Senin, September 02, 2019
Peran Media Gaungkan Sumut - Aceh Tuan Rumah PON 2024
Ketua Umum KONI Medan Eddy H Sibarani mengatakan, peran media sangat dibutuhkan terutama dalam menggaungkan persiapan Sumatera Utara menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/ 2024 bersama Aceh.
"Persiapan tuan rumah PON 2014 harus terus digaungkan demi percepatan persiapan tuan rumah, baik menyiapkan atlet maupun menjadi tuan rumah yang baik," ucapnya ketika membuka kegiatan Pelatihan Manajemen Informasi Keolahragaan KONI Medan tahun 2019, di Hotel Putra Mulia Hotel Medan, Sabtu (31/8).
Hadir Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, Wakil Ketua Jonny R Silalahi bersama jajaran pengurus, dan para nara sumber.
Kegiatan pelatihan diikuti 40 peserta. Sebagai pembicara Ketua SIWO PWI Pusat Gungde Ariwangsa, Ketua Forki Medan Hasrul Benny Harahap, dan Wakil Ketua Perbasi Sumut Darsen Song.
Eddy Sibarani mengatakan, peran media sangat sentral terutama melalui informasi yang disampaikan kepada publik atau masyarakat. "Termasuk visi misi dalam rangka mewujudkan Medan Kota Atlet yang sampai saat ini dalam proses percepatan, menjadi korelasi dengan persiapan Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah PON 2024," ucapnya.
"Harus saya akui misi Medan menuju Kota Atlet masih dalam tahap proses. Namun dengan ditunjuknya Sumut dan Aceh tuan rumah PON, paling tidak percepatan Medan Kota Atlet lebih mengarah untuk mensukseskan PON 2024," ucap Eddy.
Dikatakan Ketua Umum KONI Medan, saat ini seluruh rangkaian kegiatan KONI Medan baik melalui pelaksanaan event seperti Porwil dan Porkot maupun bentuk pelatihan, juga harus dirangkai dengan informasi Sumut menjadi tuan rumah PON 2024. Persiapan Sumut menjadi tuan rumah harus dipublish dengan mewujudkan dwi sukses yakni prestasi dan tuan rumah yang baik.
"Ke depan, pemberitaan yang berhubungan dengan event olahraga, kita meminta peran media dalam menyelipkan Sumut tuan rumah PON 2024. Tidak hanya prestasi yang kita siapkan, termasuk prasarana dan menggaet sponsorship perlu peran media," harap Eddy.
Salah satu dukungan KONI Medan dalam persiapkan atlet potensial menuju PON 2024 adalah melaksanakan Porkot Medan 2019 yang dimulai 7-14 September.
Dari 35 cabor yang dipertandingkan diharapkan akan menjadi cikal bakal atlet Sumut di PON 2024. "Ada atlet yang kita proyeksikan menuju PON 2024. Atlet pelapis pertama yang ikut porwil Sumatera dan Pra PON tidak kita ikutkan di Porkot," ucapnya.
Terkait pelaksanaan pelatihan manajemen olahraga, menurut Eddy, kegiatan ini telah memiliki dampak besar, terutama dalam mendongkrak keterlibatan masyarakat dalam menggeluti cabang olahraga.
Eddy juga memberi apresiasi karena berkat informasi berita yang disampaikan oleh wartawan, seluruh program kerja KONI Medan terpublish dengan baik di masyarakat. "Hal ini juga sekaligus membantu eksistensi KONI Medan dan Pengcab dalam rangka pembinaan atlet," tambahnya.
"Kegiatan ini adalah rentetan kegiatan sama sebelumnya. Dari hasil evaluasi dan pantauan kami ternyata kegiatan ini miliki manfaat besar berbagai hal dI antaranya mampu mendongkrak keterlibatan atau masyarakat Kota Medan dalam rangka menggeluti olahraga yang kita lakukan," jelas Eddy.
Ketua Umum KONI Medan merasa hubungan KONI Medan dengan media di berbagai kegiatan dan keseharian cukup baik. "KONI Medan juga sangat butuh masukan dari media dalam rangka membina atlet demi pencapaian prestasi olahraga," tambahnya.
"Apalagi Medan kembali juara umum Porprovsu 2019. Ini tidak lain buah dari kebersamaan. Walaupun diakui Porprovsu tahun ini penyebaran medali merata yang memberikan warning KONI Medan lebih fokus lagi. Tapi, di sisi lain kita harapkan cabor kekuatan menyebar di semua kabupaten dan kota," kata Eddy.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar