalom yang diikuti 12 putra dan 7 putri dari 11 kecamatan se kota Medan
Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Medan Wahyudinata Simangungsong mengatakan pihaknya bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh KONI Medan selama ini.
Nata sapaan akrabnya juga berharap untuk kedepannya olahraga arung jeram ini diadakan kompetisi open turnamen, agar meningkatkan kualitas dan persaingan antar atlet arung jeram.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani mengucapkan terima kasih kepada FAJI Medan atas terlaksananya Porkot 2019 cabor arung jeram ini dengan sukses dan lancar.
"Semoga dari kegiatan ini lahir atlet-atlet arung jeram tangguh yang seterusnya akan kita bina sehingga bisa menjadi andalan kita saat PON XXI berlangsung pada 2024 nanti," ucap Ketua Umum KONI Medan.
Tembung Kuasai Gulat Porkot 2019
GM-News. Kecamatan Medan Tembung berhasil mempertahankan juara umum Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2019 cabang olahraga gulat, pada Rabu, (11/9) di aula Yayasan Adven, Jalan Air Bersih, Medan. Medan Tembung sukses keluar sebagai juara umum dengan mengoleksi 13 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
Pada posisi kedua diisi oleh kecamatan Medan Denai dengan 8 emas, 5 perak dan 5 perunggu. Posisi ketiga ditempati kecamatan Medan Medan Kota dengan 2 emas, 8 perak, dan 7 perunggu. Posisi keempat ada kecamatan Medan Area dengan 2 emas, 2 perak, dan 13 perunggu.
Lalu, pada posisi kelima ditempati kecamatan Medan Polonia dengan 3 perak dan 5 perunggu. Posisi keenam ditempati kecamatan Medan Johor dengan 1 perak dan 8 perunggu. Selanjutnya posisi ketujuh ditempati kecamatan Medan Perjuangan dengan 1 perak dan 5 perunggu. Dan posisi paling akhir ditempati kecamatan Medan Amplas dengan 1 perak dan 2 perunggu.
Ketua Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumatera Utara, Rajamin Sirait didampingi Sekretaris Pengprov PGSI Sumut Ahmad Rifai Parinduri mengatakan, pihaknya merasa bangga atas kepedulian KONI Medan dalam meningkatkan prestasi olahraga gulat di Sumatera Utara khususnya kota Medan.
Dikatakan Rajamin, berkat tangan dingin Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani dalam membangun olahraga, dia yakin pada PON Aceh-Sumut 2024 nantinya akan tumbuh atlet-atlet gulat yang siap menyumbangkan medali bagi Sumatera Utara. "Saya yakin dengan adanya Porkot Medan ini Sumatera Utara tidak akan kekurangan atlet-atlet gulat terbaik sumut untuk PON Sumut-Aceh 2024 nanti," katanya.
Rajamin juga berharap kedepannya dengan adanya Porkot ini kota Medan tidak hanya dikenal dengan pariwisata dan kulinernya, tetapi Medan menjadi daya tarik melalui olahraganya.
Sementara Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani, mengatakan gulat sebagai salah satu cabor yang terus menerus ikut dalam porkot sejak Porkot dimulai, ini pertanda bahwa gulat siap dalam membangun pembinaan olahraga dengan baik secara terus menerus.
Senada dengan Rajamin, Eddy juga berharap pada PON 2024 nanti merupakan kesempatan bagi para atlet gulat untuk menunjukan bahwa sumut bisa, dan ini dimulai dengan Porkot Medan tahun 2019 ini. "Melalui Porkot ini saya berharap para atlet gulat bersemangat dalam bertanding, ini merupakan tahap awal untuk bersaing di PON Sumut-Aceh nantinya," katanya.
Medan Denai Rajai Bulu Tangkis Porkot 2019
GM-News. Kontingen Kecamatan Medan Denai keluar sebagai juara umum pada cabor Bulu Tangkis Porkot Medan XI/2019, yang resmi berakhir di GOR Gaharu, Medan, Rabu (11/9/2019).
Denai menjadi kampiun di cabor tepok bulu dengan torehan 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Disusul Area di tempat kedua dengan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Sedangkan tempat ketiga diraih Sunggal dengan 1 emas dan 1 perak.
Salsabila Prila tampil sangat superior. Ia sukses memborong semua perolehan emas yang diraih Medan Denai melalui nomor tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran.
Di nomor ganda putri, Salsabila raih bersama pasangannya, Aprilian Dwi. Sedangkan di ganda campuran ia rengkuh bersama Marsyahdid Nabil.
Ketua Umum Pengkot PBSI Medan, Heryson Edhie Suwindar, sangat mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah bersungguh-sungguh untuk meraih medali untuk kontingennya masing-masing.
"Selamat kepada yang meraih medali, jangan berpuas diri dan terus asah kemampuan kalian. Dan yang belum beruntung tetap giat berlatih dan berjuang karena masih banyak even-even yang akan dilalui ke depan," ucapnya.
Sementara itu Ketua Umum KONI Medan, di usai penyerahan medali mengatakan, para juara bulu tangkis Porkot Medan 2019 merupakan cikal bakal atlet-atlet yang dipersiapan menuju PON 2024 di mana Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh.
"Kepada para juara, kami minta untuk terus berlatih. Karena para atlet-atlet ini lah yang kita persiapkan untuk PON XXI lima tahun yang akan datang. Gunakan peluang ini, untuk menjadi atlet PON karena kesempatan tidak datang dua kali. Terus giat berlatih karena KONI bersama Pengcab akan terus mendukung," ucap Eddy Sibarani.
Medan Timur Penguasa Ring Porkot XI/2019
GM-News. Petinju kontingen Kecamatan Medan Timur menjadi penguasa ring tinju Porkot XI/2019 di Griya Martubung Medan yang berakhir, Minggu (8/9/2019) malam. Tim berjulukan Cahaya Timur mendulang 3 emas dan 5 perunggu.
Raihan emas Medan Timur didulang Yusuf Arifah (kelas 46 kg putra), Kelvin Mendrofa (kelas 56 kg putra) dan Bagus Pratia (kelas 60 kg putra). Untuk peringkat kedua dipegang Medan Selayang dengan torehan 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Posisi ketiga Medan Labuhan dengan 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu.
Ketua KONI Kota Medan Eddy H Sibarani mengatakan olahraga tinju termasuk olahraga populer, yang diminati banyak orang, baik itu kaum pria maupun wanita, sudah banyak yang mengeluti olahraga keras ini. Melakukan olahraga tinju bukan alasan supaya untuk pertandingan semata, tetapi untuk menjaga diri dan menjaga kesehatan tubuh serta menuai prestasi.
Ia mengajak seluruh sasana tinju di Medan, pengkot Pertina Medan, pelatih, wasit, hakim, dan atlet tinju untuk bersatu padu memajukan tinju di kota Medan dan bekerja keras, disertai semangat satria di dalam dan di luar ring, sehingga target mengembalikan kejayaan tinju amatir di Medan dapat terwujud.
"Apalagi hasil porkot tinju telah melahirkan juara-juara dengan wajah baru, hal ini membuktikan kawula muda Medan merupakan petarung. Aset ini menjadi modal bagi Medan untuk menjadi kota atlet. Untuk ke depanya para petinju yang berhasil menjadi yang terbaik dilakukan pembinaan sebagai cikal bakal untuk menjadi bagian kontingen Sumut pada PON XXI Sumut-Aceh, 2024 mendatang" jelas Eddy.
Sementara itu, Ketua panitia Binner Dabuke mengatakan peserta tinju yang berlaga pada ajang porkot tahun ini mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 80 petinju yang mewakili 12 kecamatan yakni Medan Timur, Medan Selayang, Medan Labuhan. Medan Perjuangan, Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Denai, Medan Sunggal, Medan Johor, Medan Deli, Medan Belawan dan Medan Tembung.
Ia menambahkan kelas yang dipertandingkan sebanyak 13 kelas yakni kelas 48 kg putri, kelas 54 kg putri, kelas 64 kg putri, kelas 46 kg putra, kelas 49 kg putra, kelas 52 kg putra, kelas 56 kg putra, kelas 60 kg putra, kelas 64 kg putra, kelas 69 kg putra, kelas 75 kg putra, kelas 81 kg putra dan kelas 91 kg putra.
"Ajang Porkot yang merupakan program tahunan KONI Medan dapat memacu dan memotivasi perkembangan tinju amatir di Medan di masa akan datang. Program pembinaan atlet yang diadakan secara rutin, saya yakin akan muncul bibit atlet tinju yang berprestasi. Kita memiliki anak muda yang berbakat di setiap kecamatan se-kota Medan" pungkasnya.
Medan Denai Juara Umum Muaythai Porkot
GM-News. Kecamatan Medan Denai merebut posisi puncak klasemen cabor muaythai pada Porkot Medan XI/2019 yang tuntas di PPLP Sumut, Minggu (8/9) malam. Denai mengumpulkan 3 medali emas, 1 perak, dan 4 perunggu.
Posisi dua direbut Medan Sunggal dengan torehan 3 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Diikuti Deli dengan 1 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Kemudian Belawan 1 emas, 2 perak, dan 4 perunggu serta Helvetia 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu untuk melengkapi pososi lima besar.
Emas untuk Denai dipersembahkan oleh Randa Sitepu (30 kg putra), Herman (54 kg putra), dan Verianto (75 kg putra). Sementara perak Denai disumbangkan Victoria (57 kg putra). Serta perak dipersembahkan William (45 kg putra), Dasihol (48 kg putra), Frengki (67 kg putra), dan Rian (73 kg putra).
Ketua KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani yang memantau langsung pertandingan, mengaku puas karena antusias peserta yang cukup baik. Ini akan memudahkan Pengkot MI (Muaythai) Medan nantinya untuk menyaring dan menyeleksi atlet ke depan untuk dibina lebih maksimal lagi.
"Target utama kan PON 2024 saat Sumut dan Aceh jadi tuan rumah. Jadi bisa dibilang ini persiapan, mereka ini lah nantinya yang akan bersaing untuk menjadi atlet Sumatera Utara. Tentu ini sangat positif dengan banyaknya atlet muaythai Medan," kata Eddy bersama rombongan.
Sementara Ketua MI Medan, H Gumuru Harahap melaporkan, pada Porkot tahun ini cabor muaythai diikuti 76 atlet dari 20 kecamatan. Membludaknya peserta diakui Gumuru karena sosialisasi terus berjalan meski ada beberapa camp yang belum ikut.
"Ke depan kami harus bergiat lagi sosialisasi muaythai agar bisa merangkul seluruh camp yang ada di Medan. Kami yakin, Porkot ini berdampak positif bagi perkembangan atlet karena memang dari Porkot sebelumnya sudah ada 7 atlet kami yang jadi binaan KONI Medan," katanya.
"Harapan kami pastinya, atlet-atlet ini terus berlatih maksimal. Potensi sudah kelihatan dari Porkot ini. Saya yakin nantinya atlet Sumut paling tidak 80 persen diisi atlet dari Medan untuk PON 2024 nantinya," pungkasnya.
Denai Juara Umum Senam Porkot XI
GM-News. Kontingen Kecamatan Medan Denai tampil sebagai juara umum cabang olahraga (Cabor) senam Pekan Olahraga (Kota (Porkot) Medan XI 2019, Minggu (8/9), di Gedung Senam Prof Jepta Hutabara, Jalan Stadion Teladan Medan.
Medan Denai sebagai juara umum setelah mengoleksi 5 medali emas, 7 perak dan 5 perunggu. Di posisi kedua Kecamatan Medan Kota dengan meraih 5 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Kemudian disusul Medan Tembung di posisi ketiga dengan 3 medali emas, 3 perak serta 2 perunggu.
Kecamatan Medan Area berada di posisi keempat dengan perolehan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu, kemudian Medan Polonia dengan 2 emas, dan 1 perunggu di posisi kelima.
Kemudian Medan Amplas menempati ururan keenam dengan raihan 1 emas, 4 perak dan 5 perunggu serta Medan Johor belum berhasil meraih medali.
Ketua Pelaksana Pertandingan Cabor Senam Syafrizal SSos mengatakan, secara kuantitas peserta yang ikut tahun ini meningkat sebanyak 50 pesenam berasal dari 7 kecamatan yakni Kecamatan Medan Amplas, Medan Area, Medan Denai, Medan Johor, Medan Polonia dan Medan Tembung.
"Peningkatan peserta ini berkat dilaksanakannya Porkot Medan maupun Porwil Medan setiap tahunnya, sehingga banyak penonton dari kalangan orang tua yang menonton, kemudian membawa anaknya berlatih senam," ujar Syafrizal usai pertandingan.
Untuk itu, Syafrizal berharap, evant Polwil maupun Porkot tetap dilaksanakan setiap tahunnya di Kota Medan. "Kami sangat mengharapkan agar Porwil maupun Porkot tetap dilaksanakan setiap tahun di Kota Medan. Karena sangat besar manfaatnya bagi perkembangan olahraga senam di daerah ini," katanya.
Selain itu, Syafrizal juga berharap agar uang pembinaan terhadap atlet yang selama ini diberikan KONI Medan tetap dipertahankan bahkan kalau bisa ditingkatkan jumlahnya. "Uang pembinaan ini sebagai perangsang bagi atlet supaya mereka lebih giat lagi latihan," harapnya.
Yang paling penting lagi, kata Syafrizal, para pengurus KONI kecamatan hendaknya lebih memperhatikan para atletnya terutama saat melakukan pertandingan baik di event Polwil maupun Porkot Kota Medan.
Kamis, September 12, 2019
Helvetia Kuasai Kempo Porkot 2019
GM-News. Kontingen Helvetia berhasil menguasai cabang kempo Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2019 di GB Josua, Minggu (8/9). Helvetia berhasil meraih 9 emas, 4 perak dan 3 perunggu.Raihan Medan Helvetia tersebut unggul jauh dari pesaingnya. Medan Perjuangan yang berada di posisi kedua hanya meraoh 3 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Posisi ketiga ditempati Medan Baru dengan 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu.
Medan Timur berada di posisi keempat dengan satu emas. Medan Petisah berada di peringkat kelima dengan 3 perak dan 8 perunggu. Sunggal yang selama ini menjadi kuda hitam di kempo, harus puas berada di posisi keenam dengan 1 perak dan 6 perunggu.
Keberhasilan ini disambut gembira oleh Ketua Koordinator KONI Kecamatan Medan Helvetia, Drs Ridwan, yang datang mendukung atletnya. Menurutnya, hasil ini sesuai dengan prediksi.
"Kempo memang salah satu andalan kita untuk mengumpulkan medali di Porkot Medan 2019 ini. Sudah menjadi tradisi kita menguasai kempo," ujarnya.
Pertandingan cabang kempo ditutup oleh Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani. Dalam sambutannya, Eddy Sibarani mengapresiasi kempo yang setiap pelaksanaan Porkot Medan selalu dipertandingkan.
Ditambahkan, Porkot Medan 2019 ini merupakan persiapan menghadapi PON 2024. Untuk itu, kempo harus mempersiapkan atlet sebaik mungkin. "Atlet yang tampil di Porkot Medan kali ini diproyeksikan ke PON 2024. Kalianlah yang akan membela Sumut di PON 2024 mendatang," pesannya.
Ketua Umum KONI Medan juga berpesan agar atlet juara jangan cepat berpuas diri. Begitu juga dengan atlet yang belum juara, jangan patah semangat. "Tetaplah berlatih, karena perjalanan kalian masih panjang," pesannya.
Cabang kempo Porkot Medan 2019 diikuti 82 atlet dari 11 kecamatan. Kecamatan yang ambil bagian adalah Helvetia Helvetia, Medan Perjuangan, Medan Baru, Medan Timur, Medan Petisah, Medan Sunggal, Medan Amplas, Medan Tembung, Medan Johor, Medan Area dan Medan Labuhan.
Porkot Medan 2019
Medan Sunggal Juara Umum Cabor Panahan
GM-News. Kontingen kecamatan Medan Sunggal tampil sebagai juara umum untuk cabang olahraga (Cabor) panahan pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2019 yang tuntas digelar di Lanud Soewondo, Polonia, Minggu sore (8/9/2019). Raihan juara tersebut diperoleh usai mengumpulkan 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu.Masing-masing medali emas bagi Kecamatan Medan Sunggal disumbangkan oleh Dzaki Darmawan yang turun di kategori U23 putra, Daffa Akmal U15 putra serta Nediva U12 putri. Sedangkan medali perak diraih Khairuddin yang turun di kategori Compound dan medali perunggu disumbang Azka dari kategori U23 putri.
Di posisi Runner up ditempati kecamatan Medan Selayang dengan Raihan 1 medali emas dan tiga medali perak. Medali emas bagi Medan Selayang disumbangkan Shiellsy Revioza dari kategori Recurve putri. Sedangkan medali perunggu disumbang Ghassan (U23 putra), Ridhofi (U15 putra) dan Tegar (U12 putra).
Sementara itu, posisi ketiga diraih kecamatan Medan Helvetia dengan Raihan 1 emas, 1 perak, dan 2 medali perunggu. Medali emas disumbangkan oleh Bayu dari kategori Recurve putra. Petak dari Irfan kategori Recurve putra. Medali perunggu disumbang M Aric dari kategori U23 putra dan Rahmad yang turun di kategori Compound.
Ketua Panpel Cabor panahan Robby Cahyadi mengatakan, ada sebanyak 71 atlet putra-putri dari 16 kecamatan se kota Medan yang mengikuti Porkot tahun ini. Untuk Cabor panahan, mempertandingkan kategori Standard Bow (Ronde nasional) untuk kelompok umur U12, U15, dan U24 (putra-putri), Recurve umum putra/putri serta Compound umum putra. Total ada 9 kategori yang dipertandingkan.
"Pelaksanaan pertandingannya dua hari dari tanggal 7-8 September. Jarak yang dipertandingkan mulai 20 meter, 30 m, 40 m, 50 m, hingga 70 m," ucapnya.
Robby menjelaskan, selain diikuti lebih banyak peserta, jumlah kecamatan yang mengirimkan atlet pada Porkot tahun ini juga meningkat. Jika tahun lalu Porkot diikuti 12 kecamatan maka tahun ini sudah bertambah 4 kecamatan. Dia pun berharap, ke depan Cabor panahan semakin diminati para atlet muda dan mampu diikuti oleh seluruh kecamatan se kota Medan.
"Empat tahun kepemimpinan ketua Perpani Medan Fadilah Hutri Lubis, cabor panahan terus meningkat. Dulu mulai dari tujuh kecamatan hingga sekarang sudah mencapai 16. Targetnya bisa nanti sampai seluruh 23 kecamatan," terangnya.
Lebih lanjut kata Robby, dari Porkot tahun ini, diharapkan bisa muncul bibit-bibit potensial yang nantinya akan menjadi atlet binaan Perpani dan KONI Medan. Para atlet yang mampu menjadi juara nantinya juga akan menjadi regenerasi bagi atlet senior binaan KONI kota Medan saat ini.
"Yang mau ditonjolkan dari Porkot adalah mencari bibit pemenang untuk jadi atlet binaan. Kalau dari atlet binaan KONI dia harus lebih meningkat lagi jadi atlet provinsi dan harus berkembang dan maju terus," harapnya.
Medan Denai Tak Terbendung di Judo Porkot ke XI
GM-News. Kontingen Kecamatan Medan Denai tidak terbendung dicabang olahraga Judo Pekan Olahraga Kota ke XI yang dipertandingkan di Gor PPLP, Sunggal , Minggu (8/9). Pejudo Medan Denai berhasil menyabet 5 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Sumbangan medali emas Denai dihasilnya melalui atletnya masing-masing-masing Abdul Wahid dikelas -60 kg putra, Aldi Mariza dikelas -66 kg putra , Willy Pratama dikelas +81 kg putra, Ezloba R Sinuhaji dikelas -48 kg putri dan Ayu Wulandari dikelas -52 kg putri. Sedangkan medali perak Medan Denai disumbangkan, M Ali Akbar dari kelas - 55 kg putra dan Helena Sushen di kelas +57 kg putri. Sementara raihan medali perunggu bagi Denai dihasilkan dari atletnya masing-masing, Naufal Iskandar dikelas -40 kg putra, Burju Aprianto Nainggolan -50 kg putra dan Yudi Muhyar Pasaribu dikelas -81 kg putra.
Posisi runner up Porkot cabang Judo ditempati Kecamatan Medan Marelan dengan raihan 3 emas melalui atletnya Nicholas Albed Nego dikelas -40 kg putra, Daffa Zendriano kelas -50 kg dan Siti Umaira dikelas +57 kg putri. Sumbangan 2 medali perak Marelan ditorehkan atletnya Ungkap Lubis dari kelas -60 kg putra, Khana Phoma dikelas -52 kg. Posisi 3 besar peraih medali Judo diduduki kecamatan Medan Area yang berhasil menyabet 1 emas melalui Aldo Alfriansyah dikelas -55 kg putra dan 1 perak yang disumbangka Tarmizi dikelas -81 kg. Sedangkan kecamatan Medan Tuntungan memperoleh 1 emas melalui pejudonya Farhan Ainfa Arief dikelas -35 kg putra dan 1 perunggu dari Faisal Arif dikelas -66 kg.
Sementara itu kecamatan lainnya seperti, Medan Selayang, Sunggal,Medan Timur,Perjuangan Barat harus puas berbagi masing-masing 1 perak. Dan untuk kecamatan Medan Tembung meraih 3 perunggu dan disusul Medan Helvetia dengan raihan 2 perunggu serta Kec Medan Maimon dan Johor berbagi 1 perunggu.
Ketua Umum KONI Medan, Drs Eddy H Sibarani mengungkapkan, pemerataan medali dimasing-masing kecamatan yang mengikuti Porkot XI tahun ini telah membuktikan bahwa masing-masing cabang telah berhasil melakukan regenerasi atlet ditubuh cabang olahraganya. Tentunya ini hal yang baik bagi kemajuan olahraga Judo di Kota Medan.
Meski Medan Denai Keluar sebagai juara umum cabang ini tapi perolehan medali yang dicapai tidak begitu signifikan dengan Kec Marelan yang keluar sebagai runner up didaftar klasemen medali judo. artinya dengan pemeratan prestasi ditiap kecamatan, itu berarti antusias atlet yang mewakili kecamatan diajang ini dalam berlatih semakin menunjukkan graffik peningkatan yang baik,"tutur Eddy.
Karenanya kita berharap dengan semakin banyaknya jumlah atlet judo yang berlatih, kedepan cabang ini dapat lebih diperhitungkan dan mampu mengangkat nama Medan menjadi lebih segani di kancah nasional,"tutur Eddy Sibarani. Sementara itu, cabang Judo Porkot XI 2019 ini diikuti 65 atlet dari 18 kecamatan di Kota Medan.
Denai Juara Umum Cabor Dayung Porkot 2019
Gm-News. Kontingen Medan Denai masih terlalalu tangguh pada cabor dayung di ajang Porkot XI/2019 yang digelar di Dermaga Sundari Belawan, Minggu (8/9/2019). Atlet besutan Widodo mendulang 6 emas dan 2 perak. Medan Denai kembali tampil sebagai juara umum untuk kedua kali dicabor dayung.
Peringkat kedua diraih Medan Timur dengan torehan 2 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Sedangkan Medan Belawan peringkat 3 dengan 2 perak dan 3 perunggu.
Emas Medan Denai diraih Wahyu Rizki Ananda dengan 2 medali emas nomor K1 500 m putra dan nomor K1 200 m putra, Rivaldo Manalu 2 emas di nomor C1 500 m putra dan nomor C1 200 m putra. Pasangan Wahyu Rizki Ananda dan Adrian juga mendulang 2 emas di nomor K2 200 m putra dan K2 500 m putra. Dua perak diraih Nazilah dan Safira di nomor K2 200 m putri dan nomor K2 500 m putri.
Ketua PODSI Kota Medan Letkol Marinir Ismail E Rambe mengatakan bagi atlet yang telah menorehkan prestasi pada ajang Porkot Medan tahun ini jangan cepat berpuas diri karena adu prestasi antar atlet Medan ini merupakan modal untuk menambah jam terbang dan motivasi bagi atlet ke tingkat lebih tinggi lagi.
"Hasil cabor dayung pada ajang Porkot XI menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan pengurus PODSI Medan. Untuk dua minggu ke depan akan dilakukan seleksi daerah bagi atlet dayung. Diharapkan para atlet dapat lebih giat lagi latihan sehingga terpilih menjadi atlet yang mewakili Medan pada kejuaraan daerah pada tahun ini" terangnya.
Ia menambahkan atlet dayung yang berlaga ini merupakan atlet yang diproyeksikan untuk menjadi bagian kontingen Sumut pada pesta olahraga multieven nasional pada PON XXI/2024 Sumut-Aceh.
Sementara itu, ketua panitia Pelaksana Wendri mengatakan sebanyak 50 atlet berlaga pada Porkot XI/2019 yang mewakili 6 kecamatan yakni Medan Belawan, Medan Denai, Medan Timur, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Deli.
"Untuk menyemarakan cabor dayung dan untuk meningkatkan wisata bahari. Tahun ini arena dayung digelar di dermaga Sundari sehingga masyarakat dapat menyaksikan lomba dayung secara lebih dekat sehingga tertarik untuk ikut bergabung di olahraga adu nyali ini dengan misi memajukan parawisita Medan dan menuai prestasi,"pungkasnya.
Helvetia Juara Menembak Porkot 2019
GM-News. Kontingen Medan Helvetia tampil sebagai juara umum cabang olahraga menembak Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XI yang digelar di Lapangan Tembak Perbakin Sumut, 7-8 September 2019.
Medan Helvetia memastikan juara umum cabor menembak setelah meraih 3 emas, 2 perak, 4 perunggu.
Emas Helvetia diraih Ferry dari nomor Air Pistol Putra dengan skor 519, Ferdyansah dua emas dari nomor Metal Silhoutte Tropsot 33 M PCP dengan skor 90 dan nomor Metal Silhoutte Tripost 27 M Pompa dengan skor 130.
Medali perak disumbangkan Fira dari nomor Air Pistol Putri dengan skor 530 dan Yogi Pratama dari nomor Air Rifle Match Putra dengan skor 561.
Sementara medali perunggu dipersembahkan Zulfiki (Air Pistol Putra) skor 494, Dea (Air Pistol Putri) skor 501, Iwan (Air Rifle Match Putra) skor 561, Haris (Metal Silhoutte Tripost 27 M Pompa) dengan skor 70.
Sementera di peringkat kedua diraih kontingen Medan Sunggal dengan 1 emas,3 perak dan 2 perunggu, tempat ketiga diraih kontingen Medan Tuntungan dengan 1 emas,1 perak.
Ketua Harian Perbakin Sumut Musa Idishah menyambut baik perhelatan Porkot yang berjalan dengan konsisten setiap tahunnya dan kali ini sudah memasuki tahun yang ke-11.
Dengan demikian diharapkan bibit-bibit petembak andal terus bermunculan yang siap mengharumkan nama daeah di kancah nasional maupun internasional nantinya.
"Saya cukup gembira dengan konsistensi KONI Medan menggelar Porkot. Event seperti itu harus terus digelar sehingga akan terus lahir bibit-bibit potensial dimana nanti akan menjadi atlet andalan Sumut yang dipersiapkan ke PON 2024 dimana Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh," katanya.
Sebelumnya Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani mengatakan hasil dari Porkot ini diproyeksikan untuk menghadapi PON tahun 2024 dimana Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah bersama.
"Atlet lapis pertama saat ini sudah menjalani Pelatda di KONI Sumut untuk PON tahun 2020 dui Papua. hasil Porkot kali ini kita proyeksikan untuk menghadapi PON tahun 2024, sehingga nanti SUmut bukan hanya sukses sebagai tuan rumah namun juga sukses prestasi," katanya.
"Saya cukup gembira dengan konsistensi KONI Medan menggelar Porkot. Event seperti itu harus terus digelar sehingga akan terus lahir bibit-bibit potensial dimana nanti akan menjadi atlet andalan Sumut yang dipersiapkan ke PON 2024 dimana Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh," katanya.
Sebelumnya Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani mengatakan hasil dari Porkot ini diproyeksikan untuk menghadapi PON tahun 2024 dimana Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah bersama.
"Atlet lapis pertama saat ini sudah menjalani Pelatda di KONI Sumut untuk PON tahun 2020 dui Papua. hasil Porkot kali ini kita proyeksikan untuk menghadapi PON tahun 2024, sehingga nanti SUmut bukan hanya sukses sebagai tuan rumah namun juga sukses prestasi," katanya.
Minggu, September 08, 2019
Walikota Buka Porkot Medan XI
GM-News. Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, MH membuka Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan ke-XI/2019 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (7/9). Hasil ajang ini disiapkan untuk menjadi kontingen Sumatera Utara di PON 2024 mendatang.
Sebanyak 3.829 atlet dari 21 kecamatan Kota Medan tampil di ajang yang mempertandingkan 35 cabang olahraga, dan berlangsung hingga 14 September mendatang. Turut hadir Wakil Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution MSi, Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani, dan Forkopimda serta OPD Kota Medan.
"Saat ini kita fokus menyambut PON 2024 dengan Sumut dan Aceh bersama bertindak sebagai tuan rumah. Dengan niat tulus dan ikhlas, kita sukseskan penyelenggaraan Porkot Medan ini dan sukses menjaring atlet terbaik Kota Medan," tutur Eldin.
Wali Kota berharap, semangat olahraga terus digelorakan. Bahkan, dirinya inginkan jika tiap kelurahan di Kota Medan kiranya dapat disediakannya sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat. Hal inilah menjadi penunjang bagi tiap kelurahan dan kecamatan dalam berkontribusi dalam menjaring atlet. "Jika ini dapat dilaksanakan, saya yakin Medan tidak ada kekurangan atlet dari seluruh cabor," yakinnya.
Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan Porkot kali ini yang digelar juga dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh tiap 9 September. "Tahun ini pelaksanaan Porkot bertepatan Haornas, kiranya menambah semarak perayaan Haornas di Medan," tambahnya.
Dipenghujung sambutan, Eldin pun berharap para atlet tak menjadikan kemenangan diajang ini ditempuh dengan berbagai cara tanpa mengedepankan sportifitas dan kejujuran. "Seluruh atlet saya berharap lakukan upaya terbaik dan semaksimal mungkin. Kalah menang adalah hal biasa. Namun jangan biasakan kalah, nikmati setiap momen pertandingan.
Junjung tinggi sportivitas semangat kekeluargaan di Porkot ini,"
Sedangkan Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis mengaku, jika atlet Medan berkontribusi besar bagi kontingen atlet Sumut yang kini tengah hadapi Pra kualifikasi PON.
Kontingen Sumut di PON 2020 diyakininya didominasi altet Medan. "Porkot ini hasilnya sangat nyata. Atlet Medan banyak yang lolos untuk PON 2020 Papua.
Medan juga menunjukkan prestasinya di Porprovsu lalu," puji John Lubis.
Hasil Porkot kali ini, katanya, menjadi cikal bakal saat Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah PON 2024. Hasil Porkot inilah menjadi pekerjaan KONI Medan dan pihaknya untuk melakukan pembinaan dan jadikan kekuatan bagi Sumut di PON 2024.
"Kedepannya kita bina jadikan kader atlet berprestasi menyongsong PON 2024. Jadilah andalan Kota Medan yang berprestasi," tegasnya.
John menyebutkan, jika proses Pra kualifikasi PON telah dijalani beberapa cabor. November mendatang, cabor lainnya pun akan bersaing berebut tiket PON di Porwil Sumatera. "Saat sekarang ini pra kualifikasi PON melalui kejurnas cabor mayoritas atlet berasal dari medan. Sudah 12 cabor selesai pra kualifikasi PON.
Dan November 11 cabor lagi bersaing di Porwil Sumatera," jelas John.
Ketua Umum KONI Medan, Eddy H Sibarani mengatakan Porkot Medan kali ini, adalah atlet lapisan kedua yang proyeksikan sebagai atlet yang masuk dalam kontingen Sumut dalam rangka PON 2024, yang mana Sumut dan Aceh sebagai tuan rumah.
"Karena atlet untuk PON 2020 yang merupakan lapisan pertama, disiapkan mewakili Sumut Pra PON maupun Porwil dan juga Kejurnas, serta SEA Games Philipina," pungkasnya.
Senin, September 02, 2019
YP Mulia Dominasi Kejuaraan Sanda Piala Wali Kota
Sasana Yayasan Pendidikan (YP) Mulia Medan berhasil meraih juara umum pada Kejuaraan Wushu Sanda Junior Piala Wali Kota Medan 2019, pada Minggu (1/9), di padepokan Yayasan Kusuma Wushu (YKWI), Jalan Wushu, Medan.
YP Mulia menjadi pengumpul medali emas terbanyak pada kejuaraan ini yaitu tiga medali emas. Posisi juara umum II ditempati sasana SMA Budi Murni 2A, setelah mengumpulkan dua medali emas, satu perak dan dua perunggu. Juara umum III diraih sasana Yapim Medan yang berhasil mengantongi satu medali emas dan satu perak.
Tiga medali emas yang dikemas sasana Yayasan Pendidikan Mulia disumbangkan oleh Koresh Guntaro Lumbangaol di kelas 52 kilogram putra, Harmoko Habeahan (56 kilogram putra), dan Suprianto Silaban (60 kilogram putra).
Pesanda SMA Budi Murni 2A yang berhasil meraih medali emas yakni Resni Sijabat di kelas 48 kilogram putri, dan Natasya Ginting yang turun di kelas 56 kilogram putri.Atlet sanda putri Imelda Sitanggang berhasil meraih medali emas di kelas 52 kilogram untuk sasana Yapim Medan.
Pada salah satu partai final di kelas 60 kilogram, Suprianto Silaban berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Alexander Sihombing dari sasana SMK Taruna Tekno Nusantara. Kemenangan yang diraih atlet Yayasan Pendidikan Mulia tersebut cukup telak karena tendangannya dan pukulannya mampu bersarang di tubuh lawan dan membuat lawan tidak bisa melanjutkan pertandingan. "Saya senang karena pada kejuaraan ini karena menjadi juara," katanya.
Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani ketika menutup kejuaraan tersebut mengatakan, kejuaraan yang digagas Pengcab Wushu Indonesia (WI) Kota Medan menjadi salah satu bagian yang penting bagi kota ini untuk mendukung persiapan Sumut menghadapi PON 2024. Apalagi Sumut sebagai tuan rumah PON 2014 bersama Aceh, tentu saja harus sebanyak mungkin atletnya bisa berlaga di ajang multi even tersebut.
“Agenda kejuaraan seperti ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan menghadapi PON 2024. Karena dari sekian banyak yang berhasil meraih prestasi di ajang Piala Walikota ini, pada PON 2024 mendatang sudah menjadi atlet senior yang bisa menjadi andalan Sumatera Utara,” kata Eddy.
Ketua Pengcab WI Medan Darno Hartono mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada sasana-sasana dan sekolah yang telah mengirimkan atletnya pada Kejuaraan Piala Walikota Medan 2019 ini. Apresiasi juga diberikan kepada padepokan YKWI yang telah menyediakan fasilitas kejuaraan beserta perangkat pertandingan lainnya, dan KONI Medan yang telah memberikan bantuan dana penyelenggaraan pertandingan.
Ketua Panitia Bobby Lim mengatakan, kejuaran yang diselenggarakan dari 28 Agustus hingga 1 September 2019 tersebut mempertandingkan tujuh kelas, dan diikuti oleh 39 atlet wushu. Berbagai sasana dan sekolah yang ambil bagian diantaranya dari Naga Merah SMPN I Medan, SMK Taruna Tekno Nusantara, STOK Bina Guna, SMA Budi Murni 2 A, SMA Budi Murni 2 B, Yayasan Pendidikan Mulia, SMA Negeri 15 Medan, SMK Teladan Medan, sasana YKWI, sasana Yapim Medan, dan sasana MMA Volcano.
Peran Media Gaungkan Sumut - Aceh Tuan Rumah PON 2024
Ketua Umum KONI Medan Eddy H Sibarani mengatakan, peran media sangat dibutuhkan terutama dalam menggaungkan persiapan Sumatera Utara menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/ 2024 bersama Aceh.
"Persiapan tuan rumah PON 2014 harus terus digaungkan demi percepatan persiapan tuan rumah, baik menyiapkan atlet maupun menjadi tuan rumah yang baik," ucapnya ketika membuka kegiatan Pelatihan Manajemen Informasi Keolahragaan KONI Medan tahun 2019, di Hotel Putra Mulia Hotel Medan, Sabtu (31/8).
Hadir Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, Wakil Ketua Jonny R Silalahi bersama jajaran pengurus, dan para nara sumber.
Kegiatan pelatihan diikuti 40 peserta. Sebagai pembicara Ketua SIWO PWI Pusat Gungde Ariwangsa, Ketua Forki Medan Hasrul Benny Harahap, dan Wakil Ketua Perbasi Sumut Darsen Song.
Eddy Sibarani mengatakan, peran media sangat sentral terutama melalui informasi yang disampaikan kepada publik atau masyarakat. "Termasuk visi misi dalam rangka mewujudkan Medan Kota Atlet yang sampai saat ini dalam proses percepatan, menjadi korelasi dengan persiapan Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah PON 2024," ucapnya.
"Harus saya akui misi Medan menuju Kota Atlet masih dalam tahap proses. Namun dengan ditunjuknya Sumut dan Aceh tuan rumah PON, paling tidak percepatan Medan Kota Atlet lebih mengarah untuk mensukseskan PON 2024," ucap Eddy.
Dikatakan Ketua Umum KONI Medan, saat ini seluruh rangkaian kegiatan KONI Medan baik melalui pelaksanaan event seperti Porwil dan Porkot maupun bentuk pelatihan, juga harus dirangkai dengan informasi Sumut menjadi tuan rumah PON 2024. Persiapan Sumut menjadi tuan rumah harus dipublish dengan mewujudkan dwi sukses yakni prestasi dan tuan rumah yang baik.
"Ke depan, pemberitaan yang berhubungan dengan event olahraga, kita meminta peran media dalam menyelipkan Sumut tuan rumah PON 2024. Tidak hanya prestasi yang kita siapkan, termasuk prasarana dan menggaet sponsorship perlu peran media," harap Eddy.
Salah satu dukungan KONI Medan dalam persiapkan atlet potensial menuju PON 2024 adalah melaksanakan Porkot Medan 2019 yang dimulai 7-14 September.
Dari 35 cabor yang dipertandingkan diharapkan akan menjadi cikal bakal atlet Sumut di PON 2024. "Ada atlet yang kita proyeksikan menuju PON 2024. Atlet pelapis pertama yang ikut porwil Sumatera dan Pra PON tidak kita ikutkan di Porkot," ucapnya.
Terkait pelaksanaan pelatihan manajemen olahraga, menurut Eddy, kegiatan ini telah memiliki dampak besar, terutama dalam mendongkrak keterlibatan masyarakat dalam menggeluti cabang olahraga.
Eddy juga memberi apresiasi karena berkat informasi berita yang disampaikan oleh wartawan, seluruh program kerja KONI Medan terpublish dengan baik di masyarakat. "Hal ini juga sekaligus membantu eksistensi KONI Medan dan Pengcab dalam rangka pembinaan atlet," tambahnya.
"Kegiatan ini adalah rentetan kegiatan sama sebelumnya. Dari hasil evaluasi dan pantauan kami ternyata kegiatan ini miliki manfaat besar berbagai hal dI antaranya mampu mendongkrak keterlibatan atau masyarakat Kota Medan dalam rangka menggeluti olahraga yang kita lakukan," jelas Eddy.
Ketua Umum KONI Medan merasa hubungan KONI Medan dengan media di berbagai kegiatan dan keseharian cukup baik. "KONI Medan juga sangat butuh masukan dari media dalam rangka membina atlet demi pencapaian prestasi olahraga," tambahnya.
"Apalagi Medan kembali juara umum Porprovsu 2019. Ini tidak lain buah dari kebersamaan. Walaupun diakui Porprovsu tahun ini penyebaran medali merata yang memberikan warning KONI Medan lebih fokus lagi. Tapi, di sisi lain kita harapkan cabor kekuatan menyebar di semua kabupaten dan kota," kata Eddy.
Rabu, Juli 31, 2019
Lomba Irit Yamaha Mio S
Agil Tembus 64km/Liter
GM-News. Yamaha kembali menggelar tantangan lomba irit 1 liter Yamaha Mio S, kali ini acara dilangsungkan di Pematang Siantar, pada Minggu (28/07) lalu. Agil salah satu peserta berhasil menjadi pemenangnya.
Yamaha Mio S yang dikendarai Agil berhasil menempuh jarak sejauh 64 kilometer dengan satu liter BBM, sehingga dia berhak membawa pulang hadiah uang tunai Rp 2 juta.
Sedangkan juara kedua diraih Ambrianto yang berhasil menempuh jarak 59,8 kilometer dengan BBM satu liter, sehingga mendapatkan hadiah uang tunai Rp 1,5 juta.
Juara ketiga diraih Sugeng Harianto yang berhasil menempuh jarak sejauh 59,5 kilometer, dan memperoleh hadiah Rp 1 juta.
Agil usai memenangi lomba tersebut mengaku, Yamaha Mio S terbukti irit. Ia pun semakin yakin setelah mengikuti kegiatan tantangan irit 1 liter. "Saya mencintai Mio S, bahkan saya lebih mencitai Yamaha, karena sudah menjadi pengguna Yamaha sejak 2010,” ujarnya.
Agil mengatakan, tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti tantangan lomba irit 1 liter Yamaha Mio S. "Saat akan mengendarai Mio S, persiapan yang perlu dipersiapkan, perhatikan seluruh bagian motor, terutama kondisi mesin. Kontrol kecepatan, tindak asal-asalan dalam berkendara," katanya.
Seluruh rangkaian acara grand final tantangan irit 1 liter Yamaha Mio S berlangsung seru dan meriah. Sebanyak 30 peserta ambil bagian pada kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga siang. Start dilakukan di di komplek Megaland Pematang Siantar, selanjutnya menuju Parapat, dan finish di Lumban Julu.
SPV Promotion and Motorsport PT Alfa Scorpii Yansen Agus Lie, Rabu (31/07) menerangkan, melalui event ini, masyarakat bisa langsung mencoba produk-produk Yamaha yang telah mengadaposi teknologi bluecore. Produk-produk Yamaha sangat handal, ramah lingkungan, efisien dan irit bahan bakar, terutama Mio S sebagai produk yang dilombakan pada tantangan irit.
"Dengan tag line #generasiperlubukti, kita harapkan masyarakat makin tahu kemampuan dan handalnya motor Yamaha. Juara tantangan irit sudah kita peroleh, semoga semakin banyak masyarakat yang tahu iritnya Yamaha terutama Mio S," jelasnya.
Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat mendukung program pemerintah dalam mengirit konsumsi BBM. Menurut Yansen, banyak masyarakat yang menyaksikaan kegiatan itu menebak sepeda motor Yamaha Mio S dengan ketersediaan BBM satu liter, hanya bisa menempuh jarak sekitar 40-50 kilomater. "Ternyata dengan BBM satu liter, sepeda motor yang dikendarai oleh peserta jenis Yamaha Mio S bisa menempuh jarak sejauh 66, 5 kilometer,” katanya.
Yansen menjelaskan, teknologi teranyar Blue Core pada sepeda motor Yamaha bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi jauh lebih irit. "Asal tarikan gasnya stabil dan konstan, Yamaha Mio S dijamin irit,” katanya.
Menurutnya, jika di rata-rata, skutik yang sudah berteknologi Blue Core bisa menempuh setidaknya 60 km untuk setiap 1 liter BBM. Selain medan, perilaku berkendara jadi faktor utama dalam konsumsi bahan bakar. "Jadi untuk bisa sangat irit, selain stabil atau eco riding, kecepatan kendaraan dijaga di 40-60 km/jam. Karena kalau di bawah atau di atas itu, tarikannya agak berat sehingga butuh banyak tenaga. Selain itu cuaca juga pengaruh, kalau panas, ada penguapan bahan bakar," ujar Yansen.
Dalam teknologi Blue Core, ada beberapa yang berubah di ruang bakar yang dioptimalkan dengan cara mengganti tipe ruangnya dari pen floor yang mirip atap rumah menjadi hemispherical (combustion chamber) atau setengah lingkaran.
Perubahan lainnya, yakni bahan logam pembentuk silinder beralih menjadi alumninium atau yang dikenal dengan teknologi forged piston dan diasil. Teknologi sebenarnya mengadopsi mesin yang dipakai pada motor balap Yamaha, kemudian diterapkan pada motor-motor baru Yamaha saat ini.
Aluminium yang lebih ringan pada silinder, juga membuat pelepasan panas jadi lebih baik. Apalagi motor Yamaha saat ini sudah menggunakan sistem injeksi. Perubahan pada piston dan silinder ini juga membuat gesekan antar mesin jauh berkurang.
Pada sistem pendingin mesin, pabrikan berlogo garpu tala ini bahkan membuat motor berteknologi Blue Core memiliki kipas pendingin lebih besar, kemudian sirip-sirip pendingin dibuat lebih tipis namun jumlahnya lebih banyak sehingga pelepasan panas bisa lebih optimal. Yamaha menyematkan teknologi oil jet piston fuel, dimana ada jalur khusus minyak pelumas di bagian bawah piston yang bisa menyemprot ke atas.
Rabu, Juli 03, 2019
MAXI Yamaha Day Siap Hibur Warga Tebingtinggi
GM-News. Forum komunikasi para pecinta skutik MAXI Yamaha akan menggelar silaturahmi di Lapangan Sri Mesing, Tebingtinggi, Minggu (07/07). Acara yang bertajuk MAXI Yamaha Day itu berisikan sejumlah kegiatan menarik diantaranya, sport otomotif, entertainment, dan bakti sosial.
GM Marketing PT Alfa Scorpii, Joni Lie kepada wartawan di Medan, Rabu (3/7) mengatakan, MAXI Yamaha Day di tahun ke-3 penyelenggaraannya ini bakal jadi daya tarik warga setempat untuk menikmati beragam aktivitas di dalamnya. Para pengunjung akan dibuat betah selama acara berlangsung karena banyaknya pilihan kegiatan yang bisa diikuti.
Mereka bisa ambil bagian dalam test ride produk baru, kontes fun modifikasi, games, selebrasi MAXI Yamaha Day ke-3, DJ performance, festival kuliner, community performance, donor darah, dan entertainment lainnya. Ada pula special promo untuk pembelian MAXI Yamaha Series, dan hadiah-hadiah eksklusif lainnya.
Untuk makin memeriahkan perhelatan akbar ini, Yamaha juga mengajak publik untuk berpartisipasi dalam city touring skutik MAXI Yamaha. Ini merupakan salah satu praktik menyalurkan hobi riding sepeda motor yang paling digemari di acara ini.
Para peserta yang jumlahnya ribuan orang, akan melakukan touring terlebih dulu dengan mengambil dari tiga titik berbeda, yaitu Medan, Kisaran, Pematangsiantar dan Tebing Tinggi. Untuk area Medan dan sekitarnya titik start dilaksanakan di Sentral Yamaha Medan, area Kisaran di dealer setempat, area Pematangsiantar di Megaland, dan area Tebing Tinggi dari dealer Yamaha masing-masing.
Yang harus ditunggu juga, suguhan entertainment lewat penampilan band dan DJ yang menghibur para pengunjung. ”Kami berharap warga Medan dan sekitarnya akan merasakan kemeriahan acara ini dan mendapatkan pengalaman seru di awal pekan ini. Dengan sejumlah kegiatan yang sudah disiapkan, mari ramai-ramai datang ke event MAXI Yamaha Day,” ungkap
Bagi pengguna skutik berlogo garpu tala, khususnya Yamana Lexi, Aerox, Nmax, Xmax dan Tmax, acara ini merupakan kesempatan terbaik menghabiskan waktu akhir pekan dengan menikmati beragam aktivitas. Pendaftaran peserta secara on line sudah ditutup pada tanggal 30 Juni 2019, tinggal pelaksanaan acara akbar ini berjalan dengan lancar dan meriah. “Untuk mengikuti acara tersebut tidak dikutip bayaran, bahkan para peserta akan mendapat t-shirt cantik,” ujar Joni Lie.
Seperti diketahui, MAXI Yamaha mewakili kategori baru konsumen Indonesia yang menyukai gaya hidup premium dan berkendara yang fun dengan skutik premium, yang mana bisa diperoleh melalui pengalaman bersama model-model Maxi Yamaha yaitu NMax, XMax, TMax, Aerox, dan Lexi.
Joni Lie menyebutkan, dengan tagline "Live In The Higher Stage", produk-produk MAXI Yamaha dan konsumennya menunjukkan kelas yang berbeda. Ada perubahan tren di Indonesia saat ini yang mengarah pada pemilihan skutik premium. Seiring pesatnya perkembangan kelas ekonomi menengah, maka terjadi pergeseran keinginan dan kebutuhan akan motor untuk konsumen, khususnya di kelas menengah atau biasa dibilang untuk eksekutif muda. Memiliki produk-produk Maxi Yamaha pun menjadi salah satu tanda kesuksesan itu di Indonesia. Maxi Yamaha juga memberikan pride buat pengendaranya karena memiliki motor masterpiece atau yang terbaik di kelasnya dengan keunggulan desain, fitur, performance, technology, comfort dan handling.
Senin, Juli 01, 2019
Aerox Fun Race Tantang Adrenalin Wartawan
GM-News. Kelas Yamaha Aerox 155 Fun Race kembali diperlombakan di ajang Yamaha Cup Race (YCR) 2019 seri 1 putaran region Sumatera, yang dilangsungkan di sirkuit permanen IMI Sumut, Jalan Pancing, Medan, Minggu (30/6).PT Yamaha Indonesia Motor Manufactruing (YIMM) menyediakan 15 unit Yamaha Aerox 155 untuk para pembalap. "Peserta pembalap Yamaha Aerox 155 Cup 2019 yang berlomba berasal dari komunitas Yamaha, masyarakat umum, dan jurnalis yang sebelumnya sudah kami seleksi," ujar Joni Lie, GM Marketing PT Alfa Scorpii di sela-sela kegiatan tersebut.“Sebelumnya kita lakukan edukasi soal safety gear, cara berkendara dan teknik balap yang benar. Terbukti animonya sangat luar biasa. Untuk pilihan Aerox 155 memang cocok di dunia balap berdasarkan desain motor dan handlingnya,“ terang Joni Lie.
Dijuluki PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sebagai Personal Sport Scooter, lantas bagaimana keseruanya balapan pakai Yamaha Aerox 155? Menurut pantauan GayaMedan News.com, saat start gemuruh knalpot Sakura langsung memekakkan telinga.
Adapun alasan Yamaha untuk membuka kelas ini, sebagai apresiasi kepada komunitas, masyarakat umum, dan jurnalis untuk merasakan sensasi balapan.
"Saat tarikan awalnya itu enak banget mas," ujar Ardiansyah, salah satu peserta balapan dari kalangan jurnalis. Saat memasuki rpm menengah ke atas beberapa pembalap mengakui 'khasiat' dari Variable Valve Actuation (VVA). "Kalau saya pas start awal enggak enak, tapi pas rpm menyentuh batas VVA aktif baru kerasa jambakannya," Ardianyah.
Ardiansyah mengucapkan banyak terimakasih kepada Yamaha yang telah membrikan kesempatan para jurnalis merasakaan sensasi mengikuti balapan sebenarnya di sirkuit. “Terima kasih khususnya buat Yamaha Indonesia yang sudah mengadakan balapan untuk jurnalis. Ini sangat baik untuk menguji nyali kami di sirkuit balap dengan Yamaha Aerox 155 cc,“ ucapnya.
Setelah menyelesaikan 10 lap, akhirnya Rahmat Fitriadi dari tim F29RT BSHK HT25 Sumut meraih podium pertama kelas Yamaha Aerox 155 Cup Community. Urutan kedua ditempati Darma Pusaka juga dari tim F29RT BSHK HT25 Sumut, disusul Nurul Habibi dari tim Al Barokah Babe Speed di posisi ketiga. Rahmat Fitriadi mengaku finish pertama di kelas tersebut karena didukung performa kendaraannya.
Sementara itu Darma Pusaka sebagai pemenang podium 2 mengomentari handling dan performa Yamaha Aerox 155 VVA. ”Saat riding tadi saya merasakan akselerasi dan handling yang stabil. Motor matik tapi berasa sporty banget. Cocok banget buat yang punya jiwa sporty tapi ingin tetap naik matik,” katanya.
Darma menilai, Yamaha Aerox 155 VVA memang memilki karakter sport, tetapi tetap enak juga digunakan dalam kegiatan sehari-hari. “Saya kan suka motor berkarakter sport meskipun bukan motor sport. Aerox 155 mendukung kebutuhan konsumen seperti itu,” paparnya.
"Menurut saya kelas yang satu ini merupakan kelas yang sangat seru," ucapnya. "Selain itu, menggunakan Aerox di atas sirkuit permanen menurut saya sangat enak, dari segi performa mesin nendang dan kaki-kakinya juga stabil untuk bermanuver," lanjutnya.
Kejuaraan Yamaha Cup Race (YCR) 2019 Region Sumatera putaran I yang diikuti 130 starter dibuka Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, Faisal Arif Nasution. Seremonial pembukaan juga dihadiri Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sumut Josua Sinurat, GM Marketing PT Alfa Scorpii Joni Lie, Manajer Edukasi PT Alfa Scorpii Zaenal Harahap, dan unsur pengurus IMI Sumut H Sabrabuana.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal berharap kejuaraan ini dapat melahirkan pembalap handal, bisa mengharumkan tidak hanya bagi Medan tapi juga bagi Sumut dan Indonesia umumnya. “Saya berharap para pembalap mampu menampilkan prestasi terbaik, sehingga bisa membawa nama harum Sumatera Utara dan Indonensia umumnya," ujar Faisal.
YCR 2019
Racer Lokal Kuasai YCR Region Sumatera
GM-News. Para pembalap Sumut berhasil mendominasi kejuaraan Yamaha Cup Race (YCR) 2019 Region Sumatera putaran I, Minggu (30/6) yang digelar di Sirkuit Permanen IMI Sumut, Jalan Pancing, Medan.
Di kelas YCR6 (Sport 135 2L STD Open), pembalap asal kota Medan M Irvansyah Putra Lubis merebut podium utama. Pembalap yang membawa bendera CV ABS Raya Panglima Motor Abah Medan ini menyelesaikan balapan sebanyak 10 lap dengan menggeber Yamaha RX King, memakan waktu 47 menit 35 detik.
Posisi kedua di kelas ini dimenangkan Eko Ryanto dari tim Pondok Butik Abah Medan dengan waktu 48 menit 51 detik. Sedangkan posisi ketiga diraih Andrian Aritonang dari tim 828 Sumatera Jaya Bembenk Gopal Ipone dengan total waktu 48 menit 58 detik.
Dominasi pembalap Sumut berlanjut di kelas YCR8 (Moped 125 2L STD non kategori), melalui Nurul Habibi yang mengusasi podium utama, disusul Ichwanul Siregar di urutan kedua, dan Andrie Juanda urutan ketiga. Di kelas YCR5 (Moped 125 4T STD Novice/Rokkie), Fredy Hans Tanuwijaya dari tim Fast Tech RT Medan berhasil meraih podium pertama, diikuti Maruli Laden dari tim HSRT Jambi di posisi kedua, dan M Habib Hamdun dari tim M2T Bunda Hana Tanjung Balai pada posisi ketiga.
Hasil perlombaan lainnya, di kelas YCR1 (Moped 150 CC TU Expert-Injeksi), podium pertama dimenangkan Reggi Lukmana dari tim Yamaha Yamalube Suhandi Padang, dibayangi Agus Setiawan Yamaha Yamalube BTKS Prolinner Aceh, dan urutan ketiga diraih Andreas Gunawan dari tim GGRT NHK Creampie MBKW2 Lampung. Di kelas YCR2 (Moped 150 CC TU Novice-injeksi), Maruli Laden dari Jambi berhasil menjadi juara I, disusul TM Kausar dari Aceh di posisi kedua, dan Arif Murizal dari Sumbar berada di posisi ketiga.
Kelas YCR3 (Moped 150 CC STD Novice/Rokkie), Gilang Prayoga dari tim HRST Jambi meraih podium pertama, disusul Dede Andriansyah Putra dari tim AZM RT Pakwa RT FD 30 di urutan kedua, dan Dimas Nasution IYA Hehe RT Sumut meraih posisi ketiga.
Gilang Prayoga dari tim HRST Jambi kembali merebut podium pertama saat berlomba di kelas YCR4 (Moped 125 4T STD-Non kategori). Posisi kedua di kelas ini dimenangkan M Habib Hamdun dari tim M2T Bunda Hana Tanjung Balai, dan urutan ketiga direbut Denny Ardianto dari tim Arci Medan Chapter. Kelas YCR9 (Moped 125 2L STD-Ex Rider), posisi pertama dimenangkan Joey Elsa, disusul Arri H, dan Dudiet Hadi.
Kejuaraan Yamaha Cup Race (YCR) 2019 Region Sumatera putaran I yang diikuti 130 starter dibuka Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, Faisal Arif Nasution. Seremonial pembukaan juga dihadiri Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sumut Josua Sinurat, GM Marketing PT Alfa Scorpii Joni Lie, Manajer Edukasi PT Alfa Scorpii Zaenal Harahap, dan pengurus IMI Sumut H Sabra Buana .
GM Marketing PT Alfa Scorpii, Joni Lie memberikan apresiasi kepada para pembalap andalan dari Sumbar, Lampung, Jambi, Aceh, dan tuan rumah Medan yang mengikuti kejuaraan tersebut. “Harapan kita adalah dapat mengakomodir komunitas-komunitas motor Yamaha dan memfasilitasi talenta muda menuju pentas balap nasional. Yamaha Cup Race terus berupaya meningkatkan branding karena racing adalah DNAnya Yamaha,” tutur Joni Lie.
IMI Sumut Berharap YCR Lahirkan Racer Handal
GM-News. Kejuaraan Yamaha Cup Race (YCR) 2019 Region Sumatera putaran I telah dibuka secara resmi oleh Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, Faisal Arif Nasution di Sirkuit Permanen IMI Sumut, Jalan Pancing, Medan, Minggu (30/06).
Faisal berharap, melalui kejuaraan ini dapat melahirkan bibit-bibit pembalap handal Sumatera Utara yang bisa mengharumkan tidak hanya bagi Medan tapi juga bagi Sumut dan Indonesia umumnya. “Saya berharap para pembalap mampu menampilkan prestasi terbaik, sehingga bisa membawa nama harum Sumatera Utara dan Indonensia umumnya," ujar Faisal yang didampingi Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sumut Josua Sinurat, GM Marketing PT Alfa Scorpii Joni Lie, dan Manajer Edukasi PT Alfa Scorpii Zaenal Harahap.
Selain itu, menurutnya kejuaraan ini diharapkan bisa mengarahkan bakat dan minat generasi muda yang mempuyai hobi balap tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti melakukan balap liar di jalan raya, "Kita tahu bahwa aktivitas balap liar di jalan raya yang dilakukan oleh anak muda selain melanggar tertib berlalulintas juga membahayakan terhadap nyawa sendiri", pungkasnya.
Sementara itu GM Marketing PT Alfa Scorpii, Joni Lie mengatakan, sejumlah pebalap andalan dari Sumbar, Lampung, Jambi, Aceh, dan tuan rumah Medan bersaing pada kejuaraan balap YCR 2019 Region Sumatera putaran I.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan 10 kelas yakni, YCR 1 Moped 150 cc tune expert, YCR 2 Moped 150 cc tune up novice, YCR 3 Moped 150 cc standard rookie, YCR 4 Bebek 4 langkah 125 cc standard, YCR 5 Bebek 4 langkah standard novice, YGR 6 Sport 2 langkah 135 cc standard open, YCR 7 bebek 2 langkah 125 cc standard open, YCR 8 bebek 2 langkah 125 cc non kategori, YCR 9 bebek 2 langkah standard 125 (ex rider), dan YCR 10 Aerox Fun Race standard 155 cc (non kategori).
YCR 2019 Region Sumatera putaran I juga membuka satu kelas baru yaitu Ex-Rider. Dalam kelas tersebut terdapat para mantan pembalap profesional yang dulu sempat berkompetisi di berbagai ajang balap Sumatera Utara maupun nasional.
Pembukaan kelas Ex-rider ini tidak hanya menjadi momen nostalgia, tetapi turut menyuarakan pesan akan tingginya komitmen Yamaha Indonesia dalam menghadirkan gelaran balap terbesar di Indonesia selama tiga dekade terkahir. “Kelas itu diadakan untuk menambah kemeriahan Yamaha Cup Race 2019 Region Sumatera putaran I,” kata Joni Lie.
YCR 2019 juga menyajikan kelas Yamaha Aerox 155 Cup Community yang kini semakin banyak komunitasnya. Kategori khusus ini menggunakan motor Yamaha Aerox 155, dan diberikan edukasi dan pelatihan balap yang dibimbing mentor berpengalaman yaitu Willy Hammer, juara nasional Motoprix kelas MP1 2018.
Banyak pengetahuan dan pengalaman berharga yang diterima para peserta terpilih. Ini sehubungan safety riding, penentuan racing-line dan titik pengereman. Pada awalnya, para peserta belajar teori, kemudian dipraktekkan langsung di trek.
“Harapan kita adalah dapat mengakomodir komunitas-komunitas motor Yamaha dan memfasilitasi talenta muda menuju pentas balap nasional. Yamaha Cup Race terus berupaya meningkatkan branding karena racing adalah DNAnya Yamaha,” tutur Joni Lie.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


























